<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Cara Raih Modal dalam Bisnis Franchise</title><description>Bisnis warabala atau biasa disebut franchise merupakan usaha yang banyak diminati.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/14/455/2343580/ini-cara-raih-modal-dalam-bisnis-franchise</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/14/455/2343580/ini-cara-raih-modal-dalam-bisnis-franchise"/><item><title>Ini Cara Raih Modal dalam Bisnis Franchise</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/14/455/2343580/ini-cara-raih-modal-dalam-bisnis-franchise</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/14/455/2343580/ini-cara-raih-modal-dalam-bisnis-franchise</guid><pubDate>Kamis 14 Januari 2021 07:15 WIB</pubDate><dc:creator>Dian Ayu Anggraini</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/13/455/2343580/ini-cara-raih-modal-dalam-bisnis-franchise-GyAmbeKDO1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Uang Rupiah (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/13/455/2343580/ini-cara-raih-modal-dalam-bisnis-franchise-GyAmbeKDO1.jpg</image><title>Uang Rupiah (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Bisnis warabala atau biasa disebut franchise merupakan usaha yang banyak diminati. Pasalnya, dengan franchise tidak perlu lagi berpikir keras untuk melakukan branding dan pemasaran karena sudah dikenal banyak orang.
Warabala atau franchise sendiri adalah hak untuk menggunakan nama bisnis, merek, dan produk dalam kurun waktu tertentu. Membeli waralaba melibatkan pembayaran berbagai jenis biaya termasuk biaya waralaba, dan royalti dan biaya iklan.
Dilansir dari The Balance Small Business Jakarta, Kamis (14/01/2021), membeli bisnis waralaba sering kali membutuhkan investasi besar yang tidak dimiliki banyak orang. Namun tak perlu khawatir, ada berbagai metode untuk memperoleh keuangan yang dibutuhkan dalam memulai bisnis warabala.
Baca Juga: 5 Keuntungan Menjalankan Bisnis Sendiri
 
1. Pemberi Waralaba
Ada beberapa pemilik waralaba yang membantu penerima waralaba baru untuk memulai bisnis mereka dengan membebaskan biaya waralaba. Selain itu, pemilik waralaba juga dapat bermitra dengan pemberi pinjaman lain seperti bank komersial untuk membantu pewaralaba baru meningkatkan modal dalam memulai bisnisnya.
2. Perusahaan Pembiayaan Waralaba
Beberapa perusahaan secara khusus mendanai pewaralaba baru. Perusahaan-perusahaan ini biasanya mencocokkan peminjam dengan pemberi pinjaman yang tepat untuk kebutuhan keuangan mereka. Perusahaan pembiayaan waralaba juga dapat memberikan pinjaman langsung kepada bisnis baru.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOS8wMS80LzEyMjQzMC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
 
3. Pinjaman Tradisional
Cara selanjutnya adalah dengan melakukan pinjaman dari bank komersial biasa atau koperasi kredit. Ada beberapa kebijakan untuk mendapatkan pinjaman dari bank. Biasanya, bank akan meninjau kekayaan bersih dan riwayat kredit peminjam untuk menentukan apakah dia dapat membayar kembali pinjaman tersebut. Dalam beberapa kasus, mungkin juga diharuskan memberikan jaminan untuk mengamankan pinjaman bisnis.
4. Pemberi Pinjaman yang Membayar Pemasok
Alih-alih mendapatkan pinjaman umum, calon pemilik warabala baru dapat meminta pemberi pinjaman untuk membayar pemasok terlebih dahulu. Ini akan sangat berguna, karena pemasok dapat mengirimkan produk atau pasokan. Jenis pembiayaan ini dikenal sebagai pembiayaan pesanan pembelian.5. Pemberi Waralaba yang Memfasilitasi Pemberian Pinjaman
Terdapat beberapa pemilik waralaba yang dapat membantu penerima  waralaba mereka dengan akses pinjaman. Pemilik waralaba mungkin memiliki  departemen yang memandu penerima waralaba dalam proses mengajukan  pinjaman, atau mungkin telah bermitra dengan perantara pinjaman yang  akan membantu penerima waralaba mengakses pinjaman dengan lebih mudah.
 
