<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Satgas Covid-19 Sebut Program Vaksinasi untuk Tercapainya Herd Immunity</title><description>Satgas Penanganan Covid-19 meyakinkan masyarakat dunia bahwa vaksin Sinovac aman, berkhasiat dan halal.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/15/320/2344874/satgas-covid-19-sebut-program-vaksinasi-untuk-tercapainya-herd-immunity</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/15/320/2344874/satgas-covid-19-sebut-program-vaksinasi-untuk-tercapainya-herd-immunity"/><item><title>Satgas Covid-19 Sebut Program Vaksinasi untuk Tercapainya Herd Immunity</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/15/320/2344874/satgas-covid-19-sebut-program-vaksinasi-untuk-tercapainya-herd-immunity</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/15/320/2344874/satgas-covid-19-sebut-program-vaksinasi-untuk-tercapainya-herd-immunity</guid><pubDate>Jum'at 15 Januari 2021 11:16 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/15/320/2344874/satgas-covid-19-sebut-program-vaksinasi-untuk-tercapainya-herd-immunity-0yRru6wC6e.jfif" expression="full" type="image/jpeg">Virus Corona (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/15/320/2344874/satgas-covid-19-sebut-program-vaksinasi-untuk-tercapainya-herd-immunity-0yRru6wC6e.jfif</image><title>Virus Corona (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Satgas Penanganan Covid-19 meyakinkan masyarakat dunia bahwa vaksin Sinovac aman, berkhasiat dan halal. Saat ini vaksin tersebut sedang disuntikkan kepada masyarakat Indonesia dalam program vaksinasi.
Meski demikian masih banyak masyarakat dunia yang mempertanyakan keampuhan vaksin tersebut, karena vaksin Sinovac memiliki efikasi sebesar 63,5% di Indonesia, dibandingkan sejumlah vaksin sejenis dari produsen lainnya yang dilakukan uji klinis negara lain.
Baca Juga: Vaksinasi Covid-19 Jadi Angin Segar bagi Sektor Perikanan
 
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan kepada masyarakat dunia bahwa vaksin adalah upaya negara dalam melindungi masyarakatnya dari ancaman pandemi Covid-19 dan demi tercapainya kekebalan komunitas atau herd immunity.
&quot;Kami telah menerima rekomendasi dari WHO (World Health Organization), bahwa nilai efikasi di atas 50% dapat diterima. Dan kita tahu, jika angka lebih rendah, tentunya orang yang akan divaksinasi akan lebih banyak jumlahnya. Dan itu saya kira adalah tantangan untuk berbagai negara di dunia termasuk Indonesia,&quot; kata dia dalam keterangan tertulisnya, Jumat (15/1/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp; Menkes Budi: Awal Februari 2021 Kita Punya 12 Juta Vaksin
 
Pemerintah akan terus memastikan bahwa program vaksinasi akan berjalan dengan baik, dan juga terus mengikuti hasil uji klinis vaksin Covid-19 di berbagai belahan dunia dengan beragam jenis vaksin. Hal itu demi tercapainya kekebalan komunitas atau herd immunity di Indonesia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMS8xNC8xLzEyNzM5NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Untuk hasil uji klinis tahap 3 di Indonesia sendiri, vaksin Sinovac  telah lulus dan memiliki Emergency Use of Authorization (EUA) yang  dikeluarkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Dalam uji klinis  tahap 3, dilakukan oleh Universitas Padjajaran di Bandung dan PT Bio  Farma untuk memastikan prosesnya berjalan lancar.
Dan pemerintah juga melibatkan para pakar dalam proses uji klinis  tahap 3 termasuk program vaksinasi. Dan dalam prosesnya, pemerintah juga  bersikap transparan dan terus menginformasikan kepada masyarakat  tentang perkembangan uji klinis vaksin Covid-19.</description><content:encoded>JAKARTA - Satgas Penanganan Covid-19 meyakinkan masyarakat dunia bahwa vaksin Sinovac aman, berkhasiat dan halal. Saat ini vaksin tersebut sedang disuntikkan kepada masyarakat Indonesia dalam program vaksinasi.
Meski demikian masih banyak masyarakat dunia yang mempertanyakan keampuhan vaksin tersebut, karena vaksin Sinovac memiliki efikasi sebesar 63,5% di Indonesia, dibandingkan sejumlah vaksin sejenis dari produsen lainnya yang dilakukan uji klinis negara lain.
Baca Juga: Vaksinasi Covid-19 Jadi Angin Segar bagi Sektor Perikanan
 
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan kepada masyarakat dunia bahwa vaksin adalah upaya negara dalam melindungi masyarakatnya dari ancaman pandemi Covid-19 dan demi tercapainya kekebalan komunitas atau herd immunity.
&quot;Kami telah menerima rekomendasi dari WHO (World Health Organization), bahwa nilai efikasi di atas 50% dapat diterima. Dan kita tahu, jika angka lebih rendah, tentunya orang yang akan divaksinasi akan lebih banyak jumlahnya. Dan itu saya kira adalah tantangan untuk berbagai negara di dunia termasuk Indonesia,&quot; kata dia dalam keterangan tertulisnya, Jumat (15/1/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp; Menkes Budi: Awal Februari 2021 Kita Punya 12 Juta Vaksin
 
Pemerintah akan terus memastikan bahwa program vaksinasi akan berjalan dengan baik, dan juga terus mengikuti hasil uji klinis vaksin Covid-19 di berbagai belahan dunia dengan beragam jenis vaksin. Hal itu demi tercapainya kekebalan komunitas atau herd immunity di Indonesia.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMS8xNC8xLzEyNzM5NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Untuk hasil uji klinis tahap 3 di Indonesia sendiri, vaksin Sinovac  telah lulus dan memiliki Emergency Use of Authorization (EUA) yang  dikeluarkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Dalam uji klinis  tahap 3, dilakukan oleh Universitas Padjajaran di Bandung dan PT Bio  Farma untuk memastikan prosesnya berjalan lancar.
Dan pemerintah juga melibatkan para pakar dalam proses uji klinis  tahap 3 termasuk program vaksinasi. Dan dalam prosesnya, pemerintah juga  bersikap transparan dan terus menginformasikan kepada masyarakat  tentang perkembangan uji klinis vaksin Covid-19.</content:encoded></item></channel></rss>
