<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Vaksinasi Covid-19 Jadi Angin Segar bagi Sektor Perikanan</title><description>Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia yakin sektor perikanan dan kelautan akan tumbuh dan membaik tahun ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/14/320/2344530/vaksinasi-covid-19-jadi-angin-segar-bagi-sektor-perikanan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/14/320/2344530/vaksinasi-covid-19-jadi-angin-segar-bagi-sektor-perikanan"/><item><title>Vaksinasi Covid-19 Jadi Angin Segar bagi Sektor Perikanan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/14/320/2344530/vaksinasi-covid-19-jadi-angin-segar-bagi-sektor-perikanan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/14/320/2344530/vaksinasi-covid-19-jadi-angin-segar-bagi-sektor-perikanan</guid><pubDate>Kamis 14 Januari 2021 17:34 WIB</pubDate><dc:creator>Ferdi Rantung</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/14/320/2344530/vaksinasi-covid-19-jadi-angin-segar-bagi-sektor-perikanan-FC5HonYUqf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kapal Nelayan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/14/320/2344530/vaksinasi-covid-19-jadi-angin-segar-bagi-sektor-perikanan-FC5HonYUqf.jpg</image><title>Kapal Nelayan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia yakin sektor perikanan dan kelautan akan tumbuh dan membaik tahun ini. Sektor tersebut tetap menjadi salah satu ujung tombak utama meski dipengaruhi dinamika perekonomian nasional dan dunia, juga terimbas pandemi COVID-19. Untuk tahun 2021 ini, Kadin menyampaikan harapan dan usulannya.
&amp;ldquo;Sebenarnya pada 2020 geliat pasar menurun sehingga ikut menurunkan daya beli. Walaupun begitu sektor ini masih mampu bertahan,&amp;rdquo; ungkap Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Kelautan dan Perikanan Yugi Prayanto di Jakarta, Kamis (14/1/2021).
Baca Juga: Lebih Hemat 50%, Hasil Perikanan Ambon Bisa Langsung Diekspor ke Jepang
 
Kadin mencatat, pada tahun 2020 ekspor produk perikanan year on year (YoY) naik lebih dari 7% dibandingkan tahun 2019 dan mampu menekan impor produk sektor ini sebesar lebih dari 12% dibandingkan pada tahun sebelumnya sehingga neraca produk perikanan naik lebih dari 9% dibandingkan tahun sebelumnya menunjukkan kekuatan pada sektor kelautan perikanan Indonesia dalam mendongkrak perekonomian nasional di masa sulit akibat dari pandemi COVID-19 yang melanda pada tahun 2020 kemarin.
Menurut Yugi, dengan telah ditemukannya vaksin COVID-19 yang mulai didistribusikan di Indonesia membawa angin segar bagi pemulihan perekonomian dan iklim dunia usaha, tanpa terkecuali bagi sektor perikanan dan kelautan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8yMy80LzEyNjM2NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&amp;ldquo;Tentunya itu membawa harapan bagi kami, para pelaku usaha. Sekaranglah momen terbaik untuk memacu produk dari sektor perikanan, tidak hanya untuk optimalisasi pasar domestik tapi juga pasar internasional yang lebih luas,&amp;rdquo; kata Yugi.
Menurutnya, perubahan tren saat ini semakin menguntungkan dengan peningkatan penggunaan teknologi yang semakin mendekatkan rantai suplai produk perikanan kepada pasar sehingga dapat meningkatkan pendapatan dari sektor ini dan peningkatan permintaan akan produk siap olah seperti produk dalam kemasan dan ikan beku.
&amp;ldquo;Semakin banyaknya permintaan maka semakin banyak juga tantangan yang akan dihadapi dan harus menjadi perhatian bersama, beberapa hal yang menjadi perhatian adalah negara-negara tujuan ekspor produk perikanan Indonesia mengetatkan persyaratan keamanan pangan yang akan masuk, beberapa diantaranya adalah penerapan prinsip keberlanjutan dan ketertelusuran,&amp;rdquo; ungkap Yugi.
Dia mengatakan, Indonesia juga saat ini perlu fokus terhadap  upaya-upaya peningkatan produksi terutama pada sektor perikanan ini.  Setidaknya ada tiga yang menjadi fokus utama yaitu perikanan tangkap,  budidaya dan hasil olahan.
Menurut Yugi, untuk tiga fokus utama itu dibutuhkan inovasi teknologi  dan strategi pemasaran yang baik dalam pengelolaan hasil produksi  sektor perikanan, sehingga ada lima komoditas yang dapat digenjot  produksinya yaitu udang dan tuna-cakalang sebagai produk unggulan dan  rajungan-kepiting, cumi-sotong-gurita dan rumput laut sebagai produk  potensial lainnya.
&amp;ldquo;Harapannya di tahun 2021 ini pemerintah agar dapat ikut meningkatkan  promosi ekspor produk perikanan Indonesia terutama pada lima komoditas  ini dengan memperhatikan tiga fokus utama yang dijadikan dasar  pengembangan produk perikanan ini,&amp;rdquo; kata dia.
Menurut Yugi, pasar domestik Indonesia yang besar dan meningkatnya  permintaan pasar luar negeri menjadikan tahun 2021 merupakan tahun yang  penuh tantangan dan harapan besar sebagai tahun pembuktian Indonesia  sebagai negara besar dengan potensi hasil laut yang melimpah.
