<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Vaksinasi Covid-19 Bikin Rupiah Perkasa</title><description>Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat cukup tajam hari ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/13/320/2343896/vaksinasi-covid-19-bikin-rupiah-perkasa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/13/320/2343896/vaksinasi-covid-19-bikin-rupiah-perkasa"/><item><title>Vaksinasi Covid-19 Bikin Rupiah Perkasa</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/13/320/2343896/vaksinasi-covid-19-bikin-rupiah-perkasa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/13/320/2343896/vaksinasi-covid-19-bikin-rupiah-perkasa</guid><pubDate>Rabu 13 Januari 2021 17:50 WIB</pubDate><dc:creator>Ferdi Rantung</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/13/320/2343896/vaksinasi-covid-19-bikin-rupiah-perkasa-nQT9WE54nL.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Uang Rupiah (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/13/320/2343896/vaksinasi-covid-19-bikin-rupiah-perkasa-nQT9WE54nL.jpeg</image><title>Uang Rupiah (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat cukup tajam hari ini. Rupiah menguat 70 poin di level Rp14.060 per USD dari penutupan sebelumnya di level Rp14.130 per USD.
Baca Juga: Wagub DKI: Kalau Mau Usahanya Maju, Pastikan Kesehatan Jadi Prioritas
 
Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi  menilai bahwa menguatnya Rupiah hari ini dipengaruhi oleh vaksinasi massal resmi yang telah dimulai pagi ini.
&quot;Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi Warga Negara Indonesia pertama yang mendapat suntikan vaksin Corona  buatan perusahaan farmasi asal China, Sinovac. Setelah Jokowi, ada beberapa pejabat yang ikut divaksinasi,&quot; ujarnya dalam riset harinya, Rabu (13/1/2021).
Baca Juga: Ada PPKM Jawa-Bali, Pertumbuhan Kredit Akan Pulih di Kuartal III
 
Meski prosesnya akan memakan waktu yang cukup panjang agar vaksinasi di seluruh Indonesia selesai, tetapi harapan akan hidup berangsur-angsur normal kembali menjadi kenyataan. Kondisi tersebut memunculkan persepsi positif terpenting perekonomian bisa kembali bangkit.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMS8xMy8xLzEyNzMxNy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Distribusi vaksin adalah kunci pemulihan ekonomi. Tanpa vaksin,  masyarakat masih akan defensif sehingga pertumbuhan penawaran tidak  seimbang dengan permintaan. Tanpa distribusi vaksin yang cepat,  pemulihan ekonomi akan lebih mengarah ke U-shaped ketimbang V-shaped,&quot;  jelasnya.
Sementara itu, kalangan pengusaha dan masyarakat siap membantu  Pemerintah untuk mensukseskan program vaksinasi dalam rangka menekan  penularan Covid-19. Namun pemerintah perlu melakukan pemetaan bagi  penerima vaksinasi.
&quot;Selain itu prioritas vaksinasi harus berdasarkan klaster dan  seharusnya diberikan kepada kelompok masyarakat yang paling rentan  menyebarkan Covid-19. Dan jika vaksinasi tidak dilakukan dengan pemetaan  maka vaksinasi tidak tepat sasaran,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat cukup tajam hari ini. Rupiah menguat 70 poin di level Rp14.060 per USD dari penutupan sebelumnya di level Rp14.130 per USD.
Baca Juga: Wagub DKI: Kalau Mau Usahanya Maju, Pastikan Kesehatan Jadi Prioritas
 
Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi  menilai bahwa menguatnya Rupiah hari ini dipengaruhi oleh vaksinasi massal resmi yang telah dimulai pagi ini.
&quot;Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi Warga Negara Indonesia pertama yang mendapat suntikan vaksin Corona  buatan perusahaan farmasi asal China, Sinovac. Setelah Jokowi, ada beberapa pejabat yang ikut divaksinasi,&quot; ujarnya dalam riset harinya, Rabu (13/1/2021).
Baca Juga: Ada PPKM Jawa-Bali, Pertumbuhan Kredit Akan Pulih di Kuartal III
 
Meski prosesnya akan memakan waktu yang cukup panjang agar vaksinasi di seluruh Indonesia selesai, tetapi harapan akan hidup berangsur-angsur normal kembali menjadi kenyataan. Kondisi tersebut memunculkan persepsi positif terpenting perekonomian bisa kembali bangkit.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMS8xMy8xLzEyNzMxNy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Distribusi vaksin adalah kunci pemulihan ekonomi. Tanpa vaksin,  masyarakat masih akan defensif sehingga pertumbuhan penawaran tidak  seimbang dengan permintaan. Tanpa distribusi vaksin yang cepat,  pemulihan ekonomi akan lebih mengarah ke U-shaped ketimbang V-shaped,&quot;  jelasnya.
Sementara itu, kalangan pengusaha dan masyarakat siap membantu  Pemerintah untuk mensukseskan program vaksinasi dalam rangka menekan  penularan Covid-19. Namun pemerintah perlu melakukan pemetaan bagi  penerima vaksinasi.
&quot;Selain itu prioritas vaksinasi harus berdasarkan klaster dan  seharusnya diberikan kepada kelompok masyarakat yang paling rentan  menyebarkan Covid-19. Dan jika vaksinasi tidak dilakukan dengan pemetaan  maka vaksinasi tidak tepat sasaran,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
