<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tambahan Pembangkit Listrik Cuma Segini Imbas Covid-19</title><description>Penambahan pembangkit listrik sepanjang 2020 hanya mencapai 2.866,6 mega watt (MW) atau 55%</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/13/320/2343842/tambahan-pembangkit-listrik-cuma-segini-imbas-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/13/320/2343842/tambahan-pembangkit-listrik-cuma-segini-imbas-covid-19"/><item><title>Tambahan Pembangkit Listrik Cuma Segini Imbas Covid-19</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/13/320/2343842/tambahan-pembangkit-listrik-cuma-segini-imbas-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/13/320/2343842/tambahan-pembangkit-listrik-cuma-segini-imbas-covid-19</guid><pubDate>Rabu 13 Januari 2021 16:46 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/13/320/2343842/tambahan-pembangkit-listrik-cuma-segini-imbas-covid-19-lXfj3tzZAS.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Penambahan Listrik 2020 Terimbas Covid-19. (Foto: Okezone.com/Dok. PLN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/13/320/2343842/tambahan-pembangkit-listrik-cuma-segini-imbas-covid-19-lXfj3tzZAS.jpeg</image><title>Penambahan Listrik 2020 Terimbas Covid-19. (Foto: Okezone.com/Dok. PLN)</title></images><description>JAKARTA - Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat penambahan pembangkit listrik sepanjang 2020 hanya mencapai 2.866,6 mega watt (MW) atau 55% dari target yang seharusnya mencapai 5.209,48 MW.
Menurut Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana, pandemi Covid-19 telah berdampak pada pembangunan infrastruktur, termasuk pembangkit listrik.
Baca Juga:&amp;nbsp;RI Tingkatkan Akses Listrik dengan Harga Terjangkau
&quot;Jadi pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan harus mengalami rescheduling karena pandemi Covid-19,&quot; ujar dia dalam telekonfrensi, Rabu (13/01/2021).
Kemudian, lanjut dia, tertundanya pembangunan pembangkit listrik ini dikarenakan juga melibatkan tenaga kerja asing. Di mana pandemi membuat mobilitas warga menjadi terbatas, sehingga menghambat pergerakan pekerja.
Baca Juga:&amp;nbsp;Mulai Besok Kegiatan di Jawa Bali Dibatasi, Pasokan Listrik Bagaimana?
&quot;Jadi dengan ada keterlibatan tenaga kerja asing, terpaksa target COD (Commercial Operation Date) dimundurkan, maka itu tidak sesuai dengan sebagaimana ditargetkan di awal,&quot; ungkap dia.
Dia juga menuturkan penambahan transmisi, hanya bertambah 2.648 kms atau hanya 59% dari target 2020 sebesar 4.459,6 kms. Lalu penambahan gardu induk hanya 7.870 MVA atau 55% dari target 14.247 MVA.&quot;Kemudian penambahan gardu distribusi hanya 2.590 MVA atau 81% dari target 3.212 MVA dan penambahan jaringan distribusi hanya 27.434 kms atau 59% dari target 46.412 kms,&quot; jelasnya.
Dia menambahkan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan sebagian besar terdampak Covid-19. &quot;Tapi tidak berdampak pada pelayanan ke masyarakat,&quot; tandas dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat penambahan pembangkit listrik sepanjang 2020 hanya mencapai 2.866,6 mega watt (MW) atau 55% dari target yang seharusnya mencapai 5.209,48 MW.
Menurut Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana, pandemi Covid-19 telah berdampak pada pembangunan infrastruktur, termasuk pembangkit listrik.
Baca Juga:&amp;nbsp;RI Tingkatkan Akses Listrik dengan Harga Terjangkau
&quot;Jadi pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan harus mengalami rescheduling karena pandemi Covid-19,&quot; ujar dia dalam telekonfrensi, Rabu (13/01/2021).
Kemudian, lanjut dia, tertundanya pembangunan pembangkit listrik ini dikarenakan juga melibatkan tenaga kerja asing. Di mana pandemi membuat mobilitas warga menjadi terbatas, sehingga menghambat pergerakan pekerja.
Baca Juga:&amp;nbsp;Mulai Besok Kegiatan di Jawa Bali Dibatasi, Pasokan Listrik Bagaimana?
&quot;Jadi dengan ada keterlibatan tenaga kerja asing, terpaksa target COD (Commercial Operation Date) dimundurkan, maka itu tidak sesuai dengan sebagaimana ditargetkan di awal,&quot; ungkap dia.
Dia juga menuturkan penambahan transmisi, hanya bertambah 2.648 kms atau hanya 59% dari target 2020 sebesar 4.459,6 kms. Lalu penambahan gardu induk hanya 7.870 MVA atau 55% dari target 14.247 MVA.&quot;Kemudian penambahan gardu distribusi hanya 2.590 MVA atau 81% dari target 3.212 MVA dan penambahan jaringan distribusi hanya 27.434 kms atau 59% dari target 46.412 kms,&quot; jelasnya.
Dia menambahkan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan sebagian besar terdampak Covid-19. &quot;Tapi tidak berdampak pada pelayanan ke masyarakat,&quot; tandas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
