<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Fakta Meroketnya Harga Kedelai, Ukuran Tahu Tempe Menciut</title><description>Kedelai di Indonesia sedang mengalami kelangkaan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/10/320/2341745/5-fakta-meroketnya-harga-kedelai-ukuran-tahu-tempe-menciut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/10/320/2341745/5-fakta-meroketnya-harga-kedelai-ukuran-tahu-tempe-menciut"/><item><title>5 Fakta Meroketnya Harga Kedelai, Ukuran Tahu Tempe Menciut</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/10/320/2341745/5-fakta-meroketnya-harga-kedelai-ukuran-tahu-tempe-menciut</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/10/320/2341745/5-fakta-meroketnya-harga-kedelai-ukuran-tahu-tempe-menciut</guid><pubDate>Minggu 10 Januari 2021 06:05 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/09/320/2341745/5-fakta-meroketnya-harga-kedelai-ukuran-tahu-tempe-menciut-3pGjWTHXBB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kedelai (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/09/320/2341745/5-fakta-meroketnya-harga-kedelai-ukuran-tahu-tempe-menciut-3pGjWTHXBB.jpg</image><title>Kedelai (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kedelai di Indonesia sedang mengalami kelangkaan. Hal ini lantaran pasokan dari para importir mengalami kendala karena distribusi dari luar negeri terhambat hingga membuat harga tahu dan tempe mengalami lonjakan.
Berikut fakta-fakta polemik harga kedelai yang telah dirangkum Okezone, Minggu (10/1/2021).
1. Mentan Bakal Lipatgandakan Produk Lokal
Kementerian Pertanian (Kementan) meningkatkan produksi kedelai dalam jangka pendek. Hal ini seiring kenaikkan harga kedelai di dalam negeri yang berdampak pada mahalnya tahu dan tempe.
&quot;(Kenaikkan harga kedelai) Saya akan sikapi di lapangan. Saya tidak mau janji dulu karena saya lagi kerja. Dan Insya Allah dari agenda-agenda yang kita siapkan hari ini mudah-mudahan bisa menjadi jawaban,&quot; ujar Mentan Syahrul Yasin Limpo usai bertemu Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) di Gedung Ditjen Tanaman Pangan Jakarta.
Baca Juga:&amp;nbsp; Cabai Rawit hingga Tahu Tempe Bikin Inflasi di Minggu Pertama 2021
 
2. Butuh 100 Hari Panen Kedelai di Indonesia
Menurut Syahrul, dalam satu kali pertanaman setidaknya dibutuhkan 100 hari hingga panen. Pihaknya menargetkan bisa melakukan dua kali musim tanam agar ketersediaan bisa lebih besar dan digunakan pengrajin tahu tempe.
&quot;Jadi paling penting ketersediaannya, bukan hanya harga. Tentu saja bekerja sama dengan kementerian lain. Kedelai lokal harus menjadi kekuatan kita,&quot; tandas dia.
Baca Juga: Masalah Disparitas Harga Kedelai Lokal dan Impor Harus Dibenahi
 
3. Kedelai Impor Bakal Diganti Produksi Lokal
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, Pertanian (KPKP) DKI, Suharini Eliawati mengatakan demi menyelesaikan masalah tersebut, sementara kedelai impor diganti dengan produksi lokal.
Meski begitu, ketersediaan kedelai lokal yang hanya 30% belum bisa diyakini akan menutupi kebutuhan di wilayah Ibu Kota.
&quot;Pemerintah akan menonjolkan kedelai lokal yang saat ini baru mencukupi 30% kebutuhan kedelai dalam antisipasi kebutuhan kedelai import,&quot; kata Suharini dalam keterangan tertulis.4. Kelangkaan Tahu Tempe Karena Mahalnya Kedelai
Dia menjelaskan, kelangkaan tahu tempe di Jakarta karena mahalnya  harga kedelai yang membuat para pengrajin bahan lauk itu memutuskan  untuk mogok produksi. Selain itu, naiknya harga kedelai disebabkan  akibat Tiongkok meningkatkan kuota impor kedelai sebesar 60%.
&quot;Harga bahan baku tahu tempe yaitu kedelai import dari Rp7.000  menjadi Rp9.200-9500 telah berdampak terhadap produksi tahu tempe saat  ini,&quot; ujarnya.
 
