<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Diskusi Golkar Dihadiri Airlangga, Pakar: Indonesia Harus Perkuat Kerja Sama ASEAN</title><description>Golkar Institute menyelenggarakan diskusi terbatas Selasa (12/1/2021), yang berlangsung secara virtual.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/13/320/2343461/diskusi-golkar-dihadiri-airlangga-pakar-indonesia-harus-perkuat-kerja-sama-asean</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/13/320/2343461/diskusi-golkar-dihadiri-airlangga-pakar-indonesia-harus-perkuat-kerja-sama-asean"/><item><title>Diskusi Golkar Dihadiri Airlangga, Pakar: Indonesia Harus Perkuat Kerja Sama ASEAN</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/13/320/2343461/diskusi-golkar-dihadiri-airlangga-pakar-indonesia-harus-perkuat-kerja-sama-asean</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/13/320/2343461/diskusi-golkar-dihadiri-airlangga-pakar-indonesia-harus-perkuat-kerja-sama-asean</guid><pubDate>Rabu 13 Januari 2021 07:25 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhri Rezy</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/13/320/2343461/diskusi-golkar-dihadiri-airlangga-pakar-indonesia-harus-perkuat-kerja-sama-asean-hd6KrAqQDs.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto; Setkab)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/13/320/2343461/diskusi-golkar-dihadiri-airlangga-pakar-indonesia-harus-perkuat-kerja-sama-asean-hd6KrAqQDs.jpg</image><title>Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto; Setkab)</title></images><description>JAKARTA - Golkar Institute menyelenggarakan diskusi terbatas Selasa (12/1/2021), yang berlangsung secara virtual.

Guru besar terkemuka dari National University of Singapore Profesor Kishore Mahbubani menyampaikan pandangannya tentang situasi percaturan politik global.
 
&amp;nbsp;Baca juga: IMF Sebut Kombinasi Kebijakan BI Bikin Perbankan Stabil
Menurutnya, Indonesia harus terus mendorong kerja sama dalam wadah ASEAN untuk memperkuat kerja sama ekonomi, baik dengan Amerika Serikat dan China. ASEAN dengan 10 negara anggotanya dan 650 juta penduduk memiliki posisi yang strategis dalam menentukan arah ekonomi dunia ke depan.

Diskusi terbatas ini dihadiri Ketua Umum DPP Partai Golkar yang juga Menteri Koordinator Perekonomian RI Airlangga Hartarto. Hadir pula, Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang Kartasasmita, Sekjen DPP Partai Golkar Lodewijk F Paulus, Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin, Ketua Golkar Institute, Ace Hasan Syadzily, serta Erwin Aksa dan dipandu Rizal Mallarangeng.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ramalan Sri Mulyani: Ekonomi RI 2020 Minus 2,2%
Dalam pandangan mantan diplomat Singapura ini, perseteruan geopolitik antara AS dan Cina masih akan berlangsung selama 10 tahun ke depan.

Persaingan ini selalu terjadi ketika AS yang saat ini masih menjadi kekuatan terbesar dunia sedang dalam proses &amp;ldquo;disalip&amp;rdquo; oleh kekuatan terbesar kedua, yaitu China.

Mahbubani menyatakan Amerika Serikat sedang dalam kondisi sosial-politik yang prihatin. Ini ditandai dengan penyerbuan Gedung Capitol oleh pendukung Presiden Donald Trump pada awal Januari ini. Beberapa ahli berpendapat bahwa AS telah menjadi sebuah plutokrasi, di mana kekuasaan dipegang oleh segelintir orang yang sangat kaya.&amp;nbsp;

Adapun, puluhan juta masyarakat mengalami kemerosotan ekonomi yang riil selama 30 tahun terakhir.Menurut Mahbubani, saat ini AS tergantung dari presiden terpilih Joe  Biden untuk memulihkan kondisi dan memperbaiki hubungan antar masyarakat  yang retak. Ke depan, bisa jadi AS akan pulih dan kembali menguat, atau  semakin terpuruk.

Di sisi lain, China telah menunjukkan bahwa negara itu dapat  menangani kondisi darurat, seperti wabah COVID-19, dengan efektif.  Kualitas birokrasi di China juga termasuk yang terbaik di dunia dengan  rekruitmen yang terukur. Di China hanya yang menempati ranking terbaik  di sekolahnya dapat lolos kualifikasi menjadi pegawai negeri.

Bagaimana posisi Indonesia? Mahbubani memberikan saran agar Indonesia dan negara-negara lain di dunia untuk tetap netral.

&quot;Pesan yang harus disampaikan secara jelas adalah Jangan paksa kami  untuk memihak pada AS atau China. Kami ingin menjaga hubungan baik  dengan keduanya,&amp;rdquo; ujar Mahbuani.

Menurutnya, pesan ini akan lebih kuat bila disampaikan secara  kolektif dalam wadah ASEAN, karena ASEAN mewadahi 10 negara dengan 650  juta penduduk.

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menyatakan bahwa  negara-negara yang tergabung dalam Indo-Pasifik dan perjanjian  perdagangan bebas RCEP (Regional Comprehensive Economic Partnership),  juga sepakat untuk netral.

Menko Perekonomian ini mencontohkan bahwa Indonesia membeli vaksin  COVID-19 dari perusahaan AS dan juga perusahaan China. Namun, Indonesia  juga sedang mengembangkan vaksin sendiri.

Ketua Umum Partai Golkar mengapresiasi jalannya diskusi ini dan  berharap Golkar Institute terus menyelenggarakan kegiatan peningkatan  kapasitas yang mencerahkan dan berkualitas tinggi.

Airlangga juga menggarisbawahi pentingnya bagi Indonesia untuk terus  meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang pemerintahan dan  politik agar pembangunan dapat memberi manfaat bagi semua orang dan  kondisi politik tetap stabil.

