<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Varian Baru Covid-19 dan PPKM Bikin Pengusaha Tak Optimis      </title><description>Apindo memprediksi pada akhir tahun 2020 pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 4%</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/11/320/2342718/varian-baru-covid-19-dan-ppkm-bikin-pengusaha-tak-optimis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/11/320/2342718/varian-baru-covid-19-dan-ppkm-bikin-pengusaha-tak-optimis"/><item><title>Varian Baru Covid-19 dan PPKM Bikin Pengusaha Tak Optimis      </title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/11/320/2342718/varian-baru-covid-19-dan-ppkm-bikin-pengusaha-tak-optimis</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/11/320/2342718/varian-baru-covid-19-dan-ppkm-bikin-pengusaha-tak-optimis</guid><pubDate>Senin 11 Januari 2021 20:19 WIB</pubDate><dc:creator>Kunthi Fahmar Shandy</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/11/320/2342718/varian-baru-covid-19-dan-ppkm-bikin-pengusaha-tak-optimis-pomxYEaXga.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Varian Baru Covid-19. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/11/320/2342718/varian-baru-covid-19-dan-ppkm-bikin-pengusaha-tak-optimis-pomxYEaXga.jpg</image><title>Varian Baru Covid-19. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Ketua Bidang Kebijakan Publik Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sutrisno Iwanton menilai, pada akhir tahun 2020 pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 4%.
&quot;Namun karena ada varian baru dari virus ini yang jauh lebih cepat penyebarannya ditambah lagi ada PPKM Jawa-Bali maka membuat prediksi kita tidak seoptimis sebelumnya,&quot; katanya di jakarta senin.
Baca Juga:&amp;nbsp;Ramalan Sri Mulyani: Ekonomi RI 2020 Minus 2,2%
Padahal, menurut dia, sebelumnya diprediksi ekonomi Indonesia akan membaik. &quot;Tapi dengan adanya ini jadi berkurang optimismenya,&quot; ungkap dia.
Namun kalangan pengusaha harus tetap opitimis kalau tidak nanti akan mati. Apindo juga berharap agar vaksin covid segera cepat dilaksanakan.
Baca Juga:&amp;nbsp;Vaksinasi Covid-19 Game Changer Pertumbuhan Ekonomi 2021
&quot;Vaksin yang kredibel yang memang diakui efektifitas dan risiko yang paling rendah. Kalau itu bisa dilakukan nanti tentu kondisinya akan berbeda lagi,&quot; katanya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMS8wNC81LzEyNjg4OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani memperkirakan pertumbuhan&amp;nbsp;ekonomi Indonesia&amp;nbsp;pada 2020 di kisaran -1,7% sampai -2,2%. Dia mengatakan prediksi ini telah direvisi ini dari perkiraan sebelumnya yang di kisaran -1,7% sampai 0,6%.
Baca Juga:&amp;nbsp;Menko Airlangga Bakal Tingkatkan Kapasitas Layanan Kesehatan hingga Vaksinasi Covid-19
&quot;Proyeksi ekonomi Indonesia revisi. Kemenkeu keluarkan prediksi (ekonomi 2020) -2,2 sampai 1,7%&quot; kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KiTa,
Baca Juga:&amp;nbsp;Vaksin Covid-19 Terbatas, Indonesia Berebut dengan Negara Lain
Lanjutnya, APBN telah bekerja secara maksimal di masa pandemi ini. Meski begitu, pertumbuhan belanja pemerintah masih mengalami kontraksi. &quot;Dan ini sebabkan eksekusi akhir tahun yang tidak menyerap keseluruhan,&quot; katanya.
Lalu, perkiraan ekonomi Indonesia pada kuartal III mulai menunjukkan pemulihan walau ada hambatan di kuartal IV 2020. Konsumsi rumah tangga tercatat masih minus dan investasi swasta juga masih kontraksi -4,3% sampai -4%.</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Bidang Kebijakan Publik Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sutrisno Iwanton menilai, pada akhir tahun 2020 pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 4%.
&quot;Namun karena ada varian baru dari virus ini yang jauh lebih cepat penyebarannya ditambah lagi ada PPKM Jawa-Bali maka membuat prediksi kita tidak seoptimis sebelumnya,&quot; katanya di jakarta senin.
Baca Juga:&amp;nbsp;Ramalan Sri Mulyani: Ekonomi RI 2020 Minus 2,2%
Padahal, menurut dia, sebelumnya diprediksi ekonomi Indonesia akan membaik. &quot;Tapi dengan adanya ini jadi berkurang optimismenya,&quot; ungkap dia.
Namun kalangan pengusaha harus tetap opitimis kalau tidak nanti akan mati. Apindo juga berharap agar vaksin covid segera cepat dilaksanakan.
Baca Juga:&amp;nbsp;Vaksinasi Covid-19 Game Changer Pertumbuhan Ekonomi 2021
&quot;Vaksin yang kredibel yang memang diakui efektifitas dan risiko yang paling rendah. Kalau itu bisa dilakukan nanti tentu kondisinya akan berbeda lagi,&quot; katanya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMS8wNC81LzEyNjg4OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani memperkirakan pertumbuhan&amp;nbsp;ekonomi Indonesia&amp;nbsp;pada 2020 di kisaran -1,7% sampai -2,2%. Dia mengatakan prediksi ini telah direvisi ini dari perkiraan sebelumnya yang di kisaran -1,7% sampai 0,6%.
Baca Juga:&amp;nbsp;Menko Airlangga Bakal Tingkatkan Kapasitas Layanan Kesehatan hingga Vaksinasi Covid-19
&quot;Proyeksi ekonomi Indonesia revisi. Kemenkeu keluarkan prediksi (ekonomi 2020) -2,2 sampai 1,7%&quot; kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KiTa,
Baca Juga:&amp;nbsp;Vaksin Covid-19 Terbatas, Indonesia Berebut dengan Negara Lain
Lanjutnya, APBN telah bekerja secara maksimal di masa pandemi ini. Meski begitu, pertumbuhan belanja pemerintah masih mengalami kontraksi. &quot;Dan ini sebabkan eksekusi akhir tahun yang tidak menyerap keseluruhan,&quot; katanya.
Lalu, perkiraan ekonomi Indonesia pada kuartal III mulai menunjukkan pemulihan walau ada hambatan di kuartal IV 2020. Konsumsi rumah tangga tercatat masih minus dan investasi swasta juga masih kontraksi -4,3% sampai -4%.</content:encoded></item></channel></rss>
