<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>6 Fakta Harga Cabai Makin Pedas, Daging Ikut-Ikutan Mahal</title><description>Belum selesai persoalan harga tempe dan tahu karena tingginya harga kedelai.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/10/320/2341757/6-fakta-harga-cabai-makin-pedas-daging-ikut-ikutan-mahal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/10/320/2341757/6-fakta-harga-cabai-makin-pedas-daging-ikut-ikutan-mahal"/><item><title>6 Fakta Harga Cabai Makin Pedas, Daging Ikut-Ikutan Mahal</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/10/320/2341757/6-fakta-harga-cabai-makin-pedas-daging-ikut-ikutan-mahal</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/10/320/2341757/6-fakta-harga-cabai-makin-pedas-daging-ikut-ikutan-mahal</guid><pubDate>Minggu 10 Januari 2021 10:52 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/09/320/2341757/6-fakta-harga-cabai-makin-pedas-daging-ikut-ikutan-mahal-VorOmflvMW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Cabai (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/09/320/2341757/6-fakta-harga-cabai-makin-pedas-daging-ikut-ikutan-mahal-VorOmflvMW.jpg</image><title>Cabai (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Belum selesai persoalan harga tempe dan tahu karena tingginya harga kedelai. Saat ini pedagang pasar dihadapkan pada dua komoditas yang harganya terus melonjak, yaitu cabai dan daging sapi.
Terkait hal itu, Okezone telah merangkum beberapa fakta menarik, Jakarta, Minggu (8/1/2021).
1. Harga Cabai Tembus Rp100 Ribu, Daging Sapi Capai Rp126 ribu
Menurut Ketua Bidang Infokom DPP IKAPPI Reynaldi Sarijowan kenaikan itu harus diwaspadai oleh pemerintah karena kini harga cabai sudah tembus Rp100 ribu dan daging sapi mencapai Rp126 ribu per kilogramnya.
 
2. Pemerintah Klaim Stok Pangan Aman, Tapi Pedagang Bingung Harga Tak Kunjung Turun
Reynaldi menilai klaim dari pemerintah itu amat bertolakbelakang dengan keadaan sebenarnya yang terjadi di lapangan.
&quot;Kita ketahui tempe dan tahu sempat hilang peredarannya di pasar tradisional karna isu naiknya harga kedelai internasional, walaupun Kemendag menyatakan bahwa stok aman, tapi fakta yang ada di lapangan harga masih tinggi dan pedagang tetap mendapatkan harga penyesuaian yang baru,&quot; kata Reynaldi kepada Okezone, Kamis (7/1/2021).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8zMC80LzEyNjY1OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
3. Harga Cabai Dinilai Sulit Turun
Dia menjelaskan, kenaikan harga cabai sejak sebulan yang lalu, kini harganya sulit untuk kembali ke masa normal lagi.
&quot;Kenaikan ini kami nilai tidak wajar karna daya beli masyarakat belum kembali pulih pasca Natal dan tahun baru. Daya beli masyarakat belum aman seperti Natal dan tahun baru pada tahun tahun sebelumnya karena Pandemi Covid-19 yang belum usai,&quot; ujarnya.
4. Pedagang Minta Pemerintah Lakukan Ini
 
Dia meminta kepada pemerintah melalukan subsidi silang dari daerah daerah penghasil untuk memenuhi kebutuhan daerah daerah yang membutuhkan konsumsi besar seperti Jabodetabek
&quot;Hanya itu solusi sementara ini, sembari kita menyiapkan tata niaga kelola pangan di 2021,&quot; kata dia.
5. Terkaitu Kenaikan Harga Daging Sapi, Ini Saran Pedagang
 
Sementara itu, terkait persoalan kenaikan harga daging sapi, dirinya  mengimbau pemerintah agar melakukan penelusuran terhadap importir sapi  atau Rumah Potong Hewan (RPH) sapi agar stok di pasar tidak berkurang  dan harga kembali turun. Sebab kalau dibiarkan begitu saja maka potensi  kenaikannya akan jauh lebih tinggi.
&quot;Jika pangan aman dan harga tidak tinggi pedagang tidak akan merugi  tapi jika modal yang kami keluarkan sudah tinggi maka kami akan  kesulitan untuk menjualnya,&quot; katanya.
 
