<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bahas Vaksinasi Covid-19, Erick Thohir dan Budi Gunadi Datangi KPK</title><description>Erick Thohir dan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mendatangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/08/320/2341229/bahas-vaksinasi-covid-19-erick-thohir-dan-budi-gunadi-datangi-kpk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/08/320/2341229/bahas-vaksinasi-covid-19-erick-thohir-dan-budi-gunadi-datangi-kpk"/><item><title>Bahas Vaksinasi Covid-19, Erick Thohir dan Budi Gunadi Datangi KPK</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/08/320/2341229/bahas-vaksinasi-covid-19-erick-thohir-dan-budi-gunadi-datangi-kpk</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/08/320/2341229/bahas-vaksinasi-covid-19-erick-thohir-dan-budi-gunadi-datangi-kpk</guid><pubDate>Jum'at 08 Januari 2021 16:53 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/08/320/2341229/bahas-vaksinasi-covid-19-erick-thohir-dan-budi-gunadi-datangi-kpk-114pcD76Mp.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Vaksin Covid-19 (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/08/320/2341229/bahas-vaksinasi-covid-19-erick-thohir-dan-budi-gunadi-datangi-kpk-114pcD76Mp.jpeg</image><title>Vaksin Covid-19 (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mendatangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kedatangan Erick dan Budi untuk mengajak KPK ikut mengawal pendistribusian dan vaksinasi Covid-19.
Dalam pertemuannya, Erick menyampaikan sejumlah progres ihwal pendistribusian vaksin asal Sinovac, China yang sudah dilakukan PT Bio Farma (Persero) sejak 3-5 Januari 2021 di 34 Provinsi di Indonesia. Termasuk sistem satu data yang sudah disiapkan oleh Kementerian BUMN, PT Telkom Indonesia, Bio Farma.
Baca Juga: Jaga Kualitas, Ini 6 Hal Wajib yang Dilakukan saat Distribusi Vaksin Covid-19
 
&quot;Tadi ada tiga hal yang kami sampaikan kepada KPK, jadi kami di BUN mendapat penugasan, tugas yang diberikan kepada kami sudah seyogyanya kita jalankan secara baik-baik dan secara transparan mungkin,&quot; ujar Erick dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (8/1/2021).
Ihwal pendistribusian vaksin, dia kembali mengingatkan agar pemerintah secara konsisten agar mengamankan vaksin Sinovac agar tetap berada di suhu 2-8 derajat celsius. Hal itu demi menjaga kualitas saat program vaksinasi dilakukan.
Baca Juga: Sri Mulyani: Vaksin Covax Gratis, Kita Hemat Anggaran
 
Dia menyebut, jika vaksin Sinovac yang saat ini berada di Dinas Kesehatan Provinsi atau Kabupaten/Kota tidak diamankan dalam suhu yang telah ditentukan, maka vaksin yang akan diberikan untuk program vaksinasi kualitasnya sudah tidak sesuai.
Sementara terkait dengan infrastruktur sistem satu data, hal ini digunakan untuk  mengatur vaksinasi agar tepat sasaran. Adapun pemerintah juga berkolaborasi.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMS8wOC8xLzEyNzA3NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sistem yang tengah dibangun tersebut akan mendata penerima vaksin  melalui penyaringan data individu penerima vaksin prioritas. Setelah itu  akan dikembangkan aplikasi pendaftaran vaksin pemerintah dan mandiri  dengan memetakan distribusi vaksin dengan lokasi vaksinasi.
Di mana, seluruh data penerima vaksin Covid-19 prioritas sedang dalam  tahap pencocokan dan pengintegrasian dengan kementerian dan lembaga  terkait. Melalui sistem tersebut, peserta penerima vaksin tidak dapat  terdaftar di sistem lain sehingga meminimalisir kemungkinan duplikasi  dan dapat diterima masyarakat dengan tepat sasaran.
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mendatangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kedatangan Erick dan Budi untuk mengajak KPK ikut mengawal pendistribusian dan vaksinasi Covid-19.
Dalam pertemuannya, Erick menyampaikan sejumlah progres ihwal pendistribusian vaksin asal Sinovac, China yang sudah dilakukan PT Bio Farma (Persero) sejak 3-5 Januari 2021 di 34 Provinsi di Indonesia. Termasuk sistem satu data yang sudah disiapkan oleh Kementerian BUMN, PT Telkom Indonesia, Bio Farma.
Baca Juga: Jaga Kualitas, Ini 6 Hal Wajib yang Dilakukan saat Distribusi Vaksin Covid-19
 
&quot;Tadi ada tiga hal yang kami sampaikan kepada KPK, jadi kami di BUN mendapat penugasan, tugas yang diberikan kepada kami sudah seyogyanya kita jalankan secara baik-baik dan secara transparan mungkin,&quot; ujar Erick dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (8/1/2021).
Ihwal pendistribusian vaksin, dia kembali mengingatkan agar pemerintah secara konsisten agar mengamankan vaksin Sinovac agar tetap berada di suhu 2-8 derajat celsius. Hal itu demi menjaga kualitas saat program vaksinasi dilakukan.
Baca Juga: Sri Mulyani: Vaksin Covax Gratis, Kita Hemat Anggaran
 
Dia menyebut, jika vaksin Sinovac yang saat ini berada di Dinas Kesehatan Provinsi atau Kabupaten/Kota tidak diamankan dalam suhu yang telah ditentukan, maka vaksin yang akan diberikan untuk program vaksinasi kualitasnya sudah tidak sesuai.
Sementara terkait dengan infrastruktur sistem satu data, hal ini digunakan untuk  mengatur vaksinasi agar tepat sasaran. Adapun pemerintah juga berkolaborasi.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMS8wOC8xLzEyNzA3NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sistem yang tengah dibangun tersebut akan mendata penerima vaksin  melalui penyaringan data individu penerima vaksin prioritas. Setelah itu  akan dikembangkan aplikasi pendaftaran vaksin pemerintah dan mandiri  dengan memetakan distribusi vaksin dengan lokasi vaksinasi.
Di mana, seluruh data penerima vaksin Covid-19 prioritas sedang dalam  tahap pencocokan dan pengintegrasian dengan kementerian dan lembaga  terkait. Melalui sistem tersebut, peserta penerima vaksin tidak dapat  terdaftar di sistem lain sehingga meminimalisir kemungkinan duplikasi  dan dapat diterima masyarakat dengan tepat sasaran.
</content:encoded></item></channel></rss>