Dia memaparkan, sekarang ini yang diperlukan adalah persiapan yang  matang dalam usaha meningkatkan produk perikanan seperti pada penyusunan  kebijakan-kebijakan yang dapat mengakomodir pihak swasta dan pro  rakyat. &amp;ldquo;Perlu aksi nyata yang bergerak dinamis dalam mengikuti tren  pasar baik domestik dan luar negeri, serta meningkatkan kerjasama  hubungan baik antara pemerintah dan swasta yang didukung oleh  masyarakat,&amp;rdquo; pungkas Yugi.</description><content:encoded>JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia yakin sektor perikanan dan kelautan akan tumbuh dan membaik tahun ini. Sektor tersebut tetap menjadi salah satu ujung tombak utama meski dipengaruhi dinamika perekonomian nasional dan dunia, juga terimbas pandemi COVID-19. Untuk tahun 2021 ini, Kadin menyampaikan harapan dan usulannya.
&amp;ldquo;Sebenarnya pada 2020 geliat pasar menurun sehingga ikut menurunkan daya beli. Walaupun begitu sektor ini masih mampu bertahan,&amp;rdquo; ungkap Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Kelautan dan Perikanan Yugi Prayanto di Jakarta, Kamis (14/1/2021).
Baca Juga: Lebih Hemat 50%, Hasil Perikanan Ambon Bisa Langsung Diekspor ke Jepang
 
Kadin mencatat, pada tahun 2020 ekspor produk perikanan year on year (YoY) naik lebih dari 7% dibandingkan tahun 2019 dan mampu menekan impor produk sektor ini sebesar lebih dari 12% dibandingkan pada tahun sebelumnya sehingga neraca produk perikanan naik lebih dari 9% dibandingkan tahun sebelumnya menunjukkan kekuatan pada sektor kelautan perikanan Indonesia dalam mendongkrak perekonomian nasional di masa sulit akibat dari pandemi COVID-19 yang melanda pada tahun 2020 kemarin.
Menurut Yugi, dengan telah ditemukannya vaksin COVID-19 yang mulai didistribusikan di Indonesia membawa angin segar bagi pemulihan perekonomian dan iklim dunia usaha, tanpa terkecuali bagi sektor perikanan dan kelautan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8yMy80LzEyNjM2NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&amp;ldquo;Tentunya itu membawa harapan bagi kami, para pelaku usaha. Sekaranglah momen terbaik untuk memacu produk dari sektor perikanan, tidak hanya untuk optimalisasi pasar domestik tapi juga pasar internasional yang lebih luas,&amp;rdquo; kata Yugi.
Menurutnya, perubahan tren saat ini semakin menguntungkan dengan peningkatan penggunaan teknologi yang semakin mendekatkan rantai suplai produk perikanan kepada pasar sehingga dapat meningkatkan pendapatan dari sektor ini dan peningkatan permintaan akan produk siap olah seperti produk dalam kemasan dan ikan beku.
&amp;ldquo;Semakin banyaknya permintaan maka semakin banyak juga tantangan yang akan dihadapi dan harus menjadi perhatian bersama, beberapa hal yang menjadi perhatian adalah negara-negara tujuan ekspor produk perikanan Indonesia mengetatkan persyaratan keamanan pangan yang akan masuk, beberapa diantaranya adalah penerapan prinsip keberlanjutan dan ketertelusuran,&amp;rdquo; ungkap Yugi.
Dia mengatakan, Indonesia juga saat ini perlu fokus terhadap  upaya-upaya peningkatan produksi terutama pada sektor perikanan ini.  Setidaknya ada tiga yang menjadi fokus utama yaitu perikanan tangkap,  budidaya dan hasil olahan.
Menurut Yugi, untuk tiga fokus utama itu dibutuhkan inovasi teknologi  dan strategi pemasaran yang baik dalam pengelolaan hasil produksi  sektor perikanan, sehingga ada lima komoditas yang dapat digenjot  produksinya yaitu udang dan tuna-cakalang sebagai produk unggulan dan  rajungan-kepiting, cumi-sotong-gurita dan rumput laut sebagai produk  potensial lainnya.
&amp;ldquo;Harapannya di tahun 2021 ini pemerintah agar dapat ikut meningkatkan  promosi ekspor produk perikanan Indonesia terutama pada lima komoditas  ini dengan memperhatikan tiga fokus utama yang dijadikan dasar  pengembangan produk perikanan ini,&amp;rdquo; kata dia.
Menurut Yugi, pasar domestik Indonesia yang besar dan meningkatnya  permintaan pasar luar negeri menjadikan tahun 2021 merupakan tahun yang  penuh tantangan dan harapan besar sebagai tahun pembuktian Indonesia  sebagai negara besar dengan potensi hasil laut yang melimpah.
Dia memaparkan, sekarang ini yang diperlukan adalah persiapan yang  matang dalam usaha meningkatkan produk perikanan seperti pada penyusunan  kebijakan-kebijakan yang dapat mengakomodir pihak swasta dan pro  rakyat. &amp;ldquo;Perlu aksi nyata yang bergerak dinamis dalam mengikuti tren  pasar baik domestik dan luar negeri, serta meningkatkan kerjasama  hubungan baik antara pemerintah dan swasta yang didukung oleh  masyarakat,&amp;rdquo; pungkas Yugi.</content:encoded></item></channel></rss>
