<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Rupiah Kian Melemah ke Level Rp14.052/USD</title><description>Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) semakin melemah pada perdagangan hari.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/11/320/2342294/rupiah-kian-melemah-ke-level-rp14-052-usd</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/11/320/2342294/rupiah-kian-melemah-ke-level-rp14-052-usd"/><item><title>   Rupiah Kian Melemah ke Level Rp14.052/USD</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/11/320/2342294/rupiah-kian-melemah-ke-level-rp14-052-usd</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/11/320/2342294/rupiah-kian-melemah-ke-level-rp14-052-usd</guid><pubDate>Senin 11 Januari 2021 09:24 WIB</pubDate><dc:creator>Alya Ramadhanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/11/320/2342294/rupiah-kian-melemah-ke-level-rp14-052-usd-9VS6uWid3m.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rupiah (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/11/320/2342294/rupiah-kian-melemah-ke-level-rp14-052-usd-9VS6uWid3m.jpg</image><title>Rupiah (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) semakin melemah pada perdagangan hari. Rupiah berada di level Rp14.000-an per USD.

Melansir Bloomberg Dollar Index, Senin (11/1/2021) pada pukul 09.22 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange melemah 32,5 poin atau 0,23% dan berada di level Rp14.052 per USD. Rupiah bergerak di kisaran Rp14.020 hingga Rp14.052 per USD.
Baca Juga:&amp;nbsp;PPKM Jawa-Bali Berlaku, Awas Rupiah Semakin Tertekan&amp;nbsp;
Sementara, dalam yahoofinance mencatat Rupiah berada di level Rp13.935 per USD. Di mana, dalam pergerakan harian Rp13.935-Rp13.935 per USD.

Sebelumnya, Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini diperkirakan bergerak di level Rp13.900 per USD-Rp14.100 per USD. Namun di tengah sentimen positif yang terjadi ada sentimen negatif yang sempat mengganggu laju pergerakan Rupiah.

Dari dalam negeri, pertambahan kasus Covid-19 yang masih tinggi membuat kembali diadakannya pembatasan kegiatan masyarakat, kali ini dikenal dengan istilah Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di wilayah Jawa dan Bali yang mulai berlaku dari tanggal 11-25 Januari 2021.

Pengetatan ini tentu saja dapat berpengaruh terhadap konsumsi masyarakat yang pada akhirnya akan berdampak pada pergerakan Rupiah. Demikian seperti dilansir laporan Tresuary MNC Bank.</description><content:encoded>JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) semakin melemah pada perdagangan hari. Rupiah berada di level Rp14.000-an per USD.

Melansir Bloomberg Dollar Index, Senin (11/1/2021) pada pukul 09.22 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange melemah 32,5 poin atau 0,23% dan berada di level Rp14.052 per USD. Rupiah bergerak di kisaran Rp14.020 hingga Rp14.052 per USD.
Baca Juga:&amp;nbsp;PPKM Jawa-Bali Berlaku, Awas Rupiah Semakin Tertekan&amp;nbsp;
Sementara, dalam yahoofinance mencatat Rupiah berada di level Rp13.935 per USD. Di mana, dalam pergerakan harian Rp13.935-Rp13.935 per USD.

Sebelumnya, Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini diperkirakan bergerak di level Rp13.900 per USD-Rp14.100 per USD. Namun di tengah sentimen positif yang terjadi ada sentimen negatif yang sempat mengganggu laju pergerakan Rupiah.

Dari dalam negeri, pertambahan kasus Covid-19 yang masih tinggi membuat kembali diadakannya pembatasan kegiatan masyarakat, kali ini dikenal dengan istilah Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di wilayah Jawa dan Bali yang mulai berlaku dari tanggal 11-25 Januari 2021.

Pengetatan ini tentu saja dapat berpengaruh terhadap konsumsi masyarakat yang pada akhirnya akan berdampak pada pergerakan Rupiah. Demikian seperti dilansir laporan Tresuary MNC Bank.</content:encoded></item></channel></rss>