&amp;ldquo;Golkar Institute akan mengadakan kajian geopolitik ini secara rutin  dengan menghadirkan narasumber berkualitas,&amp;rdquo; kata Ketua Golkar Institute  Ace Hasan Syadzily.

&amp;ldquo;Seharusnya, pada bulan Januari 2021 ini kami menggelar kursus  pendidikan Pemerintahan bagi Kepala Daerah Terpilih Pilkada 2020. Namun,  karena kebijakan PPKM Jawa-Bali, kegiatan ini ditunda pelaksanaannya  pada awal Februari 2021,&amp;rdquo; ujar Ketua DPP Partai Golkar ini.</description><content:encoded>JAKARTA - Golkar Institute menyelenggarakan diskusi terbatas Selasa (12/1/2021), yang berlangsung secara virtual.

Guru besar terkemuka dari National University of Singapore Profesor Kishore Mahbubani menyampaikan pandangannya tentang situasi percaturan politik global.
 
&amp;nbsp;Baca juga: IMF Sebut Kombinasi Kebijakan BI Bikin Perbankan Stabil
Menurutnya, Indonesia harus terus mendorong kerja sama dalam wadah ASEAN untuk memperkuat kerja sama ekonomi, baik dengan Amerika Serikat dan China. ASEAN dengan 10 negara anggotanya dan 650 juta penduduk memiliki posisi yang strategis dalam menentukan arah ekonomi dunia ke depan.

Diskusi terbatas ini dihadiri Ketua Umum DPP Partai Golkar yang juga Menteri Koordinator Perekonomian RI Airlangga Hartarto. Hadir pula, Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang Kartasasmita, Sekjen DPP Partai Golkar Lodewijk F Paulus, Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin, Ketua Golkar Institute, Ace Hasan Syadzily, serta Erwin Aksa dan dipandu Rizal Mallarangeng.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ramalan Sri Mulyani: Ekonomi RI 2020 Minus 2,2%
Dalam pandangan mantan diplomat Singapura ini, perseteruan geopolitik antara AS dan Cina masih akan berlangsung selama 10 tahun ke depan.

Persaingan ini selalu terjadi ketika AS yang saat ini masih menjadi kekuatan terbesar dunia sedang dalam proses &amp;ldquo;disalip&amp;rdquo; oleh kekuatan terbesar kedua, yaitu China.

Mahbubani menyatakan Amerika Serikat sedang dalam kondisi sosial-politik yang prihatin. Ini ditandai dengan penyerbuan Gedung Capitol oleh pendukung Presiden Donald Trump pada awal Januari ini. Beberapa ahli berpendapat bahwa AS telah menjadi sebuah plutokrasi, di mana kekuasaan dipegang oleh segelintir orang yang sangat kaya.&amp;nbsp;

Adapun, puluhan juta masyarakat mengalami kemerosotan ekonomi yang riil selama 30 tahun terakhir.Menurut Mahbubani, saat ini AS tergantung dari presiden terpilih Joe  Biden untuk memulihkan kondisi dan memperbaiki hubungan antar masyarakat  yang retak. Ke depan, bisa jadi AS akan pulih dan kembali menguat, atau  semakin terpuruk.

Di sisi lain, China telah menunjukkan bahwa negara itu dapat  menangani kondisi darurat, seperti wabah COVID-19, dengan efektif.  Kualitas birokrasi di China juga termasuk yang terbaik di dunia dengan  rekruitmen yang terukur. Di China hanya yang menempati ranking terbaik  di sekolahnya dapat lolos kualifikasi menjadi pegawai negeri.

Bagaimana posisi Indonesia? Mahbubani memberikan saran agar Indonesia dan negara-negara lain di dunia untuk tetap netral.

&quot;Pesan yang harus disampaikan secara jelas adalah Jangan paksa kami  untuk memihak pada AS atau China. Kami ingin menjaga hubungan baik  dengan keduanya,&amp;rdquo; ujar Mahbuani.

Menurutnya, pesan ini akan lebih kuat bila disampaikan secara  kolektif dalam wadah ASEAN, karena ASEAN mewadahi 10 negara dengan 650  juta penduduk.

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menyatakan bahwa  negara-negara yang tergabung dalam Indo-Pasifik dan perjanjian  perdagangan bebas RCEP (Regional Comprehensive Economic Partnership),  juga sepakat untuk netral.

Menko Perekonomian ini mencontohkan bahwa Indonesia membeli vaksin  COVID-19 dari perusahaan AS dan juga perusahaan China. Namun, Indonesia  juga sedang mengembangkan vaksin sendiri.

Ketua Umum Partai Golkar mengapresiasi jalannya diskusi ini dan  berharap Golkar Institute terus menyelenggarakan kegiatan peningkatan  kapasitas yang mencerahkan dan berkualitas tinggi.

Airlangga juga menggarisbawahi pentingnya bagi Indonesia untuk terus  meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang pemerintahan dan  politik agar pembangunan dapat memberi manfaat bagi semua orang dan  kondisi politik tetap stabil.

&amp;ldquo;Golkar Institute akan mengadakan kajian geopolitik ini secara rutin  dengan menghadirkan narasumber berkualitas,&amp;rdquo; kata Ketua Golkar Institute  Ace Hasan Syadzily.

&amp;ldquo;Seharusnya, pada bulan Januari 2021 ini kami menggelar kursus  pendidikan Pemerintahan bagi Kepala Daerah Terpilih Pilkada 2020. Namun,  karena kebijakan PPKM Jawa-Bali, kegiatan ini ditunda pelaksanaannya  pada awal Februari 2021,&amp;rdquo; ujar Ketua DPP Partai Golkar ini.</content:encoded></item></channel></rss>
