<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Jokowi Soroti Kedelai Impor, Netizen Singgung Swasembada Era Orde baru   </title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti persoalan impor kedelai yang terjadi dari dulu.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/11/320/2342478/jokowi-soroti-kedelai-impor-netizen-singgung-swasembada-era-orde-baru</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/11/320/2342478/jokowi-soroti-kedelai-impor-netizen-singgung-swasembada-era-orde-baru"/><item><title> Jokowi Soroti Kedelai Impor, Netizen Singgung Swasembada Era Orde baru   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/11/320/2342478/jokowi-soroti-kedelai-impor-netizen-singgung-swasembada-era-orde-baru</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/11/320/2342478/jokowi-soroti-kedelai-impor-netizen-singgung-swasembada-era-orde-baru</guid><pubDate>Senin 11 Januari 2021 14:04 WIB</pubDate><dc:creator>Bima Setiyadi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/11/320/2342478/jokowi-soroti-kedelai-impor-netizen-singgung-swasembada-era-orde-baru-p81iQLYa4q.png" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi (Foto: BPMI Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/11/320/2342478/jokowi-soroti-kedelai-impor-netizen-singgung-swasembada-era-orde-baru-p81iQLYa4q.png</image><title>Jokowi (Foto: BPMI Setpres)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti persoalan impor kedelai yang terjadi dari dulu. Padahal, kata dia, kedelai sebenarnya tumbuh baik di Indonesia.  Sejumlah warganet sontak membandingkan swasembada kedelai pada zaman era kepemimpinan Presiden Soeharto.

&quot;Jaman Soeharto kita swasembada. tinggal nerusin aja kalau mau,&quot; tulis akun @robindoang yang dikutip Senin (11/1/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Urusan Tahu Tempe Jadi Masalah, Jokowi: Pengelolaan Pangan Harus Diseriusi&amp;nbsp;
Akun lainnya, @PutraMerdeka menuliskan bahwa Indonesia pernah swasembada kedelai zaman Orde baru, tepatnya pada 1992.

&quot;Sebelum doyan impor, Indonesia rupanya pernah swasembada kedelai di zaman Orde Baru, tepatnya pada tahun 1992. Saat itu, luas panen kedelai di seluruh Indonesia mencapai 1,889 juta hektar sehingga produksi melimpah. @BERKARYA_NET,&quot; cuitnya.

&quot;Era Presiden Soeharto Bukan hanya beras tapi kedelai juga swasembada dng infrastruktur pertanian yg sdh dibangunpun gak mudah jadi swasembada lagi jd jangan meremehkan hasil kerja swasembada tsb,&quot; jelas akun @ya2t _jakarta.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMS8wOC8xLzEyNzA2OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Diketahui sebelumnya, beberapa hari belakangan ini, tahu dan tempe hilang dari pasar karena harga kedelai impor yang mahal. PresidenJokowi memperingatkan bahwa kedelai sebagai salah satu komoditas yang masih impor harus menjadi fokus perhatian dalam membangun pertanian. Dia menyebut kedelai masih impor jutaan ton.

Jokowi menyebut bahwa petani Indonesia enggan menanam kedelai karena kalah bersaing harga dengan kedelai impor. Padahal sebenarnya di Indonesia kedelai bisa tumbuh baik.

&quot;Kenapa pertama kedelai yang juga di Indonesia bisa tumbuh baik, kenapa petani kita enggak mau tanam? Karena harganya kalah dengan kedelai impor. Kalau petani disuruh jual dengan yang impor harga pokok produksi enggak nutup. Jadi hanya dalam jumlah yang besar untuk melawan yang impor,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti persoalan impor kedelai yang terjadi dari dulu. Padahal, kata dia, kedelai sebenarnya tumbuh baik di Indonesia.  Sejumlah warganet sontak membandingkan swasembada kedelai pada zaman era kepemimpinan Presiden Soeharto.

&quot;Jaman Soeharto kita swasembada. tinggal nerusin aja kalau mau,&quot; tulis akun @robindoang yang dikutip Senin (11/1/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Urusan Tahu Tempe Jadi Masalah, Jokowi: Pengelolaan Pangan Harus Diseriusi&amp;nbsp;
Akun lainnya, @PutraMerdeka menuliskan bahwa Indonesia pernah swasembada kedelai zaman Orde baru, tepatnya pada 1992.

&quot;Sebelum doyan impor, Indonesia rupanya pernah swasembada kedelai di zaman Orde Baru, tepatnya pada tahun 1992. Saat itu, luas panen kedelai di seluruh Indonesia mencapai 1,889 juta hektar sehingga produksi melimpah. @BERKARYA_NET,&quot; cuitnya.

&quot;Era Presiden Soeharto Bukan hanya beras tapi kedelai juga swasembada dng infrastruktur pertanian yg sdh dibangunpun gak mudah jadi swasembada lagi jd jangan meremehkan hasil kerja swasembada tsb,&quot; jelas akun @ya2t _jakarta.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMS8wOC8xLzEyNzA2OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Diketahui sebelumnya, beberapa hari belakangan ini, tahu dan tempe hilang dari pasar karena harga kedelai impor yang mahal. PresidenJokowi memperingatkan bahwa kedelai sebagai salah satu komoditas yang masih impor harus menjadi fokus perhatian dalam membangun pertanian. Dia menyebut kedelai masih impor jutaan ton.

Jokowi menyebut bahwa petani Indonesia enggan menanam kedelai karena kalah bersaing harga dengan kedelai impor. Padahal sebenarnya di Indonesia kedelai bisa tumbuh baik.

&quot;Kenapa pertama kedelai yang juga di Indonesia bisa tumbuh baik, kenapa petani kita enggak mau tanam? Karena harganya kalah dengan kedelai impor. Kalau petani disuruh jual dengan yang impor harga pokok produksi enggak nutup. Jadi hanya dalam jumlah yang besar untuk melawan yang impor,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
