<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tak Ingin Bergantung Impor, Bos Bio Farma Geber Vaksin Merah Putih</title><description>Meski Indonesia telah melakukan vaksinasi tahap pertama dengan menggunakan vaksin Covid-19 hasil produksi Sinovac, China.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/14/320/2344319/tak-ingin-bergantung-impor-bos-bio-farma-geber-vaksin-merah-putih</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/14/320/2344319/tak-ingin-bergantung-impor-bos-bio-farma-geber-vaksin-merah-putih"/><item><title>Tak Ingin Bergantung Impor, Bos Bio Farma Geber Vaksin Merah Putih</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/14/320/2344319/tak-ingin-bergantung-impor-bos-bio-farma-geber-vaksin-merah-putih</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/14/320/2344319/tak-ingin-bergantung-impor-bos-bio-farma-geber-vaksin-merah-putih</guid><pubDate>Kamis 14 Januari 2021 13:22 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/14/320/2344319/tak-ingin-bergantung-impor-bos-bio-farma-geber-vaksin-merah-putih-biwLgf3gH2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Vaksin Covid-19 (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/14/320/2344319/tak-ingin-bergantung-impor-bos-bio-farma-geber-vaksin-merah-putih-biwLgf3gH2.jpg</image><title>Vaksin Covid-19 (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Meski Indonesia telah melakukan vaksinasi tahap pertama dengan menggunakan vaksin Covid-19 hasil produksi Sinovac, China. Namun, pemerintah belum bisa memastikan ketahanan stok vaksin Covid-19 yang diperoleh dari hasil kerja sama multilateral akan berlangsung lama.


Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Honesti Basyir mengatakan, Indonesia perlu mengembangkan vaksin Merah Putih secara cepat untuk menghindari ketergantungan bahan baku vaksin dan vaksin jadi hasil buah tangan perusahaan global. Hal itu sekaligus merealisasikan harapan kemandirian di sektor kesehatan dalam negeri.
 
&amp;nbsp;Baca juga:  Begini Cerita Pedagang saat Disuntik Vaksin Covid-19 Bareng Jokowi
&quot;Jadi seperti yang diinformasikan kemarin kita juga belum tahu vaksin ini akan bertahan berapa lama, sehingga kita membutuhkan ketahanan dalam negeri sehingga kita tidak bergantung lagi ke barang-barang (kesehatan) impor,&quot; ujar Honesti dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR, Kamis (14/1/2021).


Dia bilang, pengalaman ketergantungan Indonesia kepada negara lain di sektor farmasi saat pandemi Covid-19, membuat pemerintah mengalami kesulitan melakukan supply kepada masyarakat.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Bikin Rupiah Perkasa
&quot;Pengalaman kita selama pandemi ini kebergantungan yang sangat tinggi itu juga membuat kita susah untuk mendapatkan supply. Dengan demikian adanya vaksin merah putih ini kami optimis, harapan dari pemerintah bahwa adanya kemandirian kesehatan Indonesia ini bisa kita perbaiki kedepannya,&quot; katanya.Meski begitu, manajemen Bio Farma mengakui, produksi vaksin Merah  Putih belum bisa diselesaikan sepanjang tahun 2021. Produksi vaksin  sendiri ditargetkan akan dilakukan pada kuartal III tahun ini. Dengan  begitu, vaksin Merah Putih tidak masuk dalam program vaksinasi  pemerintah untuk periode 2021.


&quot;Dan prosesnya, diskusi kami dengan lembaga-lembaga penelitian,  memang timeline-nya vaksin tidak bisa selesai di tahun 2021. Sehingga  vaksin merah putih tidak bisa masuk di program supply kita untuk  penanganan Covid di tahun 2021,&quot; ujarnya.


Saat ini vaksin Covid-19 tersebut masih dikembangkan oleh Lembaga  Biologi Molekuler Eijkman dan sejumlah perguruan tinggi dalam negeri. Di  mana, progresnya telah mencapai 60 persen dan direncanakan pada Maret  tahun ini, bibit vaksin akan diserahkan kepada Bio Farma untuk  ditindaklanjuti.


