<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penyebab Harga Kedelai Meroket, Jadi Pangan Ternak Babi di China hingga La Nina</title><description>Muhammad Lufti mengungkapkan bahwa harga kedelai saat ini mencetak rekor tertinggi dalam waktu 6 tahun terakhir</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/11/320/2342520/penyebab-harga-kedelai-meroket-jadi-pangan-ternak-babi-di-china-hingga-la-nina</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/11/320/2342520/penyebab-harga-kedelai-meroket-jadi-pangan-ternak-babi-di-china-hingga-la-nina"/><item><title>Penyebab Harga Kedelai Meroket, Jadi Pangan Ternak Babi di China hingga La Nina</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/11/320/2342520/penyebab-harga-kedelai-meroket-jadi-pangan-ternak-babi-di-china-hingga-la-nina</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/11/320/2342520/penyebab-harga-kedelai-meroket-jadi-pangan-ternak-babi-di-china-hingga-la-nina</guid><pubDate>Senin 11 Januari 2021 14:58 WIB</pubDate><dc:creator>Ferdi Rantung</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/11/320/2342520/penyebab-harga-kedelai-meroket-jadi-pangan-ternak-babi-di-china-hingga-la-nina-alhKWAU5LX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga Kedelai Impor Naik, Produsen Tempe dan Tahu Mogok. (Foto: Okezone.com).</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/11/320/2342520/penyebab-harga-kedelai-meroket-jadi-pangan-ternak-babi-di-china-hingga-la-nina-alhKWAU5LX.jpg</image><title>Harga Kedelai Impor Naik, Produsen Tempe dan Tahu Mogok. (Foto: Okezone.com).</title></images><description>JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lufti mengungkapkan bahwa harga kedelai saat ini mencetak rekor tertinggi dalam waktu 6 tahun terakhir. Saat ini, harga kedelai global mencapai USD 13 per rumpum.
&quot;Jadi, sekarang ini harga kedelai itu USD13 per rumpumnya. Ini adalah harga tertinggi dalam 6 tahun terakhir,&quot; katanya  dalam konferensi pers, Senin (11/1/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Harga Kedelai Impor Tinggi, Ini Jurus Mentan
Dia menjelaskan, tingginya harga kedelai dipengharuhi naiknya permintaan di pasar global. Namun waktu yang bersamaan kapasitas produksi menurun.
&quot;Ada gangguan cuaca La Nina yang menyebabkan basah di Brasil.  Kedua diperparah dengan Argentina yang mengalami aksi mogok. Jadi yang satu berhenti yang satu mulai. Yang satu mulai, yang satu berhenti. Ini yang  menjadi gangguan tersendiri,&amp;rdquo; jelasnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Kedelai Mahal, Mendag Hitung Kewajaran Harga Tahu Tempe
Tak hanya itu, permintaan akan kacang kedelai juga cukup tinggi di China. Salah satu penyebab naiknya harga kacang kedelai  adalah untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak babi.
Sebelumnya, China diserang oleh swine flu atau flu babi.  Sehingga seluruh ternak babi yang ada di China ini dimusnahkan.
&amp;ldquo;China sudah mulai terknak babi lagi, Karena makanan babinya diatur, tiba-tiba permintaan kacang kedelai naik dua kali lipat. Jadi hampir mengkaliduakan permintaan kedelai dalam kurun waktu yang singkat. Dari 15 juta biasanya permintaan disana naik menjadi 28 juta permintaan. Ini menyebabkan harga yang tinggi,&quot; sambung Lutfi.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMS8wOC8xLzEyNzA2OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Namun, lutfi memastikan, meski harga tinggi tapi pasokan kacang kedelai di Indonesia sudah aman untuk 3-4 bulan ke depan.
&quot;Ini adalah suatu keniscayaan yang memang harus kita pahami karena Indonesia tidak mempunyai kacang kedelai yang cukup, karena 90% adalah impor. Kita harus bisa mengerti kenaikan harga tersebut,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lufti mengungkapkan bahwa harga kedelai saat ini mencetak rekor tertinggi dalam waktu 6 tahun terakhir. Saat ini, harga kedelai global mencapai USD 13 per rumpum.
&quot;Jadi, sekarang ini harga kedelai itu USD13 per rumpumnya. Ini adalah harga tertinggi dalam 6 tahun terakhir,&quot; katanya  dalam konferensi pers, Senin (11/1/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Harga Kedelai Impor Tinggi, Ini Jurus Mentan
Dia menjelaskan, tingginya harga kedelai dipengharuhi naiknya permintaan di pasar global. Namun waktu yang bersamaan kapasitas produksi menurun.
&quot;Ada gangguan cuaca La Nina yang menyebabkan basah di Brasil.  Kedua diperparah dengan Argentina yang mengalami aksi mogok. Jadi yang satu berhenti yang satu mulai. Yang satu mulai, yang satu berhenti. Ini yang  menjadi gangguan tersendiri,&amp;rdquo; jelasnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Kedelai Mahal, Mendag Hitung Kewajaran Harga Tahu Tempe
Tak hanya itu, permintaan akan kacang kedelai juga cukup tinggi di China. Salah satu penyebab naiknya harga kacang kedelai  adalah untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak babi.
Sebelumnya, China diserang oleh swine flu atau flu babi.  Sehingga seluruh ternak babi yang ada di China ini dimusnahkan.
&amp;ldquo;China sudah mulai terknak babi lagi, Karena makanan babinya diatur, tiba-tiba permintaan kacang kedelai naik dua kali lipat. Jadi hampir mengkaliduakan permintaan kedelai dalam kurun waktu yang singkat. Dari 15 juta biasanya permintaan disana naik menjadi 28 juta permintaan. Ini menyebabkan harga yang tinggi,&quot; sambung Lutfi.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMS8wOC8xLzEyNzA2OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Namun, lutfi memastikan, meski harga tinggi tapi pasokan kacang kedelai di Indonesia sudah aman untuk 3-4 bulan ke depan.
&quot;Ini adalah suatu keniscayaan yang memang harus kita pahami karena Indonesia tidak mempunyai kacang kedelai yang cukup, karena 90% adalah impor. Kita harus bisa mengerti kenaikan harga tersebut,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
