<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menteri Basuki: Proses Lelang Jangan Lambat tapi Jangan Ceroboh</title><description>Menteri PUPR Basuki Hadimuljono Kementerian sudah memulai pelelangan  dini untuk percepatan realisasi pelaksanaan kegiatan infrastruktur.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/12/320/2343030/menteri-basuki-proses-lelang-jangan-lambat-tapi-jangan-ceroboh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/12/320/2343030/menteri-basuki-proses-lelang-jangan-lambat-tapi-jangan-ceroboh"/><item><title>Menteri Basuki: Proses Lelang Jangan Lambat tapi Jangan Ceroboh</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/12/320/2343030/menteri-basuki-proses-lelang-jangan-lambat-tapi-jangan-ceroboh</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/12/320/2343030/menteri-basuki-proses-lelang-jangan-lambat-tapi-jangan-ceroboh</guid><pubDate>Selasa 12 Januari 2021 12:39 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/12/320/2343030/menteri-basuki-proses-lelang-jangan-lambat-tapi-jangan-ceroboh-GWicVYEnTQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/12/320/2343030/menteri-basuki-proses-lelang-jangan-lambat-tapi-jangan-ceroboh-GWicVYEnTQ.jpg</image><title>Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Menteri PUPR Basuki Hadimuljono Kementerian sudah memulai pelelangan dini untuk percepatan realisasi pelaksanaan kegiatan infrastruktur Tahun Anggaran 2021 sejak Oktober 2020. Terdapat 5.408 paket pekerjaan infrastruktur dengan total pagu pengadaan senilai Rp107,6 Triliun yang akan dilaksanakan oleh Kementerian PUPR pada Tahun Anggaran 2021 sebagaimana terekam dalam sistem e-monitoring pada status status 10 Januari 2021.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, lelang dini dapat meningkatkan kualitas pembelanjaan anggaran pembangunan infrastruktur karena pekerjaan dapat dimulai lebih awal. Menurut Menteri Basuki belanja pembangunan infrastruktur masih menjadi tumpuan dalam membantu perbaikan pertumbuhan ekonomi nasional di samping investasi dan kegiatan ekspor yang masih rendah akibat Pandemi Covid-19.
Baca juga: Proyek Infrastruktur Masih Jadi PR Utama Tahun Ini 
&amp;ldquo;Progres belanja infrastruktur Kementerian PUPR pada tahun 2020 sebesar 94% masuk dalam kategori lima besar menurut Kementerian Keuangan. Untuk itu saya harapkan pada TA 2021 semua proses lelang harus bisa diselesaikan pada bulan Maret atau April 2021, dengan lebih cepat dan tertib.  Jangan lambat, tetapi jangan juga cepat namun ceroboh,&amp;rdquo; kata  Menteri Basuki di Jakarta, Selasa (12/1/2021).
Ditambahkan Menteri Basuki, Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) di 34 Provinsi yang bertugas melakukan lelang paket pekerjaan konstruksi harus mampu menjadi lokomotif pembangunan infrastruktur PUPR.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOS8wNi80LzEyMjU1Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&amp;ldquo;Kepala Balai sebagai lapis pertama (first line of defense)  dalam pengawasan Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ), Direktorat Kepatuhan Internal di masing-masing Unit Kerja sebagai second line, dan Inspektorat Jenderal sebagai third line harus betul-betul mengawasi tim Kelompok Kerja (Pokja) PBJ. Sekali lagi agar kerja lebih cepat dan lebih tertib, jangan bersekongkol dengan penyedia jasa dan jangan main-main dengan uang negara,&amp;rdquo; ujarnya.
