<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Iseng-Iseng Cuan, Pria Ini Bisnis Pakaian Kucing</title><description>Di tengah kesulitan ekonomi, Fredi Lugina Priadi mencoba peruntungan bisnis pakaian.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/09/455/2341490/iseng-iseng-cuan-pria-ini-bisnis-pakaian-kucing</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/09/455/2341490/iseng-iseng-cuan-pria-ini-bisnis-pakaian-kucing"/><item><title>Iseng-Iseng Cuan, Pria Ini Bisnis Pakaian Kucing</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/09/455/2341490/iseng-iseng-cuan-pria-ini-bisnis-pakaian-kucing</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/09/455/2341490/iseng-iseng-cuan-pria-ini-bisnis-pakaian-kucing</guid><pubDate>Sabtu 09 Januari 2021 09:44 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/09/455/2341490/iseng-iseng-cuan-pria-ini-bisnis-pakaian-kucing-7eETuFfeS5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kucing (Foto: Ytmg)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/09/455/2341490/iseng-iseng-cuan-pria-ini-bisnis-pakaian-kucing-7eETuFfeS5.jpg</image><title>Kucing (Foto: Ytmg)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Di tengah kesulitan ekonomi, Fredi Lugina Priadi mencoba peruntungan bisnis pakaian. Namun bukan pakaian manusia, Fredi menekuni bisnis pakaian kucing.
Ini bukan bukan bisnis haute couture atau adibusana. Tapi bagi Fredi, bisnis yang satu ini memberinya ruang untuk mencurahkan aspirasi seninya di bidang rancang busana sekaligus memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.
Setelah berhenti mengajar karena gaji yang kecil, Fredi sebetulnya mencoba berbagai bisnis, termasuk membuka bengkel sepeda motor. Hasilnya tidak seperti yang diharapkan. Begitu pun ketika ia membuka toko jahit pakaian pinggir jalan di Bogor.
Baca juga: Ikan Tuna Sirip Biru Dijual Rp2,8 Miliar di Pelelangan
Peruntungannya berubah setelah ia berbincang-bincang dengan kakak dan keponakannya yang gemar memelihara kucing. Mereka mengusulkan, mengapa ia tidak mencoba bisnis pakaian kucing.
&amp;ldquo;Awalnya saya anggap itu aneh. Masak sih kucing atau anjing mengenakan pakaian? Tapi setelah saya search dan lihat di Google, eh lucu juga kalau kucing atau hewan pakai pakaian,&amp;rdquo; kata Fredi dilansir dari VOA, Sabtu (9/1/2020).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8yNi80LzEyNjUwMC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Bisnis pakaian kucing ini dimulainya sejak 2017. Awalnya terkesan kurang menjanjikan. Fredi menawarkan pakaian-pakaian kucing hasil karyanya secara online lewat media sosial, seperti Facebook dan Instagram. Ia juga memasarkannya ke toko-toko hewan dengan sistem konsesi, dan sesekali menerima pesanan khusus. Namun, seiring perjalanan waktu, dan makin populernya sosial media, permintaan pun makin meningkat.
Semasa pandemi, pria berusia 39 tahun ini mengaku, bisnisnya meningkat 20 hingga 30%. Ia kini sibuk menerima pesanan dari para pemilik hewan peliharaan yang ingin kucing atau anjing mereka berpakaian mirip Superman, Thor, atau tokoh-tokoh imajinasi lain. Tak sedikit juga pecinta hewan yang memesan pakaian seragam perawat, polisi, tentara atau bahkan busana Muslim. Beberapa pelangganya bahkan dari luar negeri.Setiap bulannya Fredi kini meraup pendapatan sekitar 2,5 hingga 3  juta rupiah. Pakaian-pakaian itu dipasarkan dari harga 100 ribu hingga  150 ribu rupiah per potong.Sesekali Fredi menerima pesanan khusus dan  harganya bisa melambung hingga lima ratus ribu rupiah.
