<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ada PPKM Jawa-Bali, Pertumbuhan Kredit Akan Pulih di Kuartal III</title><description>Berdasarkan trennya, kredit dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/12/320/2343257/ada-ppkm-jawa-bali-pertumbuhan-kredit-akan-pulih-di-kuartal-iii</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/12/320/2343257/ada-ppkm-jawa-bali-pertumbuhan-kredit-akan-pulih-di-kuartal-iii"/><item><title>Ada PPKM Jawa-Bali, Pertumbuhan Kredit Akan Pulih di Kuartal III</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/12/320/2343257/ada-ppkm-jawa-bali-pertumbuhan-kredit-akan-pulih-di-kuartal-iii</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/12/320/2343257/ada-ppkm-jawa-bali-pertumbuhan-kredit-akan-pulih-di-kuartal-iii</guid><pubDate>Selasa 12 Januari 2021 17:15 WIB</pubDate><dc:creator>Kunthi Fahmar Shandy</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/12/320/2343257/ada-ppkm-jawa-bali-pertumbuhan-kredit-akan-pulih-di-kuartal-iii-FVSwlhRnAH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rupiah (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/12/320/2343257/ada-ppkm-jawa-bali-pertumbuhan-kredit-akan-pulih-di-kuartal-iii-FVSwlhRnAH.jpg</image><title>Rupiah (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Berdasarkan trennya, kredit dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi. Sehingga bila pertumbuhan ekonomi masih stagnan, maka tingkat pertumbuhan kredit pun akan mengikuti, sehingga diperkirkan pertumbuhan kredit masih terkontraksi pada kuartal 1 2021.

Di sisi lain, dengan masih terhambatnya aktivitas ekonomi, likuiditas perbankan diperkirakan masih akan tetap ample di awal tahun ini, mengingat korporasi serta konsumen atau masyarakat kelas menengah dan atas masih akan melanjutkan menyimpan dananya di sektor perbankan.
 
&amp;nbsp;Baca juga:  Akhirnya, Bunga Kredit Bank Turun
&quot;Dengan kondisi tersebut, kami perkirakan kondisi LDR perbankan masih belum mengalami perubahan yang signifikan,&quot; ujar Josua saat dihubungi di Jakarta, Selasa (12/1/2021).

Meskipun demikian, dengan pengelolaan risiko kredit yang terkelola dengan baik, maka NPL diperkirakan masih stabil di kisaran 3,1-3,3%.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Hore! Pemerintah Perpanjang Subsidi Bunga &amp;amp; Tingkatkan Plafon KUR di 2021
Lebih lanjut, program vaksinasi yang masih akan terus berlanjut dan akan didistribusikan kepada masyarakat pada semester I tahun ini, diperkirakan akan mulai menciptakan herd immunity secara gradual sedemikian.Sehingga akan mendorong optimisme konsumen untuk mulai berbelanja  yang selanjutnya akan berimplikasi pada peningkatan sisi produksi serta  potensi peningkatan permintaan kredit.

&quot;Namun demikian, potensi peningkatan permintaan kredit tersebut  diperkirakan akan mulai terjadi paling cepat pada kuartal 3 2021 dan  akan berlanjut hingga akhir tahun 2021,&quot; ungkap dia.

Oleh sebab itu dengan peningkatan pertumbuhan kredit pada akhir  tahun, maka diharapkan akan mendorong peningkatan kinerja perbankan  terutama net interest income dan profitabilitas perbankan.</description><content:encoded>JAKARTA - Berdasarkan trennya, kredit dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi. Sehingga bila pertumbuhan ekonomi masih stagnan, maka tingkat pertumbuhan kredit pun akan mengikuti, sehingga diperkirkan pertumbuhan kredit masih terkontraksi pada kuartal 1 2021.

Di sisi lain, dengan masih terhambatnya aktivitas ekonomi, likuiditas perbankan diperkirakan masih akan tetap ample di awal tahun ini, mengingat korporasi serta konsumen atau masyarakat kelas menengah dan atas masih akan melanjutkan menyimpan dananya di sektor perbankan.
 
&amp;nbsp;Baca juga:  Akhirnya, Bunga Kredit Bank Turun
&quot;Dengan kondisi tersebut, kami perkirakan kondisi LDR perbankan masih belum mengalami perubahan yang signifikan,&quot; ujar Josua saat dihubungi di Jakarta, Selasa (12/1/2021).

Meskipun demikian, dengan pengelolaan risiko kredit yang terkelola dengan baik, maka NPL diperkirakan masih stabil di kisaran 3,1-3,3%.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Hore! Pemerintah Perpanjang Subsidi Bunga &amp;amp; Tingkatkan Plafon KUR di 2021
Lebih lanjut, program vaksinasi yang masih akan terus berlanjut dan akan didistribusikan kepada masyarakat pada semester I tahun ini, diperkirakan akan mulai menciptakan herd immunity secara gradual sedemikian.Sehingga akan mendorong optimisme konsumen untuk mulai berbelanja  yang selanjutnya akan berimplikasi pada peningkatan sisi produksi serta  potensi peningkatan permintaan kredit.

&quot;Namun demikian, potensi peningkatan permintaan kredit tersebut  diperkirakan akan mulai terjadi paling cepat pada kuartal 3 2021 dan  akan berlanjut hingga akhir tahun 2021,&quot; ungkap dia.

Oleh sebab itu dengan peningkatan pertumbuhan kredit pada akhir  tahun, maka diharapkan akan mendorong peningkatan kinerja perbankan  terutama net interest income dan profitabilitas perbankan.</content:encoded></item></channel></rss>