6. Program Jaminan
Terakhir, pemberi waralaba juga dapat memberikan program jaminan  kepada penerima waralaba. Melalui program ini, pemberi warabala berarti  setuju untuk melunasi sejumlah pinjaman dengan jaminan yang telah  diberikan oleh penerima waralaba jika tidak dapat membayarnya sendiri.</description><content:encoded>JAKARTA - Bisnis warabala atau biasa disebut franchise merupakan usaha yang banyak diminati. Pasalnya, dengan franchise tidak perlu lagi berpikir keras untuk melakukan branding dan pemasaran karena sudah dikenal banyak orang.
Warabala atau franchise sendiri adalah hak untuk menggunakan nama bisnis, merek, dan produk dalam kurun waktu tertentu. Membeli waralaba melibatkan pembayaran berbagai jenis biaya termasuk biaya waralaba, dan royalti dan biaya iklan.
Dilansir dari The Balance Small Business Jakarta, Kamis (14/01/2021), membeli bisnis waralaba sering kali membutuhkan investasi besar yang tidak dimiliki banyak orang. Namun tak perlu khawatir, ada berbagai metode untuk memperoleh keuangan yang dibutuhkan dalam memulai bisnis warabala.
Baca Juga: 5 Keuntungan Menjalankan Bisnis Sendiri
 
1. Pemberi Waralaba
Ada beberapa pemilik waralaba yang membantu penerima waralaba baru untuk memulai bisnis mereka dengan membebaskan biaya waralaba. Selain itu, pemilik waralaba juga dapat bermitra dengan pemberi pinjaman lain seperti bank komersial untuk membantu pewaralaba baru meningkatkan modal dalam memulai bisnisnya.
2. Perusahaan Pembiayaan Waralaba
Beberapa perusahaan secara khusus mendanai pewaralaba baru. Perusahaan-perusahaan ini biasanya mencocokkan peminjam dengan pemberi pinjaman yang tepat untuk kebutuhan keuangan mereka. Perusahaan pembiayaan waralaba juga dapat memberikan pinjaman langsung kepada bisnis baru.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wOS8wMS80LzEyMjQzMC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
 
3. Pinjaman Tradisional
Cara selanjutnya adalah dengan melakukan pinjaman dari bank komersial biasa atau koperasi kredit. Ada beberapa kebijakan untuk mendapatkan pinjaman dari bank. Biasanya, bank akan meninjau kekayaan bersih dan riwayat kredit peminjam untuk menentukan apakah dia dapat membayar kembali pinjaman tersebut. Dalam beberapa kasus, mungkin juga diharuskan memberikan jaminan untuk mengamankan pinjaman bisnis.
4. Pemberi Pinjaman yang Membayar Pemasok
Alih-alih mendapatkan pinjaman umum, calon pemilik warabala baru dapat meminta pemberi pinjaman untuk membayar pemasok terlebih dahulu. Ini akan sangat berguna, karena pemasok dapat mengirimkan produk atau pasokan. Jenis pembiayaan ini dikenal sebagai pembiayaan pesanan pembelian.5. Pemberi Waralaba yang Memfasilitasi Pemberian Pinjaman
Terdapat beberapa pemilik waralaba yang dapat membantu penerima  waralaba mereka dengan akses pinjaman. Pemilik waralaba mungkin memiliki  departemen yang memandu penerima waralaba dalam proses mengajukan  pinjaman, atau mungkin telah bermitra dengan perantara pinjaman yang  akan membantu penerima waralaba mengakses pinjaman dengan lebih mudah.
 
6. Program Jaminan
Terakhir, pemberi waralaba juga dapat memberikan program jaminan  kepada penerima waralaba. Melalui program ini, pemberi warabala berarti  setuju untuk melunasi sejumlah pinjaman dengan jaminan yang telah  diberikan oleh penerima waralaba jika tidak dapat membayarnya sendiri.</content:encoded></item></channel></rss>
