<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wall Street Cetak Rekor, Indeks Nasdaq Pimpin Penguatan</title><description>Wall Street cetak rekor mencapai level tertinggi baru pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/09/278/2341461/wall-street-cetak-rekor-indeks-nasdaq-pimpin-penguatan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/09/278/2341461/wall-street-cetak-rekor-indeks-nasdaq-pimpin-penguatan"/><item><title>Wall Street Cetak Rekor, Indeks Nasdaq Pimpin Penguatan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/09/278/2341461/wall-street-cetak-rekor-indeks-nasdaq-pimpin-penguatan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/09/278/2341461/wall-street-cetak-rekor-indeks-nasdaq-pimpin-penguatan</guid><pubDate>Sabtu 09 Januari 2021 07:32 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/09/278/2341461/wall-street-cetak-rekor-indeks-nasdaq-pimpin-penguatan-rVWJzPtz30.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bursa saham Wall Street ditutup menguat (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/09/278/2341461/wall-street-cetak-rekor-indeks-nasdaq-pimpin-penguatan-rVWJzPtz30.jpg</image><title>Bursa saham Wall Street ditutup menguat (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</title></images><description>&amp;nbsp;JAKARTA - Wall Street cetak rekor mencapai level tertinggi baru pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Bursa saham AS menguat ketika muncul harapan lebih banyak stimulus dari Washington setelah Presiden terpilih AS Joe Biden mengatakan paket ekonominya akan mencapai triliunan dolar.
Baca Juga: Investor Abaikan Kerusuhan Capitol Hill, Pasar Saham Global Tetap Cuan
 
Indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 56,84 poin atau 0,18% menjadi ditutup di 31.097,97 poin. Indeks S&amp;amp;P 500 naik 20,89 poin atau 0,55%, menjadi menetap di 3.824,68 poin. Indeks Komposit Nasdaq melonjak 134,50 poin atau 1,03% menjadi berakhir di 13.201,98 poin, dilansir dari Antara, Sabtu (9/1/2021).
Tujuh dari 11 sektor utama S&amp;amp;P 500 berakhir di zona hijau, dengan consumer discretionary terangkat 1,8%, melampaui sektor lainnya. Sementara itu, sektor material tergelincir 0,51%, merupakan kelompok dengan kinerja terburuk.
Baca Juga: Wall Street Cetak Rekor Tertinggi di 2021
 
Reli terbaru Dow, S&amp;amp;P 500 dan Nasdaq mengabaikan data pasar tenaga kerja pada pagi hari yang menunjukkan ekonomi AS kehilangan pekerjaan untuk pertama kalinya dalam delapan bulan pada Desember, ketika negara itu tertekuk di bawah serangan COVID-19.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOS8yOS80LzEyMjk2Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Untuk minggu ini, S&amp;amp;P naik 1,83%, Dow bertambah 1,61% dan Nasdaq  melonjak 2,43%. Tetapi di akhir sesi, S&amp;amp;P mundur sedikit dari  puncaknya yang terbaru menyusul laporan bahwa Senator Demokrat AS Joe  Manchin menentang bantuan tunai langsung yang lebih besar sebelum  menangani pandemi virus corona. Pernyataan tersebut meresahkan investor  yang mengharapkan pembayaran stimulus lebih lanjut.
&amp;ldquo;Sungguh menakjubkan betapa sensitifnya kami terhadap perubahan  sekecil apa pun tentang kapan dan seberapa besar stimulusnya,&amp;rdquo; kata Ed  Moya, analis pasar senior di OANDA di New York.
&quot;Saham akan mulai dihargakan dalam paket bantuan ekonomi yang lebih  besar dari pemerintahan Biden,&quot; kata Moya. &quot;Itu akan terus menjadi  pendorong ekuitas,&quot; ucapnya.
</description><content:encoded>&amp;nbsp;JAKARTA - Wall Street cetak rekor mencapai level tertinggi baru pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Bursa saham AS menguat ketika muncul harapan lebih banyak stimulus dari Washington setelah Presiden terpilih AS Joe Biden mengatakan paket ekonominya akan mencapai triliunan dolar.
Baca Juga: Investor Abaikan Kerusuhan Capitol Hill, Pasar Saham Global Tetap Cuan
 
Indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 56,84 poin atau 0,18% menjadi ditutup di 31.097,97 poin. Indeks S&amp;amp;P 500 naik 20,89 poin atau 0,55%, menjadi menetap di 3.824,68 poin. Indeks Komposit Nasdaq melonjak 134,50 poin atau 1,03% menjadi berakhir di 13.201,98 poin, dilansir dari Antara, Sabtu (9/1/2021).
Tujuh dari 11 sektor utama S&amp;amp;P 500 berakhir di zona hijau, dengan consumer discretionary terangkat 1,8%, melampaui sektor lainnya. Sementara itu, sektor material tergelincir 0,51%, merupakan kelompok dengan kinerja terburuk.
Baca Juga: Wall Street Cetak Rekor Tertinggi di 2021
 
Reli terbaru Dow, S&amp;amp;P 500 dan Nasdaq mengabaikan data pasar tenaga kerja pada pagi hari yang menunjukkan ekonomi AS kehilangan pekerjaan untuk pertama kalinya dalam delapan bulan pada Desember, ketika negara itu tertekuk di bawah serangan COVID-19.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOS8yOS80LzEyMjk2Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Untuk minggu ini, S&amp;amp;P naik 1,83%, Dow bertambah 1,61% dan Nasdaq  melonjak 2,43%. Tetapi di akhir sesi, S&amp;amp;P mundur sedikit dari  puncaknya yang terbaru menyusul laporan bahwa Senator Demokrat AS Joe  Manchin menentang bantuan tunai langsung yang lebih besar sebelum  menangani pandemi virus corona. Pernyataan tersebut meresahkan investor  yang mengharapkan pembayaran stimulus lebih lanjut.
&amp;ldquo;Sungguh menakjubkan betapa sensitifnya kami terhadap perubahan  sekecil apa pun tentang kapan dan seberapa besar stimulusnya,&amp;rdquo; kata Ed  Moya, analis pasar senior di OANDA di New York.
&quot;Saham akan mulai dihargakan dalam paket bantuan ekonomi yang lebih  besar dari pemerintahan Biden,&quot; kata Moya. &quot;Itu akan terus menjadi  pendorong ekuitas,&quot; ucapnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