Menteri Basuki mengingatkan untuk efisiensi proses lelang, jangan sampai ada paket pekerjaan yang dilelang ulang hingga lebih dari dua kali, terutama untuk paket pekerjaan seperti perawatan jalan yang membutuhkan penanganan cepat agar biaya tidak semakin membesar. &amp;ldquo;Terutama pada musim hujan, yang rentan ada kerusakan jalan. Semakin lama penanganannya, maka biayanya juga akan bertambah,&amp;rdquo; tuturnya.Direktur Jenderal Bina Konstruksi Trisasongko Widianto dalam  laporannya mengatakan, telah dilaksanakan proses tender/seleksi dini  yang dimulai sejak bulan Oktober 2020, yaitu sebanyak 3.175 paket  senilai Rp. 38,6 triliun. &amp;ldquo;Sampai dengan tanggal 15 Januari 2021,  terdapat 1.191 paket senilai Rp 14,6 triliun yang akan selesai  ditenderkan, dengan rincian sebanyak 209 paket senilai Rp. 2,1 triliun  telah selesai tender dan telah terkontrak pada bulan Desember 2020,&amp;rdquo;  kata Trisasongko.
Untuk selanjutnya dinyatakan Trisasongko, sebanyak 982 paket senilai  Rp. 12,5 triliun telah selesai tender dan siap untuk tandatangan kontrak  pada tanggal 15 Januari 2021. &amp;ldquo;Penandatangan paket kontrak hasil  tender/seleksi dini TA 2021 rencananya akan dilaksanakan serentak pada  hari Jumat, 15 Januari 2021 yang dilaksanakan secara offline di  auditorium Kementerian PUPR dan online di kantor Balai P2JK Provinsi,&amp;rdquo;  ungkapnya.
Adapun dikatakan Trisasongko, untuk jadwal penyelesaian  tender/seleksi dini selanjutnya, yakni sebanyak 848 paket senilai Rp7,5  triliun akan diselesaikan pada akhir bulan Januari 2021, sehingga total  pada bulan Januari 2021 sebanyak 2039 paket senilai Rp22,1 triliun dan  1.136 paket senilai Rp16,5 Triliun akan diselesaikan pada bulan Februari  2021.
Dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun  2021 yang telah disetujui Komisi V DPR RI, pagu anggaran Kementerian  PUPR TA 2021 sebesar Rp149,81 triliun. Anggaran dialokasikan untuk  pembangunan infrastruktur sumber daya air sebesar Rp58,55 triliun,  konektivitas sebesar Rp53,96 triliun, permukiman sebesar Rp26,56  triliun, dan perumahan sebesar Rp8,09 triliun.
Kemudian pengembangan sumber daya manusia sebesar Rp563,79 miliar,  pembinaan konstruksi sebesar Rp757,68 miliar, pembiayaan infrastruktur  sebesar  Rp273,68 miliar, dukungan manajemen sebesar Rp748,20 miliar,  pengawasan sebesar Rp101,74 miliar dan untuk  perencanaan infrastruktur  sebesar Rp206,18 miliar.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri PUPR Basuki Hadimuljono Kementerian sudah memulai pelelangan dini untuk percepatan realisasi pelaksanaan kegiatan infrastruktur Tahun Anggaran 2021 sejak Oktober 2020. Terdapat 5.408 paket pekerjaan infrastruktur dengan total pagu pengadaan senilai Rp107,6 Triliun yang akan dilaksanakan oleh Kementerian PUPR pada Tahun Anggaran 2021 sebagaimana terekam dalam sistem e-monitoring pada status status 10 Januari 2021.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, lelang dini dapat meningkatkan kualitas pembelanjaan anggaran pembangunan infrastruktur karena pekerjaan dapat dimulai lebih awal. Menurut Menteri Basuki belanja pembangunan infrastruktur masih menjadi tumpuan dalam membantu perbaikan pertumbuhan ekonomi nasional di samping investasi dan kegiatan ekspor yang masih rendah akibat Pandemi Covid-19.
Baca juga: Proyek Infrastruktur Masih Jadi PR Utama Tahun Ini 
&amp;ldquo;Progres belanja infrastruktur Kementerian PUPR pada tahun 2020 sebesar 94% masuk dalam kategori lima besar menurut Kementerian Keuangan. Untuk itu saya harapkan pada TA 2021 semua proses lelang harus bisa diselesaikan pada bulan Maret atau April 2021, dengan lebih cepat dan tertib.  Jangan lambat, tetapi jangan juga cepat namun ceroboh,&amp;rdquo; kata  Menteri Basuki di Jakarta, Selasa (12/1/2021).
