<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BEI Siapkan Aturan IPO Perusahaan Startup</title><description>BEI menyiapkan aturan penawaran perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) untuk perusahaan rintisan atau startup.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/09/278/2341525/bei-siapkan-aturan-ipo-perusahaan-startup</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/09/278/2341525/bei-siapkan-aturan-ipo-perusahaan-startup"/><item><title>BEI Siapkan Aturan IPO Perusahaan Startup</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/09/278/2341525/bei-siapkan-aturan-ipo-perusahaan-startup</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/09/278/2341525/bei-siapkan-aturan-ipo-perusahaan-startup</guid><pubDate>Sabtu 09 Januari 2021 11:33 WIB</pubDate><dc:creator>Aditya Pratama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/09/278/2341525/bei-siapkan-aturan-ipo-perusahaan-startup-9zI9fDk0vP.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/09/278/2341525/bei-siapkan-aturan-ipo-perusahaan-startup-9zI9fDk0vP.jpeg</image><title>Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyiapkan aturan penawaran perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) untuk perusahaan rintisan atau startup. Dengan aturan baru ini diharapkan perusahaan startup semakin mudah melakukan IPO.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna mengatakan, pihaknya wajib mengikuti perkembangan tersebut dan take action untuk melakukan adaptasi sehingga dapat memberikan value proposition bagi stakehoders.
Baca Juga:&amp;nbsp;Melantai di BEI, Sunindo Adipersada Bidik Pasar Global Mainan Anak
&quot;Bursa proaktif mendapatkan feedback mengenai kebutuhan stakeholders (calon Perusahaan Tercatat) dan melakukan benchmarking ke bursa-bursa global,&quot; ujar Nyoman dalam keterangan tertulis, Sabtu (9/1/2021).
Nyoman menambahkan, rancangan peraturan pencatatan nomor I-A masih dalam tahap Rule-making-rule, di mana bulan Desember yang lalu BEI telah melakukan public hearing dan mengundang para stakeholder untuk menyampaikan tanggapan atas rancangan peraturan tersebut.
&quot;Tahap berikutnya Bursa akan mematangkan rancangan tersebut berdasarkan masukan yang diperoleh dan menyampaikan ke OJK. Kami harapkan peraturan tersebut akan rampung segera,&quot; kata dia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8xOS82Ny8xMjM1MTUvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Dalam rancangan perubahan peraturan pencatatan nomor I-A, Nyoman menyampaikan bahwa Bursa menyiapkan beberapa alternatif persyaratan pencatatan sehingga lebih dapat mengakomodasi berbagai karakteristik perusahaan yang akan mencatatkan sahamnya di BEI, termasuk namun tidak terbatas kepada unicorn startup di Indonesia.
&quot;Bursa Efek Indonesia selalu berupaya menjadi lebih inklusif tidak hanya untuk perusahaan-perusahaan teknologi namun juga perusahaan lainnya yang mempunyai karakteristik beragam dalam rangka mendukung pengembangan bisnis melalui pasar modal,&quot; ucapnya.Selain itu, berbagai upaya juga terus dilakukan BEI, antara lain  melalui Program IDX Incubator, Papan Akselerasi dan pengembangan  peraturan serta kebijakan lainnya yang diharapkan mendukung para  perusahaan-perusahaan teknologi dan startup untuk memanfaatkan pasar  modal Indonesia sebagai rumah pertumbuhan.
Sepanjang tahun 2020, BEI juga telah berdiskusi dengan para founders  dan manajemen perusahaan teknologi serta para pemodal seperti Private  Equity/Modal Ventura, dimana dari hasil diskusi tersebut BEI optimis  bahwa perusahaan-perusahaan teknologi tersebut dapat segera melakukan  IPO.
&quot;Sebagai informasi, berdasarkan catatan kami terdapat dua binaan IDX  Incubator yang saat ini sedang dalam proses evaluasi IPO dan masuk ke  dalam pipeline,&quot; tuturnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyiapkan aturan penawaran perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) untuk perusahaan rintisan atau startup. Dengan aturan baru ini diharapkan perusahaan startup semakin mudah melakukan IPO.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna mengatakan, pihaknya wajib mengikuti perkembangan tersebut dan take action untuk melakukan adaptasi sehingga dapat memberikan value proposition bagi stakehoders.
Baca Juga:&amp;nbsp;Melantai di BEI, Sunindo Adipersada Bidik Pasar Global Mainan Anak
&quot;Bursa proaktif mendapatkan feedback mengenai kebutuhan stakeholders (calon Perusahaan Tercatat) dan melakukan benchmarking ke bursa-bursa global,&quot; ujar Nyoman dalam keterangan tertulis, Sabtu (9/1/2021).
Nyoman menambahkan, rancangan peraturan pencatatan nomor I-A masih dalam tahap Rule-making-rule, di mana bulan Desember yang lalu BEI telah melakukan public hearing dan mengundang para stakeholder untuk menyampaikan tanggapan atas rancangan peraturan tersebut.
&quot;Tahap berikutnya Bursa akan mematangkan rancangan tersebut berdasarkan masukan yang diperoleh dan menyampaikan ke OJK. Kami harapkan peraturan tersebut akan rampung segera,&quot; kata dia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8xOS82Ny8xMjM1MTUvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Dalam rancangan perubahan peraturan pencatatan nomor I-A, Nyoman menyampaikan bahwa Bursa menyiapkan beberapa alternatif persyaratan pencatatan sehingga lebih dapat mengakomodasi berbagai karakteristik perusahaan yang akan mencatatkan sahamnya di BEI, termasuk namun tidak terbatas kepada unicorn startup di Indonesia.
&quot;Bursa Efek Indonesia selalu berupaya menjadi lebih inklusif tidak hanya untuk perusahaan-perusahaan teknologi namun juga perusahaan lainnya yang mempunyai karakteristik beragam dalam rangka mendukung pengembangan bisnis melalui pasar modal,&quot; ucapnya.Selain itu, berbagai upaya juga terus dilakukan BEI, antara lain  melalui Program IDX Incubator, Papan Akselerasi dan pengembangan  peraturan serta kebijakan lainnya yang diharapkan mendukung para  perusahaan-perusahaan teknologi dan startup untuk memanfaatkan pasar  modal Indonesia sebagai rumah pertumbuhan.
Sepanjang tahun 2020, BEI juga telah berdiskusi dengan para founders  dan manajemen perusahaan teknologi serta para pemodal seperti Private  Equity/Modal Ventura, dimana dari hasil diskusi tersebut BEI optimis  bahwa perusahaan-perusahaan teknologi tersebut dapat segera melakukan  IPO.
&quot;Sebagai informasi, berdasarkan catatan kami terdapat dua binaan IDX  Incubator yang saat ini sedang dalam proses evaluasi IPO dan masuk ke  dalam pipeline,&quot; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
