<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Realisasi Subsidi Turun Jadi Rp196,2 Triliun pada 2020</title><description>Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat  realisasi penyaluran subsidi pada 2020 sebesar Rp196,2 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/07/320/2340417/realisasi-subsidi-turun-jadi-rp196-2-triliun-pada-2020</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/07/320/2340417/realisasi-subsidi-turun-jadi-rp196-2-triliun-pada-2020"/><item><title>Realisasi Subsidi Turun Jadi Rp196,2 Triliun pada 2020</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/07/320/2340417/realisasi-subsidi-turun-jadi-rp196-2-triliun-pada-2020</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/07/320/2340417/realisasi-subsidi-turun-jadi-rp196-2-triliun-pada-2020</guid><pubDate>Kamis 07 Januari 2021 12:50 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/07/320/2340417/realisasi-subsidi-turun-jadi-rp196-2-triliun-pada-2020-pgLU469EgB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rupiah (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/07/320/2340417/realisasi-subsidi-turun-jadi-rp196-2-triliun-pada-2020-pgLU469EgB.jpg</image><title>Rupiah (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat  realisasi penyaluran subsidi pada 2020 sebesar Rp196,2 triliun atau 102,2% dari target dalam Perpres 72/2020 sebesar Rp192 triliun. Sedangkan , secara year on year terjadi penurunan 2,9% dari realisasi 2019 yang tercatat Rp201,8 triliun.


Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani  mengatakan, subsidi dimanfaatkan untuk menjaga daya beli masyarakat dan mendukung UMKM melalui program PEN.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Subsidi LPG Bisa Pindah ke Listrik, Kenapa?
Rinciannya, subsidi  bahan bakar minyak (BBM) yang tercatat hanya Rp14,9 triliun. Jumlah tersebut turun dari 2019 yang mencapai Rp 30,1 triliun.

&quot;Kalau dilihat karena ada penurunan mobilitas masyarakat, maka subsidi BBM bisa dikendalikan menurun dari jumlah yang disalurkan, yakni 14,5 juta kilo liter (KL),&quot; kata Sri Mulyani dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis (7/1/2021).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Industri Ritel Butuh Subsidi Tunai Biar Enggak Bangkrut
Dia mengatakan, selain BBM, penurunan juga disumbang subsidi LPG yang juga turun dari Rp 54,2 triliun pada 2019 menjadi Rp 32,8 triliun pada 2020. Namun, jika secara volume justru meningkat menjadi 7,13 juta metrik ton sejalan akibat pandemi Covid-19 lebih banyak masyarakat melakukan aktivitas dari rumah.

&amp;ldquo;Susbidi LPG meningkat cukup tinggi 7,13 juta metrik ton, ini karena masyarakat di rumah kemudian memasak, jadi jumlah LPG subsidi kuantitas dan jumlah meningkat, meski sisi rupiah menurun sebab harga minyak dan gas alami penurunan,&amp;rdquo;jelasnya.Sedangkan, subsidi untuk listrik tercatat meningkat menjadi Rp 61,1  triliun pada tahun lalu. Jumlahnya naik dari posisi 2019 hanya Rp 52,7  triliun. Peningkatan ini seiring langkah pemerintah memberikan manfaat  subsidi listrik kepada masyarakat melalui diskon listrik serta pemberian  kompensasi kepada masyarakat dan dunia usaha berupa tidak ada kenaikan  tarif dasar listrik.


&quot;Naik karena kami berikan subsidi ke golongan 450 VA berupa  pembebasan listrik, 900 VA diskon, dan industri bisnis yang 450 VA juga  gratis,&amp;rdquo; bebernya.


Untuk subsidi non energi juga terlihat naik dari Rp 64,9 triliun  menjadi Rp 87,4 triliun. Beberapa subsidi non energi ini terdiri dari  subsidi pupuk, bunga perumahan, bunga kredit usaha rakyat (KUR), dan  bunga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

&quot;Subsidi pupuk mencapai 8,5 juta ton, subsidi bunga perumahan  disalurkan untuk 90,4 ribu unit rumah, subsidi bunga KUR dan bunga UMKM  disalurkan kepada 19,1 juta debitur,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat  realisasi penyaluran subsidi pada 2020 sebesar Rp196,2 triliun atau 102,2% dari target dalam Perpres 72/2020 sebesar Rp192 triliun. Sedangkan , secara year on year terjadi penurunan 2,9% dari realisasi 2019 yang tercatat Rp201,8 triliun.


Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani  mengatakan, subsidi dimanfaatkan untuk menjaga daya beli masyarakat dan mendukung UMKM melalui program PEN.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Subsidi LPG Bisa Pindah ke Listrik, Kenapa?
Rinciannya, subsidi  bahan bakar minyak (BBM) yang tercatat hanya Rp14,9 triliun. Jumlah tersebut turun dari 2019 yang mencapai Rp 30,1 triliun.

&quot;Kalau dilihat karena ada penurunan mobilitas masyarakat, maka subsidi BBM bisa dikendalikan menurun dari jumlah yang disalurkan, yakni 14,5 juta kilo liter (KL),&quot; kata Sri Mulyani dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis (7/1/2021).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Industri Ritel Butuh Subsidi Tunai Biar Enggak Bangkrut
Dia mengatakan, selain BBM, penurunan juga disumbang subsidi LPG yang juga turun dari Rp 54,2 triliun pada 2019 menjadi Rp 32,8 triliun pada 2020. Namun, jika secara volume justru meningkat menjadi 7,13 juta metrik ton sejalan akibat pandemi Covid-19 lebih banyak masyarakat melakukan aktivitas dari rumah.

&amp;ldquo;Susbidi LPG meningkat cukup tinggi 7,13 juta metrik ton, ini karena masyarakat di rumah kemudian memasak, jadi jumlah LPG subsidi kuantitas dan jumlah meningkat, meski sisi rupiah menurun sebab harga minyak dan gas alami penurunan,&amp;rdquo;jelasnya.Sedangkan, subsidi untuk listrik tercatat meningkat menjadi Rp 61,1  triliun pada tahun lalu. Jumlahnya naik dari posisi 2019 hanya Rp 52,7  triliun. Peningkatan ini seiring langkah pemerintah memberikan manfaat  subsidi listrik kepada masyarakat melalui diskon listrik serta pemberian  kompensasi kepada masyarakat dan dunia usaha berupa tidak ada kenaikan  tarif dasar listrik.


&quot;Naik karena kami berikan subsidi ke golongan 450 VA berupa  pembebasan listrik, 900 VA diskon, dan industri bisnis yang 450 VA juga  gratis,&amp;rdquo; bebernya.


Untuk subsidi non energi juga terlihat naik dari Rp 64,9 triliun  menjadi Rp 87,4 triliun. Beberapa subsidi non energi ini terdiri dari  subsidi pupuk, bunga perumahan, bunga kredit usaha rakyat (KUR), dan  bunga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

&quot;Subsidi pupuk mencapai 8,5 juta ton, subsidi bunga perumahan  disalurkan untuk 90,4 ribu unit rumah, subsidi bunga KUR dan bunga UMKM  disalurkan kepada 19,1 juta debitur,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
