<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Selain Sawit, Program B30 Bisa Gunakan Minyak Jelantah</title><description>Program mandatori biodiesel terus dijalankan hingga saat ini. Di mana  pencampuran 30% biodiesel ke dalam solar (B30) terus dilakukan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/07/320/2340742/selain-sawit-program-b30-bisa-gunakan-minyak-jelantah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/07/320/2340742/selain-sawit-program-b30-bisa-gunakan-minyak-jelantah"/><item><title>Selain Sawit, Program B30 Bisa Gunakan Minyak Jelantah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/07/320/2340742/selain-sawit-program-b30-bisa-gunakan-minyak-jelantah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/07/320/2340742/selain-sawit-program-b30-bisa-gunakan-minyak-jelantah</guid><pubDate>Kamis 07 Januari 2021 20:43 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/07/320/2340742/selain-sawit-program-b30-bisa-gunakan-minyak-jelantah-mGAtO8cP7D.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Biodiesel (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/07/320/2340742/selain-sawit-program-b30-bisa-gunakan-minyak-jelantah-mGAtO8cP7D.jpg</image><title>Biodiesel (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Program mandatori biodiesel terus dijalankan hingga saat ini. Di mana pencampuran 30% biodiesel ke dalam solar (B30) terus dilakukan saat ini.
Selain minyak sawit, minyak jelantah juga bisa dijadikan untuk memenuhi kebutuhan biodiesel. Sebab,potensi minyak jelantah setiap tahunnya 3 juta kiloliter.
Baca Juga: Bukti Nyata, Indonesia Punya Harta Karun Minyak Kelapa Sawit
 
Direktur Bioenergi Kementerian ESDM, Andriah Feby Misna mengatakan bahwa minyak jelantah atau Used Cooking Oil (UCO) memiliki berbagai kegunaan, terutama untuk biodiesel.
&quot;Kalau bisa kita kelola (minyak jelantah) dengan baik, bisa memenuhi sebagian kebutuhan biodiesel nasional,&quot; ucap Andriah, Jakarta, Kamis (7/1/2021).
Selain itu, pengembangan biodiesel berbasis minyak jelantah memiliki peluang untuk dipasarkan baik di dalam negeri maupun untuk diekspor. Dipasarkan di luar negeri pun memiliki peluang yang cukup besar.
Baca Juga: B30 Kurangi Defisit Neraca Dagang Sektor Migas dan Impor Solar
 
Dengan memanfaatkan minyak jelantah, biaya produksi pun bisa lebih hemat 35% dibandingkan dengan biodiesel dari minyak nabati yang dihasilkan dari tanaman buah kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO).
&quot;Tapi, ini harus dilihat lagi, karena kita liat dari beberapa industri yang ada tidak bisa sustain. Ada hal-hal yang memengaruhi biaya operasionalnya,&quot; ungkapnya.
Sementara itu, untuk pemanfaatan minyak jelantah sebagai feedstock biorefinery, menurut VP Strategic Planing Refining &amp;amp; Petrochemical PT Kilang Pertamina Internasional Prayitno masih ada hal yang harus dipikirkan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8wNS8wMy80Lzk1MTMwLzAv&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Untuk UCO yang menjadi salah satu PRnya bagaimana kita mengumpulkan  minyak jelantah untuk skala industri, termasuk logistik dan handling.  Kita bisa benchmark dari perusahaan di luar (negeri), bagaimana mereka  mengumpulkan minyak jelantah,&quot; jelas Prayitno.
&quot;Untuk CPO, kita perlu jaminan feedstock serta semacam kebijakan atau  support dari stakeholder untuk memastikan secara bisnis juga, baik bagi  perusahaan yang melaksanakan kegiatan ini,&quot; sambungnya.
Apabila sekitar 1,2 juta kilo biodiesel dari kelapa sawit diganti  dengan minyak jelantah yang dikumpulkan dari sektor rumah tangga, maka  bisa menghemat sekitar Rp4,2 triliun. Angka itu sesuai dengan angka data  produksi biodiesel dari 2020.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Program mandatori biodiesel terus dijalankan hingga saat ini. Di mana pencampuran 30% biodiesel ke dalam solar (B30) terus dilakukan saat ini.
Selain minyak sawit, minyak jelantah juga bisa dijadikan untuk memenuhi kebutuhan biodiesel. Sebab,potensi minyak jelantah setiap tahunnya 3 juta kiloliter.
Baca Juga: Bukti Nyata, Indonesia Punya Harta Karun Minyak Kelapa Sawit
 
Direktur Bioenergi Kementerian ESDM, Andriah Feby Misna mengatakan bahwa minyak jelantah atau Used Cooking Oil (UCO) memiliki berbagai kegunaan, terutama untuk biodiesel.
&quot;Kalau bisa kita kelola (minyak jelantah) dengan baik, bisa memenuhi sebagian kebutuhan biodiesel nasional,&quot; ucap Andriah, Jakarta, Kamis (7/1/2021).
Selain itu, pengembangan biodiesel berbasis minyak jelantah memiliki peluang untuk dipasarkan baik di dalam negeri maupun untuk diekspor. Dipasarkan di luar negeri pun memiliki peluang yang cukup besar.
Baca Juga: B30 Kurangi Defisit Neraca Dagang Sektor Migas dan Impor Solar
 
Dengan memanfaatkan minyak jelantah, biaya produksi pun bisa lebih hemat 35% dibandingkan dengan biodiesel dari minyak nabati yang dihasilkan dari tanaman buah kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO).
&quot;Tapi, ini harus dilihat lagi, karena kita liat dari beberapa industri yang ada tidak bisa sustain. Ada hal-hal yang memengaruhi biaya operasionalnya,&quot; ungkapnya.
Sementara itu, untuk pemanfaatan minyak jelantah sebagai feedstock biorefinery, menurut VP Strategic Planing Refining &amp;amp; Petrochemical PT Kilang Pertamina Internasional Prayitno masih ada hal yang harus dipikirkan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8wNS8wMy80Lzk1MTMwLzAv&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Untuk UCO yang menjadi salah satu PRnya bagaimana kita mengumpulkan  minyak jelantah untuk skala industri, termasuk logistik dan handling.  Kita bisa benchmark dari perusahaan di luar (negeri), bagaimana mereka  mengumpulkan minyak jelantah,&quot; jelas Prayitno.
&quot;Untuk CPO, kita perlu jaminan feedstock serta semacam kebijakan atau  support dari stakeholder untuk memastikan secara bisnis juga, baik bagi  perusahaan yang melaksanakan kegiatan ini,&quot; sambungnya.
Apabila sekitar 1,2 juta kilo biodiesel dari kelapa sawit diganti  dengan minyak jelantah yang dikumpulkan dari sektor rumah tangga, maka  bisa menghemat sekitar Rp4,2 triliun. Angka itu sesuai dengan angka data  produksi biodiesel dari 2020.</content:encoded></item></channel></rss>