Risma Sandra Irawan, seorang warga Jakarta, adalah satu pelanggan  setia Fredi. Risma mengaku, ia rajin membeli pakaian kucing sekedar  untuk bersenang-senang dan menyalurkan stres.
Ia telah membeli sedikitnya 30 pakain untuk kucing kesayangannya,  Sogan. Ia bahkan tak jarang memesan khusus pakaian untuk acara-acara  khusus seperti Idul Fitri dan Natal.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMS8wNy81Ny8xMjcwMTMvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&amp;ldquo;Karena aku kan punya TikTok untuk kucing aku. Follower-nya itu sudah  60 ribu. Karena semakin banyak follower, aku makin kreatif. Semakin  banyak gaya dan pakaian yang aku harus punya,&amp;rdquo; katanya.
Komang Trisanti, juga seorang pelanggan Fredi, mengaku senang memiliki koleksi pakaian untuk empat kucing kesayangannya.
&amp;ldquo;Sebenarnya untuk lucu-lucuan saja sih. Karena saya kan punya  beberapa kucing. Saya tuh suka banget sama kucing. Iseng-iseng saya  melihat iklan di aplikasi Marketplace, ada yang jual pakaian kucing.  Saya beli, eh ternyata lucu ketika dikenakan ke kucing saya,&amp;rdquo;  komentarnya.Menurut Fredi, sementara banyak orang yang menilai pakaian-pakaian   hasil karyanya menarik, tak jarang ia mendapat kritikan di media sosial   terkait kesejahteraan hewan. Seorang warga Amerika, katanya, pernah   mengecamnya karena dengan memproduksi pakaian hewan seperti membuka   peluang terjadinya perlakuan keji terhadap hewan.
Fredi sendiri tidak membantahnya, dan ia selalu menyarankan para   pelanggannya untuk tidak terlalu lama mengenakan pakaian pada hewan   peliharaan mereka untuk menghindari terjadinya stres pada hewan.
&amp;ldquo;Produk saya ini hanya sekadar aksesori. Hewan itu sudah memiliki   pakaian yang paling sempurna, yang diberikan oleh Tuhan, yaitu bulu-bulu   mereka,&amp;ldquo; jelas Fredi.
Menyusul booming foto atau video di media sosial tentang hewan   peliharaan yang didandani, dan sering kali dengan pose atau pakaian yang   semakin aneh, beberapa kelompok kesejahteraan hewan telah mengeluarkan   pedoman untuk membuat pemilik lebih sadar akan tanda-tanda stres yang   mungkin dialami hewan peliharaan mereka.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Di tengah kesulitan ekonomi, Fredi Lugina Priadi mencoba peruntungan bisnis pakaian. Namun bukan pakaian manusia, Fredi menekuni bisnis pakaian kucing.
Ini bukan bukan bisnis haute couture atau adibusana. Tapi bagi Fredi, bisnis yang satu ini memberinya ruang untuk mencurahkan aspirasi seninya di bidang rancang busana sekaligus memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.
Setelah berhenti mengajar karena gaji yang kecil, Fredi sebetulnya mencoba berbagai bisnis, termasuk membuka bengkel sepeda motor. Hasilnya tidak seperti yang diharapkan. Begitu pun ketika ia membuka toko jahit pakaian pinggir jalan di Bogor.
Baca juga: Ikan Tuna Sirip Biru Dijual Rp2,8 Miliar di Pelelangan
Peruntungannya berubah setelah ia berbincang-bincang dengan kakak dan keponakannya yang gemar memelihara kucing. Mereka mengusulkan, mengapa ia tidak mencoba bisnis pakaian kucing.
