<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sektor Konstruksi Diprediksi Membaik, Ini Pemicunya</title><description>BI menilai kegiatan usaha sektor Kontruksi pada triwulan IV-2020 terindikasi tumbuh membaik.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/13/320/2343650/sektor-konstruksi-diprediksi-membaik-ini-pemicunya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/13/320/2343650/sektor-konstruksi-diprediksi-membaik-ini-pemicunya"/><item><title>Sektor Konstruksi Diprediksi Membaik, Ini Pemicunya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/13/320/2343650/sektor-konstruksi-diprediksi-membaik-ini-pemicunya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/13/320/2343650/sektor-konstruksi-diprediksi-membaik-ini-pemicunya</guid><pubDate>Rabu 13 Januari 2021 12:56 WIB</pubDate><dc:creator>Kunthi Fahmar Shandy</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/13/320/2343650/sektor-konstruksi-diprediksi-membaik-ini-pemicunya-xdDznQORca.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Infrastruktur (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/13/320/2343650/sektor-konstruksi-diprediksi-membaik-ini-pemicunya-xdDznQORca.jpg</image><title>Infrastruktur (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menilai kegiatan usaha sektor Kontruksi pada triwulan IV-2020 terindikasi tumbuh membaik meski masih dalam fase kontraksi dengan Saldo bersih tertimbang (SBT) sebesar -0,23% dengan kontraksi yang semakin mengecil dari -1,00% pada periode sebelumnya.

Menurut Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono, sebagian besar responden peningkatan didorong oleh permintaan dalam negeri, sejumlah promosi yang dilakukan oleh perusahaan, serta penambahan proyek.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Sentil Belanja Konstruksi Lambat, Jokowi: Bisa Ambruk Bangunannya
&quot;Adapun penggunaan tenaga kerja sektor Konstruksi pada triwulan IV-2020 terindikasi membaik dengan SBT -0,55%, membaik dari SBT -1,07% pada triwulan sebelumnya, sejalan dengan membaiknya kegiatan usaha sektor konstruksi,&quot; kata Erwin, Jakarta, Rabu (13/1/2021).

Pada triwulan I-2021, kegiatan usaha sektor Konstruksi diprakirakan meningkat dengan SBT kegiatan usaha sebesar 0,15%, tumbuh positif setelah triwulan sebelumnya terkontraksi dengan SBT -0,23%.
 
&amp;nbsp;Baca juga:  Jokowi Marah soal Proyek Konstruksi Rp40 Triliun, Kalau Jembatan Ya Ambruk
&quot;Responden menyatakan bahwa peningkatan kegiatan usaha didorong oleh permintaan dalam negeri yang meningkat, serta adanya kontrak baru,&quot; ungkap dia.

Pada sisi penggunaan tenaga kerja, peningkatan kegiatan usaha yang terjadi diprakirakan berdampak terhadap tingkat penggunaan tenaga kerja. Hal ini terindikasi dari SBT jumlah tenaga kerja yang membaik menjadi -0,11%.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menilai kegiatan usaha sektor Kontruksi pada triwulan IV-2020 terindikasi tumbuh membaik meski masih dalam fase kontraksi dengan Saldo bersih tertimbang (SBT) sebesar -0,23% dengan kontraksi yang semakin mengecil dari -1,00% pada periode sebelumnya.

Menurut Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono, sebagian besar responden peningkatan didorong oleh permintaan dalam negeri, sejumlah promosi yang dilakukan oleh perusahaan, serta penambahan proyek.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Sentil Belanja Konstruksi Lambat, Jokowi: Bisa Ambruk Bangunannya
&quot;Adapun penggunaan tenaga kerja sektor Konstruksi pada triwulan IV-2020 terindikasi membaik dengan SBT -0,55%, membaik dari SBT -1,07% pada triwulan sebelumnya, sejalan dengan membaiknya kegiatan usaha sektor konstruksi,&quot; kata Erwin, Jakarta, Rabu (13/1/2021).

Pada triwulan I-2021, kegiatan usaha sektor Konstruksi diprakirakan meningkat dengan SBT kegiatan usaha sebesar 0,15%, tumbuh positif setelah triwulan sebelumnya terkontraksi dengan SBT -0,23%.
 
&amp;nbsp;Baca juga:  Jokowi Marah soal Proyek Konstruksi Rp40 Triliun, Kalau Jembatan Ya Ambruk
&quot;Responden menyatakan bahwa peningkatan kegiatan usaha didorong oleh permintaan dalam negeri yang meningkat, serta adanya kontrak baru,&quot; ungkap dia.

Pada sisi penggunaan tenaga kerja, peningkatan kegiatan usaha yang terjadi diprakirakan berdampak terhadap tingkat penggunaan tenaga kerja. Hal ini terindikasi dari SBT jumlah tenaga kerja yang membaik menjadi -0,11%.</content:encoded></item></channel></rss>
