<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bertemu Menlu China, Luhut Ingin Kereta Cepat Diperpanjang hingga Surabaya</title><description>Luhut berharap proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung  dapat diperpanjang menjadi proyek kereta cepat  Jakarta-Bandung-Surabaya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/14/320/2344190/bertemu-menlu-china-luhut-ingin-kereta-cepat-diperpanjang-hingga-surabaya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/14/320/2344190/bertemu-menlu-china-luhut-ingin-kereta-cepat-diperpanjang-hingga-surabaya"/><item><title>Bertemu Menlu China, Luhut Ingin Kereta Cepat Diperpanjang hingga Surabaya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/14/320/2344190/bertemu-menlu-china-luhut-ingin-kereta-cepat-diperpanjang-hingga-surabaya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/14/320/2344190/bertemu-menlu-china-luhut-ingin-kereta-cepat-diperpanjang-hingga-surabaya</guid><pubDate>Kamis 14 Januari 2021 10:25 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/14/320/2344190/bertemu-menlu-china-luhut-ingin-kereta-cepat-diperpanjang-hingga-surabaya-cDUUY8p9pU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan (Foto: Dok. Kemenko Marves)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/14/320/2344190/bertemu-menlu-china-luhut-ingin-kereta-cepat-diperpanjang-hingga-surabaya-cDUUY8p9pU.jpg</image><title>Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan (Foto: Dok. Kemenko Marves)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan berharap proyek kereta cepat Jakarta-Bandung dapat diperpanjang menjadi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung-Surabaya.
Hal ini dia sampaikan saat pertemuan dengan Menteri Luar Negeri (Menlu), China Wang Yi di Sumatera Utara.
Baca Juga: Proyek Kereta Api Cepat Malaysia-Singapura Dibatalkan
 
&quot;Presiden Joko Widodo sudah menyampaikan kepada Presiden Xi Jinping agar RRT dapat berpartisipasi dalam proyek tersebut,&quot; ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Kamis (14/1/2021).
Dia menjelaskan untuk mematuhi persyaratan yang ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia, investor China diminta turut  mengembangkan SDM lokal, mulai dari memberikan pelatihan vokasi untuk 11 bidang, seperti terkait Internet of Things, Artificial Intelligence, Big Data, Electric Vehicle, dan manufaktur baterai.
Baca Juga:&amp;nbsp; 7 Fakta Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, RI Harus Belajar dari China
 
&quot;China juga telah berkomitmen untuk mendirikan politeknik industri dan pemerintah China merencakan untuk meningkatkan jumlah penerima beasiswa dari pelajar Indonesia, ditambah dengan pertukaran tenaga pengajar dan magang kerja,&quot; ungkap dia.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8xOS8xLzEyNjIwOS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Pemerintah Indonesia saat ini juga berharap dapat bekerja sama dengan  China untuk melaksanakan program pengentasan kemiskinan berbasis ilmu  pengetahuan dan teknologi (IPTEK), Pendidikan, dan Industri di  Indonesia. Program ini dilaksanakan sebagai bentuk penyerapan  keberhasilan Tiongkok sebelumnya dalam pengentasan kemiskinan.
&quot;Kami harap kedua negara dapat bekerja untuk mendorong realisasi dari program ini,&quot; tandas dia.
Investasi China di Indonesia telah memenuhi 4+1 Rule of Thumb yang  ditetapkan oleh pemerintah Indonesia, yakni ramah lingkungan, transfer  teknologi, penciptaan lapangan kerja dengan menggunakan tenaga kerja  lokal, menciptakan nilai tambah, dan model kerja sama business to  business (B2B).</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan berharap proyek kereta cepat Jakarta-Bandung dapat diperpanjang menjadi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung-Surabaya.
Hal ini dia sampaikan saat pertemuan dengan Menteri Luar Negeri (Menlu), China Wang Yi di Sumatera Utara.
Baca Juga: Proyek Kereta Api Cepat Malaysia-Singapura Dibatalkan
 
&quot;Presiden Joko Widodo sudah menyampaikan kepada Presiden Xi Jinping agar RRT dapat berpartisipasi dalam proyek tersebut,&quot; ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Kamis (14/1/2021).
Dia menjelaskan untuk mematuhi persyaratan yang ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia, investor China diminta turut  mengembangkan SDM lokal, mulai dari memberikan pelatihan vokasi untuk 11 bidang, seperti terkait Internet of Things, Artificial Intelligence, Big Data, Electric Vehicle, dan manufaktur baterai.
Baca Juga:&amp;nbsp; 7 Fakta Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, RI Harus Belajar dari China
 
&quot;China juga telah berkomitmen untuk mendirikan politeknik industri dan pemerintah China merencakan untuk meningkatkan jumlah penerima beasiswa dari pelajar Indonesia, ditambah dengan pertukaran tenaga pengajar dan magang kerja,&quot; ungkap dia.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8xOS8xLzEyNjIwOS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Pemerintah Indonesia saat ini juga berharap dapat bekerja sama dengan  China untuk melaksanakan program pengentasan kemiskinan berbasis ilmu  pengetahuan dan teknologi (IPTEK), Pendidikan, dan Industri di  Indonesia. Program ini dilaksanakan sebagai bentuk penyerapan  keberhasilan Tiongkok sebelumnya dalam pengentasan kemiskinan.
&quot;Kami harap kedua negara dapat bekerja untuk mendorong realisasi dari program ini,&quot; tandas dia.
Investasi China di Indonesia telah memenuhi 4+1 Rule of Thumb yang  ditetapkan oleh pemerintah Indonesia, yakni ramah lingkungan, transfer  teknologi, penciptaan lapangan kerja dengan menggunakan tenaga kerja  lokal, menciptakan nilai tambah, dan model kerja sama business to  business (B2B).</content:encoded></item></channel></rss>