&quot;Tapi seperti yang disampaikan Pak Menkes (Budi Karya Sumadi) tadi,  rencana kalau dari lembaga Eijkman ini bisa sampai di kita di kuartal  I-2021 ini, kita proses berupa karakterisasi, uji klinis, dan  sebagainnya, kalau semuanya berjalan lancar, kami berharap di kuartal  III kita sudah bisa memproduksi vaksin merah putih ini sebagai bagian  dari kemandirian kesehatan di Indonesia,&quot; kata Honesti.</description><content:encoded>JAKARTA - Meski Indonesia telah melakukan vaksinasi tahap pertama dengan menggunakan vaksin Covid-19 hasil produksi Sinovac, China. Namun, pemerintah belum bisa memastikan ketahanan stok vaksin Covid-19 yang diperoleh dari hasil kerja sama multilateral akan berlangsung lama.


Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Honesti Basyir mengatakan, Indonesia perlu mengembangkan vaksin Merah Putih secara cepat untuk menghindari ketergantungan bahan baku vaksin dan vaksin jadi hasil buah tangan perusahaan global. Hal itu sekaligus merealisasikan harapan kemandirian di sektor kesehatan dalam negeri.
 
&amp;nbsp;Baca juga:  Begini Cerita Pedagang saat Disuntik Vaksin Covid-19 Bareng Jokowi
&quot;Jadi seperti yang diinformasikan kemarin kita juga belum tahu vaksin ini akan bertahan berapa lama, sehingga kita membutuhkan ketahanan dalam negeri sehingga kita tidak bergantung lagi ke barang-barang (kesehatan) impor,&quot; ujar Honesti dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR, Kamis (14/1/2021).


Dia bilang, pengalaman ketergantungan Indonesia kepada negara lain di sektor farmasi saat pandemi Covid-19, membuat pemerintah mengalami kesulitan melakukan supply kepada masyarakat.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Bikin Rupiah Perkasa
&quot;Pengalaman kita selama pandemi ini kebergantungan yang sangat tinggi itu juga membuat kita susah untuk mendapatkan supply. Dengan demikian adanya vaksin merah putih ini kami optimis, harapan dari pemerintah bahwa adanya kemandirian kesehatan Indonesia ini bisa kita perbaiki kedepannya,&quot; katanya.Meski begitu, manajemen Bio Farma mengakui, produksi vaksin Merah  Putih belum bisa diselesaikan sepanjang tahun 2021. Produksi vaksin  sendiri ditargetkan akan dilakukan pada kuartal III tahun ini. Dengan  begitu, vaksin Merah Putih tidak masuk dalam program vaksinasi  pemerintah untuk periode 2021.


&quot;Dan prosesnya, diskusi kami dengan lembaga-lembaga penelitian,  memang timeline-nya vaksin tidak bisa selesai di tahun 2021. Sehingga  vaksin merah putih tidak bisa masuk di program supply kita untuk  penanganan Covid di tahun 2021,&quot; ujarnya.


Saat ini vaksin Covid-19 tersebut masih dikembangkan oleh Lembaga  Biologi Molekuler Eijkman dan sejumlah perguruan tinggi dalam negeri. Di  mana, progresnya telah mencapai 60 persen dan direncanakan pada Maret  tahun ini, bibit vaksin akan diserahkan kepada Bio Farma untuk  ditindaklanjuti.


&quot;Tapi seperti yang disampaikan Pak Menkes (Budi Karya Sumadi) tadi,  rencana kalau dari lembaga Eijkman ini bisa sampai di kita di kuartal  I-2021 ini, kita proses berupa karakterisasi, uji klinis, dan  sebagainnya, kalau semuanya berjalan lancar, kami berharap di kuartal  III kita sudah bisa memproduksi vaksin merah putih ini sebagai bagian  dari kemandirian kesehatan di Indonesia,&quot; kata Honesti.</content:encoded></item></channel></rss>
