<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kemandirian Farmasi Nasional, RI Bangun Pabrik Paracetamol</title><description>PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) dengan PT Kimia Farma Tbk  (PTKF) untuk pengembangan Bahan Baku Obat (BBO) paracetamol.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/08/320/2341050/kemandirian-farmasi-nasional-ri-bangun-pabrik-paracetamol</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/08/320/2341050/kemandirian-farmasi-nasional-ri-bangun-pabrik-paracetamol"/><item><title>Kemandirian Farmasi Nasional, RI Bangun Pabrik Paracetamol</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/08/320/2341050/kemandirian-farmasi-nasional-ri-bangun-pabrik-paracetamol</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/08/320/2341050/kemandirian-farmasi-nasional-ri-bangun-pabrik-paracetamol</guid><pubDate>Jum'at 08 Januari 2021 13:36 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/08/320/2341050/kemandirian-farmasi-nasional-ri-bangun-pabrik-paracetamol-gLLTjTApnC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Obat (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/08/320/2341050/kemandirian-farmasi-nasional-ri-bangun-pabrik-paracetamol-gLLTjTApnC.jpg</image><title>Obat (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencatat, sinergi antara Subholding Refining &amp;amp; Petrochemical, PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) dengan PT Kimia Farma Tbk (KAEF) untuk pengembangan Bahan Baku Obat (BBO) paracetamol dari Benzene dapat mendukung kemandirian farmasi nasional.

Upaya adanya kemandirian farmasi nasional seiring dengan 95 persen kebutuhan BBO dalam negeri masih di impor. Karena itu, Wakil Menteri (Wamen) BUMN I Pahala Nugraha Mansury mengatakan, langkah sinergi perseroan plat merah merupakan terobosan baru.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Bangun Industri Farmasi, Wamen BUMN: 3.800 Ton Paracetamol Siap Diproduksi
&quot;Kami menyambut baik dan mengapresiasi langkah terobosan yang dilaksanakan oleh Pertamina melalui PT KPI dan Kimia Farma yang berencana untuk membangun Pabrik Farmasi Paracetamol dengan kapasitas 3.800 ton per Annum (TPA) dari turunan produk Petrokimia yaitu Benzene,&quot; ujar dia dalam keterangan pers, Jumat (8/1/2021).

Dia bilang, pandemi Covid-19 membuat sektor kesehatan menjadi modal utama yang tidak terpisahkan dari rangkaian Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Maka, pengembangan BBO Parasetamol seyogyanya harus dilakukan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ini Penyebab Harga Obat di Indonesia Mahal
Senada, Nicke Widyawati menyebut, PT KPI dan PTKF bekerja sama dalam mengolah lebih lanjut salah satu produk petrokimia, yaitu benzene dan propylene yang berasal dari kilang Refinery Unit (RU) IV Cilacap untuk dapat dikembangkan dan diproduksi menjadi Para Amino Fenol (PAF) yang akan menjadi bahan baku farmasi, salah satunya paracetamol.Kedua belah pihak akan melanjutkan kajian skema kerja sama bisnis,  berdasarkan hasil dari joint study yang telah dilaksanakan sebelumnya.  Kajian tersebut meliputi penyediaan bahan baku yaitu benzene; rencana  offtake produk, skema transaksi, dan kajian komersial.

Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati menjelaskan, inisiasi  proyek ini tidak terlepas dari fakta bahwa produk farmasi merupakan  salah satu kebutuhan yang sangat esensial dalam menjamin kesehatan  masyarakat Indonesia. Pada 2019 lalu, angka permintaan (demand) industri  farmasi nasional telah tumbuh hingga Rp88,6 triliun. Namun, 95 persen  dari kebutuhan BBO masih dipenuhi dari impor.