5. Kelangkaan Tahu Tempe Tak Terjadi Dalam Waktu Lama
Menurut dia, kelangkaan tahu tempe di pasaran tak terjadi dalam waktu  lama. Kata dia, 1 hingga 3 Januari tahu dan tempe mengalami kelangkaan.  Tapi Senin kemarin sudah mulai beredar lagi dengan harga yang lebih  tinggi dari sebelumnya.
&quot;Pada tanggal 4 Januari 2021 DKPKP juga melakukan pemantauan tahu  tempe di pasar tradisional, dan tahu tempe sudah ada dipasar dengan  penyesuaian harga. Kenaikan harga tahu tempe sekitar Rp2.000,&quot; kata dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Kedelai di Indonesia sedang mengalami kelangkaan. Hal ini lantaran pasokan dari para importir mengalami kendala karena distribusi dari luar negeri terhambat hingga membuat harga tahu dan tempe mengalami lonjakan.
Berikut fakta-fakta polemik harga kedelai yang telah dirangkum Okezone, Minggu (10/1/2021).
1. Mentan Bakal Lipatgandakan Produk Lokal
Kementerian Pertanian (Kementan) meningkatkan produksi kedelai dalam jangka pendek. Hal ini seiring kenaikkan harga kedelai di dalam negeri yang berdampak pada mahalnya tahu dan tempe.
&quot;(Kenaikkan harga kedelai) Saya akan sikapi di lapangan. Saya tidak mau janji dulu karena saya lagi kerja. Dan Insya Allah dari agenda-agenda yang kita siapkan hari ini mudah-mudahan bisa menjadi jawaban,&quot; ujar Mentan Syahrul Yasin Limpo usai bertemu Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) di Gedung Ditjen Tanaman Pangan Jakarta.
Baca Juga:&amp;nbsp; Cabai Rawit hingga Tahu Tempe Bikin Inflasi di Minggu Pertama 2021
 
2. Butuh 100 Hari Panen Kedelai di Indonesia
Menurut Syahrul, dalam satu kali pertanaman setidaknya dibutuhkan 100 hari hingga panen. Pihaknya menargetkan bisa melakukan dua kali musim tanam agar ketersediaan bisa lebih besar dan digunakan pengrajin tahu tempe.
&quot;Jadi paling penting ketersediaannya, bukan hanya harga. Tentu saja bekerja sama dengan kementerian lain. Kedelai lokal harus menjadi kekuatan kita,&quot; tandas dia.
Baca Juga: Masalah Disparitas Harga Kedelai Lokal dan Impor Harus Dibenahi
 
3. Kedelai Impor Bakal Diganti Produksi Lokal
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, Pertanian (KPKP) DKI, Suharini Eliawati mengatakan demi menyelesaikan masalah tersebut, sementara kedelai impor diganti dengan produksi lokal.
Meski begitu, ketersediaan kedelai lokal yang hanya 30% belum bisa diyakini akan menutupi kebutuhan di wilayah Ibu Kota.
&quot;Pemerintah akan menonjolkan kedelai lokal yang saat ini baru mencukupi 30% kebutuhan kedelai dalam antisipasi kebutuhan kedelai import,&quot; kata Suharini dalam keterangan tertulis.4. Kelangkaan Tahu Tempe Karena Mahalnya Kedelai
Dia menjelaskan, kelangkaan tahu tempe di Jakarta karena mahalnya  harga kedelai yang membuat para pengrajin bahan lauk itu memutuskan  untuk mogok produksi. Selain itu, naiknya harga kedelai disebabkan  akibat Tiongkok meningkatkan kuota impor kedelai sebesar 60%.
&quot;Harga bahan baku tahu tempe yaitu kedelai import dari Rp7.000  menjadi Rp9.200-9500 telah berdampak terhadap produksi tahu tempe saat  ini,&quot; ujarnya.
 
5. Kelangkaan Tahu Tempe Tak Terjadi Dalam Waktu Lama
Menurut dia, kelangkaan tahu tempe di pasaran tak terjadi dalam waktu  lama. Kata dia, 1 hingga 3 Januari tahu dan tempe mengalami kelangkaan.  Tapi Senin kemarin sudah mulai beredar lagi dengan harga yang lebih  tinggi dari sebelumnya.
&quot;Pada tanggal 4 Januari 2021 DKPKP juga melakukan pemantauan tahu  tempe di pasar tradisional, dan tahu tempe sudah ada dipasar dengan  penyesuaian harga. Kenaikan harga tahu tempe sekitar Rp2.000,&quot; kata dia.</content:encoded></item></channel></rss>
