<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Impor Kedelai Diperkirakan Capai 7,2 Juta Ton di 2020</title><description>Indonesia masih ketergantungan impor kedelai. Bahkan, menjadi negara importir kedelai terbesar di dunia setelah China.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/07/320/2340456/impor-kedelai-diperkirakan-capai-7-2-juta-ton-di-2020</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/07/320/2340456/impor-kedelai-diperkirakan-capai-7-2-juta-ton-di-2020"/><item><title>Impor Kedelai Diperkirakan Capai 7,2 Juta Ton di 2020</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/07/320/2340456/impor-kedelai-diperkirakan-capai-7-2-juta-ton-di-2020</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/07/320/2340456/impor-kedelai-diperkirakan-capai-7-2-juta-ton-di-2020</guid><pubDate>Kamis 07 Januari 2021 13:43 WIB</pubDate><dc:creator>Oktiani Endarwati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/07/320/2340456/impor-kedelai-diperkirakan-capai-7-2-juta-ton-di-2020-nYE0IPyIa8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kacang Kedelai (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/07/320/2340456/impor-kedelai-diperkirakan-capai-7-2-juta-ton-di-2020-nYE0IPyIa8.jpg</image><title>Kacang Kedelai (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Indonesia masih ketergantungan impor kedelai. Bahkan, menjadi negara importir kedelai terbesar di dunia setelah China.

Guru Besar Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) Dwi Andreas Santosa mengatakan, total impor kedelai ke dalam negeri diperkirakan mencapai 7,2 juta ton di tahun 2020.
 
&amp;nbsp;Baca juga:  China Borong Kedelai, Harga di Indonesia Bisa Terus Naik hingga Rp10.000/Kg
Menurut dia, jumlah impor kedelai tersebut mencakup biji kedelai yang dipergunakan untuk kebutuhan industri tahu dan tempe serta kedelai yang digunakan untuk tepung dan lainnya.

&quot;Ada yang mengatakan impor kedelai 2,6 juta ton. Itu adalah biji kedelai yang digunakan pengrajin tahu dan tempe, bukan total kedelai. Saya perkirakan total impor kedelai 7,2 juta ton di tahun 2020,&quot; ujarnya pada Market Review IDX Channel, Kamis (7/1/2021).
 
&amp;nbsp;Baca juga:  Kedelai Impor Langka, 7 Pelajar Ini Produksi Tempe dari Kacang Merah
Andreas menuturkan, ketergantungan Indonesia terhadap kedelai impor sangat tinggi. Hampir 90% kebutuhan kedelai di dalam negeri harus dipenuhi dari impor.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMS8wNi8xLzEyNjk3MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Selain kedelai, impor pangan lainnya yang juga perlu diwaspadai  adalah gandum. Saat ini komoditas gandum memenuhi 25,4% kebutuhan pokok  tahunan Indonesia.

&quot;Ini sudah luar biasa nilainya. Tahun lalu impor gandum sudah 11,1  juta ton. Kedua, memang impor kedelai. Dua hal ini yang akan menjadi  masalah,&quot; ungkap Andreas.

Dia menambahkan, impor pangan yang perlu perhatian lainnya adalah  beras. Namun dia memastikan untuk tahun 2021 produksi beras di dalam  negeri aman.

&quot;Beras memang krusial. Kalau ada gangguan produksi dan kita tidak  bisa mengimpor, itu dampaknya akan luar biasa. Tapi untuk beras saya  pastikan untuk tahun 2021 ini aman, tidak ada masalah,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Indonesia masih ketergantungan impor kedelai. Bahkan, menjadi negara importir kedelai terbesar di dunia setelah China.

Guru Besar Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) Dwi Andreas Santosa mengatakan, total impor kedelai ke dalam negeri diperkirakan mencapai 7,2 juta ton di tahun 2020.
 
&amp;nbsp;Baca juga:  China Borong Kedelai, Harga di Indonesia Bisa Terus Naik hingga Rp10.000/Kg
Menurut dia, jumlah impor kedelai tersebut mencakup biji kedelai yang dipergunakan untuk kebutuhan industri tahu dan tempe serta kedelai yang digunakan untuk tepung dan lainnya.

&quot;Ada yang mengatakan impor kedelai 2,6 juta ton. Itu adalah biji kedelai yang digunakan pengrajin tahu dan tempe, bukan total kedelai. Saya perkirakan total impor kedelai 7,2 juta ton di tahun 2020,&quot; ujarnya pada Market Review IDX Channel, Kamis (7/1/2021).
 
&amp;nbsp;Baca juga:  Kedelai Impor Langka, 7 Pelajar Ini Produksi Tempe dari Kacang Merah
Andreas menuturkan, ketergantungan Indonesia terhadap kedelai impor sangat tinggi. Hampir 90% kebutuhan kedelai di dalam negeri harus dipenuhi dari impor.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMS8wNi8xLzEyNjk3MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Selain kedelai, impor pangan lainnya yang juga perlu diwaspadai  adalah gandum. Saat ini komoditas gandum memenuhi 25,4% kebutuhan pokok  tahunan Indonesia.

&quot;Ini sudah luar biasa nilainya. Tahun lalu impor gandum sudah 11,1  juta ton. Kedua, memang impor kedelai. Dua hal ini yang akan menjadi  masalah,&quot; ungkap Andreas.

Dia menambahkan, impor pangan yang perlu perhatian lainnya adalah  beras. Namun dia memastikan untuk tahun 2021 produksi beras di dalam  negeri aman.

&quot;Beras memang krusial. Kalau ada gangguan produksi dan kita tidak  bisa mengimpor, itu dampaknya akan luar biasa. Tapi untuk beras saya  pastikan untuk tahun 2021 ini aman, tidak ada masalah,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
