<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tempat Wisata di Tengah Covid-19, Bayar Toilet Tinggal Scan Barcode</title><description>Pandemi Covid-19 telah melumpuhkan berbagai sektor kehidupan masyarakat, tidak terkecuali sektor pariwisata.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/07/320/2340480/tempat-wisata-di-tengah-covid-19-bayar-toilet-tinggal-scan-barcode</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/07/320/2340480/tempat-wisata-di-tengah-covid-19-bayar-toilet-tinggal-scan-barcode"/><item><title>Tempat Wisata di Tengah Covid-19, Bayar Toilet Tinggal Scan Barcode</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/07/320/2340480/tempat-wisata-di-tengah-covid-19-bayar-toilet-tinggal-scan-barcode</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/07/320/2340480/tempat-wisata-di-tengah-covid-19-bayar-toilet-tinggal-scan-barcode</guid><pubDate>Kamis 07 Januari 2021 14:12 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/07/320/2340480/tempat-wisata-di-tengah-covid-19-bayar-toilet-tinggal-scan-barcode-usMg9Qn7wY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pariwisata (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/07/320/2340480/tempat-wisata-di-tengah-covid-19-bayar-toilet-tinggal-scan-barcode-usMg9Qn7wY.jpg</image><title>Pariwisata (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Pandemi Covid-19 telah melumpuhkan berbagai sektor kehidupan masyarakat, tidak terkecuali sektor pariwisata. Melalui Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), pemerintah terus berupaya lakukan terobosan guna mempercepat pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Untuk itu, pemerintah mendorong program Bangga Berwisata di Indonesia. Guna mendukung program Bangga Berwisata di Indonesia, pemerintah juga terus mendorong pembayaran digital, bahkan dari hal kecil seperti pembayaran toilet.
Baca Juga: WNA Dilarang Masuk ke Indonesia Per 1 Januari 2021, Apa Dampaknya ke Pariwisata?
 
Pembayaran digital ini dilakukan untuk mendorong transparansi dan mengurasi resiko berbasis tunai. Pembayaran tersebut bisa dilakukan menggunakan QRIS.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta agar konsep Bangga Berwisata di Indonesia terus dimatangkan. Terus lakukan simulasi protokol kesehatan dan keamanan pada lokasi wisata.
Baca Juga: ADB Prediksi Sektor Pariwisata Masih Belum Pulih Tahun Depan
 
&quot;Saya minta peningkatan kualitas di 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) dan hal-hal kecil dibenahi agar orang tidak kapok datang ke sana,&quot; ujar dia di Jakarta, Kamis (7/1/2021).
Kemudian, lanjut dia, pihaknya terus meningkatkan QRIS di 5 DPSP dan para pelaku usaha dompet digital. Saat ini sedang di desain suatu platform agar bisa menampung semua pembayaran digital.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMS8wNi8xLzEyNjk4OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dia juga menambahkan adanya pandemi Covid-19 juga telah menyebabkan  pergeseran tren perjalanan wisata ke destinasi luar ruang dan aktivitas  luar ruang dan aktivitas olahraga. Maka itu, lanjut dia pentingnya  perhatian pada sport tourism, produksi souvenir buatan dalam negeri,  serta UMKM dengan kualitas yang bagus.
&quot;Kampanye Bangga Berwisata di Indonesia ini agar disinergikan dengan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia,&quot; tandas dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Pandemi Covid-19 telah melumpuhkan berbagai sektor kehidupan masyarakat, tidak terkecuali sektor pariwisata. Melalui Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), pemerintah terus berupaya lakukan terobosan guna mempercepat pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Untuk itu, pemerintah mendorong program Bangga Berwisata di Indonesia. Guna mendukung program Bangga Berwisata di Indonesia, pemerintah juga terus mendorong pembayaran digital, bahkan dari hal kecil seperti pembayaran toilet.
Baca Juga: WNA Dilarang Masuk ke Indonesia Per 1 Januari 2021, Apa Dampaknya ke Pariwisata?
 
Pembayaran digital ini dilakukan untuk mendorong transparansi dan mengurasi resiko berbasis tunai. Pembayaran tersebut bisa dilakukan menggunakan QRIS.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta agar konsep Bangga Berwisata di Indonesia terus dimatangkan. Terus lakukan simulasi protokol kesehatan dan keamanan pada lokasi wisata.
Baca Juga: ADB Prediksi Sektor Pariwisata Masih Belum Pulih Tahun Depan
 
&quot;Saya minta peningkatan kualitas di 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) dan hal-hal kecil dibenahi agar orang tidak kapok datang ke sana,&quot; ujar dia di Jakarta, Kamis (7/1/2021).
Kemudian, lanjut dia, pihaknya terus meningkatkan QRIS di 5 DPSP dan para pelaku usaha dompet digital. Saat ini sedang di desain suatu platform agar bisa menampung semua pembayaran digital.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMS8wNi8xLzEyNjk4OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dia juga menambahkan adanya pandemi Covid-19 juga telah menyebabkan  pergeseran tren perjalanan wisata ke destinasi luar ruang dan aktivitas  luar ruang dan aktivitas olahraga. Maka itu, lanjut dia pentingnya  perhatian pada sport tourism, produksi souvenir buatan dalam negeri,  serta UMKM dengan kualitas yang bagus.
&quot;Kampanye Bangga Berwisata di Indonesia ini agar disinergikan dengan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia,&quot; tandas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