&amp;ldquo;Awalnya saya anggap itu aneh. Masak sih kucing atau anjing mengenakan pakaian? Tapi setelah saya search dan lihat di Google, eh lucu juga kalau kucing atau hewan pakai pakaian,&amp;rdquo; kata Fredi dilansir dari VOA, Sabtu (9/1/2020).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8yNi80LzEyNjUwMC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Bisnis pakaian kucing ini dimulainya sejak 2017. Awalnya terkesan kurang menjanjikan. Fredi menawarkan pakaian-pakaian kucing hasil karyanya secara online lewat media sosial, seperti Facebook dan Instagram. Ia juga memasarkannya ke toko-toko hewan dengan sistem konsesi, dan sesekali menerima pesanan khusus. Namun, seiring perjalanan waktu, dan makin populernya sosial media, permintaan pun makin meningkat.
Semasa pandemi, pria berusia 39 tahun ini mengaku, bisnisnya meningkat 20 hingga 30%. Ia kini sibuk menerima pesanan dari para pemilik hewan peliharaan yang ingin kucing atau anjing mereka berpakaian mirip Superman, Thor, atau tokoh-tokoh imajinasi lain. Tak sedikit juga pecinta hewan yang memesan pakaian seragam perawat, polisi, tentara atau bahkan busana Muslim. Beberapa pelangganya bahkan dari luar negeri.Setiap bulannya Fredi kini meraup pendapatan sekitar 2,5 hingga 3  juta rupiah. Pakaian-pakaian itu dipasarkan dari harga 100 ribu hingga  150 ribu rupiah per potong.Sesekali Fredi menerima pesanan khusus dan  harganya bisa melambung hingga lima ratus ribu rupiah.
Risma Sandra Irawan, seorang warga Jakarta, adalah satu pelanggan  setia Fredi. Risma mengaku, ia rajin membeli pakaian kucing sekedar  untuk bersenang-senang dan menyalurkan stres.
Ia telah membeli sedikitnya 30 pakain untuk kucing kesayangannya,  Sogan. Ia bahkan tak jarang memesan khusus pakaian untuk acara-acara  khusus seperti Idul Fitri dan Natal.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMS8wNy81Ny8xMjcwMTMvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&amp;ldquo;Karena aku kan punya TikTok untuk kucing aku. Follower-nya itu sudah  60 ribu. Karena semakin banyak follower, aku makin kreatif. Semakin  banyak gaya dan pakaian yang aku harus punya,&amp;rdquo; katanya.
Komang Trisanti, juga seorang pelanggan Fredi, mengaku senang memiliki koleksi pakaian untuk empat kucing kesayangannya.
&amp;ldquo;Sebenarnya untuk lucu-lucuan saja sih. Karena saya kan punya  beberapa kucing. Saya tuh suka banget sama kucing. Iseng-iseng saya  melihat iklan di aplikasi Marketplace, ada yang jual pakaian kucing.  Saya beli, eh ternyata lucu ketika dikenakan ke kucing saya,&amp;rdquo;  komentarnya.Menurut Fredi, sementara banyak orang yang menilai pakaian-pakaian   hasil karyanya menarik, tak jarang ia mendapat kritikan di media sosial   terkait kesejahteraan hewan. Seorang warga Amerika, katanya, pernah   mengecamnya karena dengan memproduksi pakaian hewan seperti membuka   peluang terjadinya perlakuan keji terhadap hewan.
Fredi sendiri tidak membantahnya, dan ia selalu menyarankan para   pelanggannya untuk tidak terlalu lama mengenakan pakaian pada hewan   peliharaan mereka untuk menghindari terjadinya stres pada hewan.
&amp;ldquo;Produk saya ini hanya sekadar aksesori. Hewan itu sudah memiliki   pakaian yang paling sempurna, yang diberikan oleh Tuhan, yaitu bulu-bulu   mereka,&amp;ldquo; jelas Fredi.
Menyusul booming foto atau video di media sosial tentang hewan   peliharaan yang didandani, dan sering kali dengan pose atau pakaian yang   semakin aneh, beberapa kelompok kesejahteraan hewan telah mengeluarkan   pedoman untuk membuat pemilik lebih sadar akan tanda-tanda stres yang   mungkin dialami hewan peliharaan mereka.</content:encoded></item></channel></rss>
