<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kebutuhan Orang Mencari Rumah Semakin Meningkat di Tengah Covid-19   </title><description>Pada tahun 2021, kebutuhan memiliki rumah meningkat di tengah pandemi Covid-19</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/11/470/2342672/kebutuhan-orang-mencari-rumah-semakin-meningkat-di-tengah-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/11/470/2342672/kebutuhan-orang-mencari-rumah-semakin-meningkat-di-tengah-covid-19"/><item><title>Kebutuhan Orang Mencari Rumah Semakin Meningkat di Tengah Covid-19   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/11/470/2342672/kebutuhan-orang-mencari-rumah-semakin-meningkat-di-tengah-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/11/470/2342672/kebutuhan-orang-mencari-rumah-semakin-meningkat-di-tengah-covid-19</guid><pubDate>Senin 11 Januari 2021 18:32 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/11/470/2342672/kebutuhan-orang-mencari-rumah-semakin-meningkat-di-tengah-covid-19-Is15CHkVBq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tren Properti 2021. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/11/470/2342672/kebutuhan-orang-mencari-rumah-semakin-meningkat-di-tengah-covid-19-Is15CHkVBq.jpg</image><title>Tren Properti 2021. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pada tahun 2021, kebutuhan memiliki rumah meningkat di tengah pandemi Covid-19.
&quot;Sektor perumahan mengalami pertumbuhan mencapai 2% pada triwulan III-2020 dan ditahun 2021 diproyeksikan pertumbuhan ekonomi akan mencapai 5% pada sektor perumahan,&quot; kata Vice President Non-Subsidized Mortgage and Consumer Lending Division PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Suryanti Agustinar dalam video virtual, Senin (11/1/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Bagaimana Peruntungan Bisnis Properti di 2021?
Lanjutnya, sikap optimis telah mencatatkan pertumbuhan positif di masa pandemi yang terjadi selama periode 2020 yang sempat menimbulkan dilema ekonomi di Tanah Air.
&quot;BTN memberikan banyak sekali pilihan hunian yang disesuaikan oleh selera pasar hunian dari yang paling terjangkau hingga banjir promo dan cocok terutama bagi para generasi milenial untuk berinvestasi,&quot; katanya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Wacana Perbankan Batasi Pembiayaan Perumahan, Ini Dampaknya
Dia menjelaskan bagi para calon pembeli hunian di mana adanya bunga KPR 4,44% selama setahun, serta bebas biaya-biaya seperti biaya administrasi, appraisal, provisi, dan juga tambahan top up tabungan senilai Rp. 144,000.- hingga Rp. 440,000.- tergantung besaran plafon yang diterima.
&quot;Bank BTN menggandeng 75 pengembang di Jabodetabek. Dengan dukungan pengembang tersebut, ada lebih dari 150 proyek perumahan yang bisa ditinjau dan dibeli masyarakat secara virtual,&quot; tandasnyaSaat ini, Perseroan mencatatkan KPR Subsidi tumbuh di level 6,09% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp104,46 triliun pada Oktober 2020. Hal ini Bank BTN tercatat telah menyalurkan KPR non-subsidi senilai Rp71,91 triliun hingga bulan ke sepuluh tahun 2020.
Di segmen pembiayaan syariah yang didominasi KPR pun, BTN Syariah mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,3% yoy menjadi Rp24,56 triliun per Oktober 2020.</description><content:encoded>JAKARTA - Pada tahun 2021, kebutuhan memiliki rumah meningkat di tengah pandemi Covid-19.
&quot;Sektor perumahan mengalami pertumbuhan mencapai 2% pada triwulan III-2020 dan ditahun 2021 diproyeksikan pertumbuhan ekonomi akan mencapai 5% pada sektor perumahan,&quot; kata Vice President Non-Subsidized Mortgage and Consumer Lending Division PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Suryanti Agustinar dalam video virtual, Senin (11/1/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Bagaimana Peruntungan Bisnis Properti di 2021?
Lanjutnya, sikap optimis telah mencatatkan pertumbuhan positif di masa pandemi yang terjadi selama periode 2020 yang sempat menimbulkan dilema ekonomi di Tanah Air.
&quot;BTN memberikan banyak sekali pilihan hunian yang disesuaikan oleh selera pasar hunian dari yang paling terjangkau hingga banjir promo dan cocok terutama bagi para generasi milenial untuk berinvestasi,&quot; katanya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Wacana Perbankan Batasi Pembiayaan Perumahan, Ini Dampaknya
Dia menjelaskan bagi para calon pembeli hunian di mana adanya bunga KPR 4,44% selama setahun, serta bebas biaya-biaya seperti biaya administrasi, appraisal, provisi, dan juga tambahan top up tabungan senilai Rp. 144,000.- hingga Rp. 440,000.- tergantung besaran plafon yang diterima.
&quot;Bank BTN menggandeng 75 pengembang di Jabodetabek. Dengan dukungan pengembang tersebut, ada lebih dari 150 proyek perumahan yang bisa ditinjau dan dibeli masyarakat secara virtual,&quot; tandasnyaSaat ini, Perseroan mencatatkan KPR Subsidi tumbuh di level 6,09% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp104,46 triliun pada Oktober 2020. Hal ini Bank BTN tercatat telah menyalurkan KPR non-subsidi senilai Rp71,91 triliun hingga bulan ke sepuluh tahun 2020.
Di segmen pembiayaan syariah yang didominasi KPR pun, BTN Syariah mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,3% yoy menjadi Rp24,56 triliun per Oktober 2020.</content:encoded></item></channel></rss>