&quot;Kerja sama ini meningkatkan sinergi dan kolaborasi antar BUMN baik  dari aspek bisnis, riset dan teknologi, hingga pengembangan SDM nasional  yang profesional,&quot; katanya.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Pokok-pokok  Perjanjian atau Heads of Agreement (HoA) pengembangan proyek produksi  paracetamol dari Benzene oleh Direktur Utama PT KPI, Ignatius  Tallulembang dan Direktur Utama Kimia Farma, Verdi Budidarmo disaksikan  oleh Wamen BUMN I, Pahala Nugraha Mansury, Direktur Utama Pertamina  Nicke Widyawati serta Direktur Utama PT Bio Farma, Honesti Basyir pada  Rabu, 30 Desember 2020 kemarin.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencatat, sinergi antara Subholding Refining &amp;amp; Petrochemical, PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) dengan PT Kimia Farma Tbk (KAEF) untuk pengembangan Bahan Baku Obat (BBO) paracetamol dari Benzene dapat mendukung kemandirian farmasi nasional.

Upaya adanya kemandirian farmasi nasional seiring dengan 95 persen kebutuhan BBO dalam negeri masih di impor. Karena itu, Wakil Menteri (Wamen) BUMN I Pahala Nugraha Mansury mengatakan, langkah sinergi perseroan plat merah merupakan terobosan baru.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Bangun Industri Farmasi, Wamen BUMN: 3.800 Ton Paracetamol Siap Diproduksi
&quot;Kami menyambut baik dan mengapresiasi langkah terobosan yang dilaksanakan oleh Pertamina melalui PT KPI dan Kimia Farma yang berencana untuk membangun Pabrik Farmasi Paracetamol dengan kapasitas 3.800 ton per Annum (TPA) dari turunan produk Petrokimia yaitu Benzene,&quot; ujar dia dalam keterangan pers, Jumat (8/1/2021).

Dia bilang, pandemi Covid-19 membuat sektor kesehatan menjadi modal utama yang tidak terpisahkan dari rangkaian Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Maka, pengembangan BBO Parasetamol seyogyanya harus dilakukan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ini Penyebab Harga Obat di Indonesia Mahal
Senada, Nicke Widyawati menyebut, PT KPI dan PTKF bekerja sama dalam mengolah lebih lanjut salah satu produk petrokimia, yaitu benzene dan propylene yang berasal dari kilang Refinery Unit (RU) IV Cilacap untuk dapat dikembangkan dan diproduksi menjadi Para Amino Fenol (PAF) yang akan menjadi bahan baku farmasi, salah satunya paracetamol.Kedua belah pihak akan melanjutkan kajian skema kerja sama bisnis,  berdasarkan hasil dari joint study yang telah dilaksanakan sebelumnya.  Kajian tersebut meliputi penyediaan bahan baku yaitu benzene; rencana  offtake produk, skema transaksi, dan kajian komersial.

Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati menjelaskan, inisiasi  proyek ini tidak terlepas dari fakta bahwa produk farmasi merupakan  salah satu kebutuhan yang sangat esensial dalam menjamin kesehatan  masyarakat Indonesia. Pada 2019 lalu, angka permintaan (demand) industri  farmasi nasional telah tumbuh hingga Rp88,6 triliun. Namun, 95 persen  dari kebutuhan BBO masih dipenuhi dari impor.

&quot;Kerja sama ini meningkatkan sinergi dan kolaborasi antar BUMN baik  dari aspek bisnis, riset dan teknologi, hingga pengembangan SDM nasional  yang profesional,&quot; katanya.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Pokok-pokok  Perjanjian atau Heads of Agreement (HoA) pengembangan proyek produksi  paracetamol dari Benzene oleh Direktur Utama PT KPI, Ignatius  Tallulembang dan Direktur Utama Kimia Farma, Verdi Budidarmo disaksikan  oleh Wamen BUMN I, Pahala Nugraha Mansury, Direktur Utama Pertamina  Nicke Widyawati serta Direktur Utama PT Bio Farma, Honesti Basyir pada  Rabu, 30 Desember 2020 kemarin.</content:encoded></item></channel></rss>