Ditambahkan Menteri Basuki, Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) di 34 Provinsi yang bertugas melakukan lelang paket pekerjaan konstruksi harus mampu menjadi lokomotif pembangunan infrastruktur PUPR.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOS8wNi80LzEyMjU1Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&amp;ldquo;Kepala Balai sebagai lapis pertama (first line of defense)  dalam pengawasan Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ), Direktorat Kepatuhan Internal di masing-masing Unit Kerja sebagai second line, dan Inspektorat Jenderal sebagai third line harus betul-betul mengawasi tim Kelompok Kerja (Pokja) PBJ. Sekali lagi agar kerja lebih cepat dan lebih tertib, jangan bersekongkol dengan penyedia jasa dan jangan main-main dengan uang negara,&amp;rdquo; ujarnya.
Menteri Basuki mengingatkan untuk efisiensi proses lelang, jangan sampai ada paket pekerjaan yang dilelang ulang hingga lebih dari dua kali, terutama untuk paket pekerjaan seperti perawatan jalan yang membutuhkan penanganan cepat agar biaya tidak semakin membesar. &amp;ldquo;Terutama pada musim hujan, yang rentan ada kerusakan jalan. Semakin lama penanganannya, maka biayanya juga akan bertambah,&amp;rdquo; tuturnya.Direktur Jenderal Bina Konstruksi Trisasongko Widianto dalam  laporannya mengatakan, telah dilaksanakan proses tender/seleksi dini  yang dimulai sejak bulan Oktober 2020, yaitu sebanyak 3.175 paket  senilai Rp. 38,6 triliun. &amp;ldquo;Sampai dengan tanggal 15 Januari 2021,  terdapat 1.191 paket senilai Rp 14,6 triliun yang akan selesai  ditenderkan, dengan rincian sebanyak 209 paket senilai Rp. 2,1 triliun  telah selesai tender dan telah terkontrak pada bulan Desember 2020,&amp;rdquo;  kata Trisasongko.
Untuk selanjutnya dinyatakan Trisasongko, sebanyak 982 paket senilai  Rp. 12,5 triliun telah selesai tender dan siap untuk tandatangan kontrak  pada tanggal 15 Januari 2021. &amp;ldquo;Penandatangan paket kontrak hasil  tender/seleksi dini TA 2021 rencananya akan dilaksanakan serentak pada  hari Jumat, 15 Januari 2021 yang dilaksanakan secara offline di  auditorium Kementerian PUPR dan online di kantor Balai P2JK Provinsi,&amp;rdquo;  ungkapnya.
Adapun dikatakan Trisasongko, untuk jadwal penyelesaian  tender/seleksi dini selanjutnya, yakni sebanyak 848 paket senilai Rp7,5  triliun akan diselesaikan pada akhir bulan Januari 2021, sehingga total  pada bulan Januari 2021 sebanyak 2039 paket senilai Rp22,1 triliun dan  1.136 paket senilai Rp16,5 Triliun akan diselesaikan pada bulan Februari  2021.
Dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun  2021 yang telah disetujui Komisi V DPR RI, pagu anggaran Kementerian  PUPR TA 2021 sebesar Rp149,81 triliun. Anggaran dialokasikan untuk  pembangunan infrastruktur sumber daya air sebesar Rp58,55 triliun,  konektivitas sebesar Rp53,96 triliun, permukiman sebesar Rp26,56  triliun, dan perumahan sebesar Rp8,09 triliun.
Kemudian pengembangan sumber daya manusia sebesar Rp563,79 miliar,  pembinaan konstruksi sebesar Rp757,68 miliar, pembiayaan infrastruktur  sebesar  Rp273,68 miliar, dukungan manajemen sebesar Rp748,20 miliar,  pengawasan sebesar Rp101,74 miliar dan untuk  perencanaan infrastruktur  sebesar Rp206,18 miliar.</content:encoded></item></channel></rss>
