<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>4.000 Perusahaan Keuangan Terancam Bangkrut akibat Covid-19</title><description>Ribuan perusahaan tersebut masuk kategori perusahaan yang berisiko  tinggi gulung tikar sebagai dampak dari gelombang pertama pandemi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/07/320/2340719/4-000-perusahaan-keuangan-terancam-bangkrut-akibat-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/07/320/2340719/4-000-perusahaan-keuangan-terancam-bangkrut-akibat-covid-19"/><item><title>4.000 Perusahaan Keuangan Terancam Bangkrut akibat Covid-19</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/07/320/2340719/4-000-perusahaan-keuangan-terancam-bangkrut-akibat-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/07/320/2340719/4-000-perusahaan-keuangan-terancam-bangkrut-akibat-covid-19</guid><pubDate>Kamis 07 Januari 2021 19:48 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/07/320/2340719/4-000-perusahaan-keuangan-terancam-bangkrut-akibat-covid-19-8wbk7J2NpE.jfif" expression="full" type="image/jpeg">Virus Corona (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/07/320/2340719/4-000-perusahaan-keuangan-terancam-bangkrut-akibat-covid-19-8wbk7J2NpE.jfif</image><title>Virus Corona (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Otoritas Keuangan (Financial Conduct Authority/FCA) mengatakan sekitar 4.000 perusahaan jasa keuangan di Inggris terancam bangkrut. Ribuan perusahaan tersebut masuk kategori perusahaan yang berisiko tinggi gulung tikar sebagai dampak dari gelombang pertama pandemi covid-19.
Baca Juga: Epidemiolog Nilai Banyak Masyarakat Masih Tak Serius Hadapi Covid-19 
 
Reuters melaporkan FCA mensurvei 23 ribu perusahaan keuangan untuk melihat kondisi ketahanan mereka terhadap Covid-19 Pandemi virus corona pada tahun lalu memicu penurunan ekonomi terburuk dalam 300 tahun terakhir di Inggris.
Baca Juga: Jepang Berlakukan Lagi Keadaan Darurat Covid-19, Dubes RI Imbau WNI Patuhi Aturan
 
&amp;ldquo;Pada akhir Oktober, kami telah mengidentifikasi ada 4.000 perusahaan jasa keuangan dengan ketahanan keuangan yang rendah dan risiko kegagalan yang tinggi,&amp;rdquo; kata Direktur Eksekutif Konsumen dan Persaingan FCA Sheldon Mills dilansir dari VOA, Kamis (7/1/2020).
&amp;ldquo;Sebagian besar adalah perusahaan berukuran kecil dan menengah dan sekitar 30% berpotensi gagal,&amp;rdquo; imbuhnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMS8wNy8xLzEyNzAxOS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;FCA menghadapi kritik keras bahwa mereka &quot;kurang&quot; menangani jatuhnya  dana investasi London Capital &amp;amp; Finance pada tahun 2019, dan  pengawas berada di bawah tekanan berat untuk menghindari penundaan dalam  mengurangi kerugian bagi investor dari perusahaan lain yang sedang  mengalami kesulitan.
Survei tersebut mengamati perusahaan keuangan yang hanya diatur oleh  FCA, dan tidak mencakup 1.500 perusahaan terbesar di sektor keuangan  yang diatur untuk stabilitas keuangan oleh Otoritas Peraturan Prudensial  Bank Inggris.
</description><content:encoded>JAKARTA - Otoritas Keuangan (Financial Conduct Authority/FCA) mengatakan sekitar 4.000 perusahaan jasa keuangan di Inggris terancam bangkrut. Ribuan perusahaan tersebut masuk kategori perusahaan yang berisiko tinggi gulung tikar sebagai dampak dari gelombang pertama pandemi covid-19.
Baca Juga: Epidemiolog Nilai Banyak Masyarakat Masih Tak Serius Hadapi Covid-19 
 
Reuters melaporkan FCA mensurvei 23 ribu perusahaan keuangan untuk melihat kondisi ketahanan mereka terhadap Covid-19 Pandemi virus corona pada tahun lalu memicu penurunan ekonomi terburuk dalam 300 tahun terakhir di Inggris.
Baca Juga: Jepang Berlakukan Lagi Keadaan Darurat Covid-19, Dubes RI Imbau WNI Patuhi Aturan
 
&amp;ldquo;Pada akhir Oktober, kami telah mengidentifikasi ada 4.000 perusahaan jasa keuangan dengan ketahanan keuangan yang rendah dan risiko kegagalan yang tinggi,&amp;rdquo; kata Direktur Eksekutif Konsumen dan Persaingan FCA Sheldon Mills dilansir dari VOA, Kamis (7/1/2020).
&amp;ldquo;Sebagian besar adalah perusahaan berukuran kecil dan menengah dan sekitar 30% berpotensi gagal,&amp;rdquo; imbuhnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMS8wNy8xLzEyNzAxOS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;FCA menghadapi kritik keras bahwa mereka &quot;kurang&quot; menangani jatuhnya  dana investasi London Capital &amp;amp; Finance pada tahun 2019, dan  pengawas berada di bawah tekanan berat untuk menghindari penundaan dalam  mengurangi kerugian bagi investor dari perusahaan lain yang sedang  mengalami kesulitan.
Survei tersebut mengamati perusahaan keuangan yang hanya diatur oleh  FCA, dan tidak mencakup 1.500 perusahaan terbesar di sektor keuangan  yang diatur untuk stabilitas keuangan oleh Otoritas Peraturan Prudensial  Bank Inggris.
</content:encoded></item></channel></rss>
