<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BPK Pastikan Akuntabilitas Pengadaan dan Distribusi Vaksin Covid-19</title><description>Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ikut memantau proses pengadaan dan distribusi vaksin covid-19.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/09/320/2341499/bpk-pastikan-akuntabilitas-pengadaan-dan-distribusi-vaksin-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/09/320/2341499/bpk-pastikan-akuntabilitas-pengadaan-dan-distribusi-vaksin-covid-19"/><item><title>BPK Pastikan Akuntabilitas Pengadaan dan Distribusi Vaksin Covid-19</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/09/320/2341499/bpk-pastikan-akuntabilitas-pengadaan-dan-distribusi-vaksin-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/09/320/2341499/bpk-pastikan-akuntabilitas-pengadaan-dan-distribusi-vaksin-covid-19</guid><pubDate>Sabtu 09 Januari 2021 10:18 WIB</pubDate><dc:creator>Kurniasih Miftakhul Jannah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/09/320/2341499/bpk-pastikan-akuntabilitas-pengadaan-dan-distribusi-vaksin-covid-19-hTgZFh4kA8.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Waspada Virus Corona. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/09/320/2341499/bpk-pastikan-akuntabilitas-pengadaan-dan-distribusi-vaksin-covid-19-hTgZFh4kA8.jpeg</image><title>Waspada Virus Corona. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ikut memantau proses pengadaan dan distribusi vaksin covid-19. Hal ini dilakukan untuk menjaga akuntabilitas pada proses pengadaan dan distribusi vaksin covid-19.
Ketua BPK Agung Firman Sampurna telah menerima kunjungan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk membahas pengadaan dan distribusi vaksin Covid-19.
Baca Juga: Jaga Kualitas, Ini 6 Hal Wajib yang Dilakukan saat Distribusi Vaksin Covid-19
Pertemuan yang diselenggarakan atas permohonan audiensi dari Kementerian BUMN ini, ketiga Pimpinan tersebut membahas pelaksanaan pengadaan dan distribusi vaksin yang dilaksanakan dalam kondisi kedaruratan (emergency) gelombang kedua pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia. Ketua BPK menjelaskan bahwa diskusi juga membahas berbagai permasalahan yang terindikasi sebagai risiko dalam kegiatan pengadaan dan distribusi vaksin.
Baca Juga: Sri Mulyani: Vaksin Covax Gratis, Kita Hemat Anggaran
&quot;Permasalahan tersebut meliputi antara lain risiko finansial dalam pengadaan dan distribusi vaksin serta isu-isu yang berkembang di masyarakat terkait keamanan, efikasi, dan efek samping, serta pelaksanaan distribusi vaksin kepada masyarakat melalui kerja sama dengan Pemerintah Daerah dan Rumah Sakit,&quot; jelas Ketua BPK, Sabtu (9/1/2020).
&quot;Sesuai dengan mandat, kami akan melaksanakan pemeriksaan untuk memastikan bahwa kegiatan pengadaan dan distribusi vaksin Covid-19 telah dilaksanakan secara transparan dan akuntabel sesuai dengan regulasi yang telah ditetapkan,&quot; pungkas Ketua BPK.
Sebelumnya, Erick Thohir dan Budi Gunadi Sadikin mendatangi kantor  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kedatangan Erick dan Budi untuk  mengajak KPK ikut mengawal pendistribusian dan vaksinasi Covid-19.
Dalam pertemuannya, Erick menyampaikan sejumlah progres ihwal  pendistribusian vaksin asal Sinovac, China yang sudah dilakukan PT Bio  Farma (Persero) sejak 3-5 Januari 2021 di 34 Provinsi di Indonesia.  Termasuk sistem satu data yang sudah disiapkan oleh Kementerian BUMN, PT  Telkom Indonesia, Bio Farma.
Baca Juga: Jaga Kualitas, Ini 6 Hal Wajib yang Dilakukan saat Distribusi Vaksin Covid-19
 
&quot;Tadi ada tiga hal yang kami sampaikan kepada KPK, jadi kami di BUN  mendapat penugasan, tugas yang diberikan kepada kami sudah seyogyanya  kita jalankan secara baik-baik dan secara transparan mungkin,&quot; ujar  Erick dalam konferensi pers</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ikut memantau proses pengadaan dan distribusi vaksin covid-19. Hal ini dilakukan untuk menjaga akuntabilitas pada proses pengadaan dan distribusi vaksin covid-19.
Ketua BPK Agung Firman Sampurna telah menerima kunjungan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk membahas pengadaan dan distribusi vaksin Covid-19.
Baca Juga: Jaga Kualitas, Ini 6 Hal Wajib yang Dilakukan saat Distribusi Vaksin Covid-19
Pertemuan yang diselenggarakan atas permohonan audiensi dari Kementerian BUMN ini, ketiga Pimpinan tersebut membahas pelaksanaan pengadaan dan distribusi vaksin yang dilaksanakan dalam kondisi kedaruratan (emergency) gelombang kedua pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia. Ketua BPK menjelaskan bahwa diskusi juga membahas berbagai permasalahan yang terindikasi sebagai risiko dalam kegiatan pengadaan dan distribusi vaksin.
Baca Juga: Sri Mulyani: Vaksin Covax Gratis, Kita Hemat Anggaran
&quot;Permasalahan tersebut meliputi antara lain risiko finansial dalam pengadaan dan distribusi vaksin serta isu-isu yang berkembang di masyarakat terkait keamanan, efikasi, dan efek samping, serta pelaksanaan distribusi vaksin kepada masyarakat melalui kerja sama dengan Pemerintah Daerah dan Rumah Sakit,&quot; jelas Ketua BPK, Sabtu (9/1/2020).
&quot;Sesuai dengan mandat, kami akan melaksanakan pemeriksaan untuk memastikan bahwa kegiatan pengadaan dan distribusi vaksin Covid-19 telah dilaksanakan secara transparan dan akuntabel sesuai dengan regulasi yang telah ditetapkan,&quot; pungkas Ketua BPK.
Sebelumnya, Erick Thohir dan Budi Gunadi Sadikin mendatangi kantor  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kedatangan Erick dan Budi untuk  mengajak KPK ikut mengawal pendistribusian dan vaksinasi Covid-19.
Dalam pertemuannya, Erick menyampaikan sejumlah progres ihwal  pendistribusian vaksin asal Sinovac, China yang sudah dilakukan PT Bio  Farma (Persero) sejak 3-5 Januari 2021 di 34 Provinsi di Indonesia.  Termasuk sistem satu data yang sudah disiapkan oleh Kementerian BUMN, PT  Telkom Indonesia, Bio Farma.
Baca Juga: Jaga Kualitas, Ini 6 Hal Wajib yang Dilakukan saat Distribusi Vaksin Covid-19
 
&quot;Tadi ada tiga hal yang kami sampaikan kepada KPK, jadi kami di BUN  mendapat penugasan, tugas yang diberikan kepada kami sudah seyogyanya  kita jalankan secara baik-baik dan secara transparan mungkin,&quot; ujar  Erick dalam konferensi pers</content:encoded></item></channel></rss>
