<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Konsumen Ngadu ke BPOM, Ada Masker Bedah Daur Ulang</title><description>Badan Pengawas Obat dan Makanan mengungkapkan ada 7 masalah yang diadukan masyarakat terkait covid-19.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/08/320/2341214/konsumen-ngadu-ke-bpom-ada-masker-bedah-daur-ulang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/08/320/2341214/konsumen-ngadu-ke-bpom-ada-masker-bedah-daur-ulang"/><item><title>Konsumen Ngadu ke BPOM, Ada Masker Bedah Daur Ulang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/08/320/2341214/konsumen-ngadu-ke-bpom-ada-masker-bedah-daur-ulang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/08/320/2341214/konsumen-ngadu-ke-bpom-ada-masker-bedah-daur-ulang</guid><pubDate>Jum'at 08 Januari 2021 16:32 WIB</pubDate><dc:creator>Ferdi Rantung</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/08/320/2341214/konsumen-ngadu-ke-bpom-ada-masker-bedah-daur-ulang-qWxpr4Xhpf.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Waspada Virus Corona. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/08/320/2341214/konsumen-ngadu-ke-bpom-ada-masker-bedah-daur-ulang-qWxpr4Xhpf.jpeg</image><title>Waspada Virus Corona. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA -  Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengungkapkan ada 7 masalah yang diadukan masyarakat terkait covid-19. Sekretaris Utama Badan POM Elin Herlina mencatat setidaknya ada 649 masyarakat yang mengadu ataupun meminta informasi.
Baca juga: 3.692 Pengaduan Konsumen Selama 2020, Banyak Ngadu Jasa Keuangan
&quot;Dari 649 Sebanyak 42 atau 6,47% di antaranya merupakan pengaduan dan sisanya, 607 atau 95,53% merupakan permintaan informasi,&quot; katanya dalam konferensi pers YLKI, Jumat (8/1/2021).
Dia memaparkan, masalah yang diadukan seperti penjualan masker bedah daur ulang, penjualan test kit Covid-19 tanpa izin, penjualan hand sanitizer tanpa izin, overclaim obat herbal penyembuh Covid-19, overclaim hand moisturizer anti Covid-19, mahalnya harga masker dan hand sanitizer, dan  penjualan antivirus secara bebas.
Baca juga: Pengaduan Konsumen 2 Sektor Ini Naik Tajam Selama Covid-19
Sementara itu Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi mengungkapkan sejak awal masa pandemi Covid-19, jumlah aduan terkait obat, vitamin dan alkes ini memang mengalami peningkatan. YLKI mencatat sebanyak 3.962 keluhan selama 2020.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMS8wNS8xLzEyNjkzNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Pengaduan yang dimaksud berkaitan dengan harga produk  kesehatan yang melonjak, kelangkaan produk atau produk palsu,&quot; ujar  Tulus.
Dari data  YLKI,  harga obat yang mahal menjadi masalah yang sering  diadukan yaitu sebesar 85,7%. Sementara  hand sanitizer palsu,  kelangkaan produk dan keberatan kebijakan rapid test  masing-masing  sebesar 4,7%.</description><content:encoded>JAKARTA -  Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengungkapkan ada 7 masalah yang diadukan masyarakat terkait covid-19. Sekretaris Utama Badan POM Elin Herlina mencatat setidaknya ada 649 masyarakat yang mengadu ataupun meminta informasi.
Baca juga: 3.692 Pengaduan Konsumen Selama 2020, Banyak Ngadu Jasa Keuangan
&quot;Dari 649 Sebanyak 42 atau 6,47% di antaranya merupakan pengaduan dan sisanya, 607 atau 95,53% merupakan permintaan informasi,&quot; katanya dalam konferensi pers YLKI, Jumat (8/1/2021).
Dia memaparkan, masalah yang diadukan seperti penjualan masker bedah daur ulang, penjualan test kit Covid-19 tanpa izin, penjualan hand sanitizer tanpa izin, overclaim obat herbal penyembuh Covid-19, overclaim hand moisturizer anti Covid-19, mahalnya harga masker dan hand sanitizer, dan  penjualan antivirus secara bebas.
Baca juga: Pengaduan Konsumen 2 Sektor Ini Naik Tajam Selama Covid-19
Sementara itu Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi mengungkapkan sejak awal masa pandemi Covid-19, jumlah aduan terkait obat, vitamin dan alkes ini memang mengalami peningkatan. YLKI mencatat sebanyak 3.962 keluhan selama 2020.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMS8wNS8xLzEyNjkzNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Pengaduan yang dimaksud berkaitan dengan harga produk  kesehatan yang melonjak, kelangkaan produk atau produk palsu,&quot; ujar  Tulus.
Dari data  YLKI,  harga obat yang mahal menjadi masalah yang sering  diadukan yaitu sebesar 85,7%. Sementara  hand sanitizer palsu,  kelangkaan produk dan keberatan kebijakan rapid test  masing-masing  sebesar 4,7%.</content:encoded></item></channel></rss>
