<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pentingnya Perbankan bagi Pemulihan Ekonomi</title><description>Pandemi Covid-19 selama hampir satu tahun telah menyebabkan kondisi perekonomian dunia melemah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/14/320/2344255/pentingnya-perbankan-bagi-pemulihan-ekonomi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/14/320/2344255/pentingnya-perbankan-bagi-pemulihan-ekonomi"/><item><title>Pentingnya Perbankan bagi Pemulihan Ekonomi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/14/320/2344255/pentingnya-perbankan-bagi-pemulihan-ekonomi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/14/320/2344255/pentingnya-perbankan-bagi-pemulihan-ekonomi</guid><pubDate>Kamis 14 Januari 2021 12:10 WIB</pubDate><dc:creator>Kunthi Fahmar Shandy</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/14/320/2344255/pentingnya-perbankan-bagi-pemulihan-ekonomi-9C4DChOzKQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Perbankan (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/14/320/2344255/pentingnya-perbankan-bagi-pemulihan-ekonomi-9C4DChOzKQ.jpg</image><title>Perbankan (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pandemi Covid-19 selama hampir satu tahun telah menyebabkan kondisi perekonomian dunia melemah dan memicu resesi ekonomi global. Berbeda dengan krisis Asia maupun krisis global yang pernah terjadi sebelumnya, dampak pandemi Covid-19 terasa di segala sektor, tidak terkecuali sektor keuangan.

Oleh karena itu, lembaga perbankan berperan penting memastikan kondisi ekonomi dalam keadaan stabil selama pandemi Covid-19 masih berlangsung. Dalam laporan mingguan yang baru dirilis oleh Bank DBS Indonesia disebutkan bahwa peran bank sangat signifikan untuk mendukung pemulihan ekonomi pasca pandemi.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Perkuat Struktur, Perbankan Indonesia Didorong Lakukan Konsolidasi
Laporan tersebut menekankan bahwa bank-bank di Asia masih memiliki neraca keuangan yang relatif kuat sehingga dapat secara aktif terlibat dalam program pinjaman dan kebijakan yang fleksibel.

&amp;ldquo;Di Asia, sebagian besar bank dalam kondisi yang baik sejauh ini. Rasio kecukupan modal secara keseluruhan telah meningkat atau tetap datar di sebagian besar negara dalam dekade terakhir,&amp;rdquo; tulis laporan tersebut di Jakarta, Kamis (14/1/2021).
 
&amp;nbsp;Baca juga: YLKI: Konsumen Banyak Ngadu soal Restrukturisasi Kredit
Rasio kecukupan modal secara keseluruhan relatif meningkat atau stagnan di sebagian besar negara, kecuali India dan Filipina.Sementara itu, tier 1 capital buffers  menunjukkan tren peningkatan  berkat  didorong oleh regulasi yang kuat dari Bank for International  Settlements (BIS) dan otoritas keuangan nasional.

&quot;Sayangnya, pandemi semakin memperburuk perekonomian, sehingga bank  diprediksikan akan menghadapi persoalan peningkatan kredit macet,&quot;  ucapnya.

Meski demikian, suku bunga rendah dan peraturan yang lebih fleksibel kemungkinan akan menekan adanya risiko ini.

Oleh karena itu, sejak awal tahun 2020 ketika pandemi Covid-19 berpotensi menyebabkan krisis ekonomi global.

General Manager di BIS, Agustin Carstens menuturkan pentingnya peran  bank untuk mengatasi ancaman resesi yang telah di depan mata. Menurut  Carstens, bank harus menjadi bagian dari solusi, bukan bagian dari  masalah.

&quot;Sekaranglah waktunya untuk memanfaatkan akumulasi penyangga neraca  yang telah ditingkatkan saat masa keemasan sebelumnya,&quot; ujar Carstens.</description><content:encoded>JAKARTA - Pandemi Covid-19 selama hampir satu tahun telah menyebabkan kondisi perekonomian dunia melemah dan memicu resesi ekonomi global. Berbeda dengan krisis Asia maupun krisis global yang pernah terjadi sebelumnya, dampak pandemi Covid-19 terasa di segala sektor, tidak terkecuali sektor keuangan.

Oleh karena itu, lembaga perbankan berperan penting memastikan kondisi ekonomi dalam keadaan stabil selama pandemi Covid-19 masih berlangsung. Dalam laporan mingguan yang baru dirilis oleh Bank DBS Indonesia disebutkan bahwa peran bank sangat signifikan untuk mendukung pemulihan ekonomi pasca pandemi.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Perkuat Struktur, Perbankan Indonesia Didorong Lakukan Konsolidasi
Laporan tersebut menekankan bahwa bank-bank di Asia masih memiliki neraca keuangan yang relatif kuat sehingga dapat secara aktif terlibat dalam program pinjaman dan kebijakan yang fleksibel.

&amp;ldquo;Di Asia, sebagian besar bank dalam kondisi yang baik sejauh ini. Rasio kecukupan modal secara keseluruhan telah meningkat atau tetap datar di sebagian besar negara dalam dekade terakhir,&amp;rdquo; tulis laporan tersebut di Jakarta, Kamis (14/1/2021).
 
&amp;nbsp;Baca juga: YLKI: Konsumen Banyak Ngadu soal Restrukturisasi Kredit
Rasio kecukupan modal secara keseluruhan relatif meningkat atau stagnan di sebagian besar negara, kecuali India dan Filipina.Sementara itu, tier 1 capital buffers  menunjukkan tren peningkatan  berkat  didorong oleh regulasi yang kuat dari Bank for International  Settlements (BIS) dan otoritas keuangan nasional.

&quot;Sayangnya, pandemi semakin memperburuk perekonomian, sehingga bank  diprediksikan akan menghadapi persoalan peningkatan kredit macet,&quot;  ucapnya.

Meski demikian, suku bunga rendah dan peraturan yang lebih fleksibel kemungkinan akan menekan adanya risiko ini.

Oleh karena itu, sejak awal tahun 2020 ketika pandemi Covid-19 berpotensi menyebabkan krisis ekonomi global.

General Manager di BIS, Agustin Carstens menuturkan pentingnya peran  bank untuk mengatasi ancaman resesi yang telah di depan mata. Menurut  Carstens, bank harus menjadi bagian dari solusi, bukan bagian dari  masalah.

&quot;Sekaranglah waktunya untuk memanfaatkan akumulasi penyangga neraca  yang telah ditingkatkan saat masa keemasan sebelumnya,&quot; ujar Carstens.</content:encoded></item></channel></rss>