6. Kementan Jelaskan Alasan Harga Cabai yang Meroket
Kementerian Pertanian angkat bicara mengenai mahalnya harga cabai  saat Natal dan jelang Tahun Baru. Harga cabai mahal karena permintaan  tinggi di tengah libur panjang Natal dan akhir tahun.
&amp;ldquo;Ini tentu fenomena tahunan, namun tidak terjadi secara merata di  semua tempat. Karenanya Kementan melakukan operasi pasar terbatas pada  daerah-daerah yang melonjak permintaaannya,&amp;rdquo; jelas Kepala Biro Humas dan  Informasi Publik, Kementan Kuntoro Boga di Jakarta, Senin (28/12/2020).
Kuntoro menambahkan, segera pertanaman cabai di Jawa Tengah akan  menuju masa panen pada pertengahan Januari 2021. Bahkan wilayah Jawa  Timur khususnya Kediri, Blitar Banyuwangi dan Jember akan mulai panen  raya pada bulan Januari.
&amp;ldquo;Pasokan juga memang sedikit berkurang saat ini karena puncak musim  hujan, tapi Kementan berupaya dengan stok yang ada untuk melakukan  stabilisasi harga. Kita dorong distribusinya dari daerah panen ke  wilayah yang kekurangan stok,&amp;rdquo; tegasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Belum selesai persoalan harga tempe dan tahu karena tingginya harga kedelai. Saat ini pedagang pasar dihadapkan pada dua komoditas yang harganya terus melonjak, yaitu cabai dan daging sapi.
Terkait hal itu, Okezone telah merangkum beberapa fakta menarik, Jakarta, Minggu (8/1/2021).
1. Harga Cabai Tembus Rp100 Ribu, Daging Sapi Capai Rp126 ribu
Menurut Ketua Bidang Infokom DPP IKAPPI Reynaldi Sarijowan kenaikan itu harus diwaspadai oleh pemerintah karena kini harga cabai sudah tembus Rp100 ribu dan daging sapi mencapai Rp126 ribu per kilogramnya.
 
2. Pemerintah Klaim Stok Pangan Aman, Tapi Pedagang Bingung Harga Tak Kunjung Turun
Reynaldi menilai klaim dari pemerintah itu amat bertolakbelakang dengan keadaan sebenarnya yang terjadi di lapangan.
&quot;Kita ketahui tempe dan tahu sempat hilang peredarannya di pasar tradisional karna isu naiknya harga kedelai internasional, walaupun Kemendag menyatakan bahwa stok aman, tapi fakta yang ada di lapangan harga masih tinggi dan pedagang tetap mendapatkan harga penyesuaian yang baru,&quot; kata Reynaldi kepada Okezone, Kamis (7/1/2021).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8zMC80LzEyNjY1OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
3. Harga Cabai Dinilai Sulit Turun
Dia menjelaskan, kenaikan harga cabai sejak sebulan yang lalu, kini harganya sulit untuk kembali ke masa normal lagi.
&quot;Kenaikan ini kami nilai tidak wajar karna daya beli masyarakat belum kembali pulih pasca Natal dan tahun baru. Daya beli masyarakat belum aman seperti Natal dan tahun baru pada tahun tahun sebelumnya karena Pandemi Covid-19 yang belum usai,&quot; ujarnya.
4. Pedagang Minta Pemerintah Lakukan Ini
 
Dia meminta kepada pemerintah melalukan subsidi silang dari daerah daerah penghasil untuk memenuhi kebutuhan daerah daerah yang membutuhkan konsumsi besar seperti Jabodetabek
&quot;Hanya itu solusi sementara ini, sembari kita menyiapkan tata niaga kelola pangan di 2021,&quot; kata dia.
5. Terkaitu Kenaikan Harga Daging Sapi, Ini Saran Pedagang
 
Sementara itu, terkait persoalan kenaikan harga daging sapi, dirinya  mengimbau pemerintah agar melakukan penelusuran terhadap importir sapi  atau Rumah Potong Hewan (RPH) sapi agar stok di pasar tidak berkurang  dan harga kembali turun. Sebab kalau dibiarkan begitu saja maka potensi  kenaikannya akan jauh lebih tinggi.
&quot;Jika pangan aman dan harga tidak tinggi pedagang tidak akan merugi  tapi jika modal yang kami keluarkan sudah tinggi maka kami akan  kesulitan untuk menjualnya,&quot; katanya.
 
6. Kementan Jelaskan Alasan Harga Cabai yang Meroket
Kementerian Pertanian angkat bicara mengenai mahalnya harga cabai  saat Natal dan jelang Tahun Baru. Harga cabai mahal karena permintaan  tinggi di tengah libur panjang Natal dan akhir tahun.
&amp;ldquo;Ini tentu fenomena tahunan, namun tidak terjadi secara merata di  semua tempat. Karenanya Kementan melakukan operasi pasar terbatas pada  daerah-daerah yang melonjak permintaaannya,&amp;rdquo; jelas Kepala Biro Humas dan  Informasi Publik, Kementan Kuntoro Boga di Jakarta, Senin (28/12/2020).
Kuntoro menambahkan, segera pertanaman cabai di Jawa Tengah akan  menuju masa panen pada pertengahan Januari 2021. Bahkan wilayah Jawa  Timur khususnya Kediri, Blitar Banyuwangi dan Jember akan mulai panen  raya pada bulan Januari.
&amp;ldquo;Pasokan juga memang sedikit berkurang saat ini karena puncak musim  hujan, tapi Kementan berupaya dengan stok yang ada untuk melakukan  stabilisasi harga. Kita dorong distribusinya dari daerah panen ke  wilayah yang kekurangan stok,&amp;rdquo; tegasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
