<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Utang Luar Negeri RI Naik Hampir 4% Jadi Rp5.853 Triliun</title><description>Posisi ULN Indonesia pada akhir November 2020 tercatat sebesar USD416,6 miliar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/15/320/2344878/utang-luar-negeri-ri-naik-hampir-4-jadi-rp5-853-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/15/320/2344878/utang-luar-negeri-ri-naik-hampir-4-jadi-rp5-853-triliun"/><item><title>Utang Luar Negeri RI Naik Hampir 4% Jadi Rp5.853 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/15/320/2344878/utang-luar-negeri-ri-naik-hampir-4-jadi-rp5-853-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/15/320/2344878/utang-luar-negeri-ri-naik-hampir-4-jadi-rp5-853-triliun</guid><pubDate>Jum'at 15 Januari 2021 11:23 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/15/320/2344878/utang-luar-negeri-ri-naik-hampir-4-jadi-rp5-853-triliun-PDSp7M5Ska.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rupiah (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/15/320/2344878/utang-luar-negeri-ri-naik-hampir-4-jadi-rp5-853-triliun-PDSp7M5Ska.jpg</image><title>Rupiah (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Posisi ULN Indonesia pada akhir November 2020 tercatat sebesar USD416,6 Miliar setara Rp5.853 T (kurs Rp14.050 per USD). Hal ini terdiri dari ULN sektor publik (Pemerintah dan Bank Sentral) sebesar USD206,5 miliar dan ULN sektor swasta (termasuk BUMN) sebesar USD210,1 miliar.

Direktur Eksekutif Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan  perkembangan tersebut, pertumbuhan ULN Indonesia pada akhir November 2020 tercatat sebesar 3,9% (yoy), meningkat dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 3,3% (yoy), terutama disebabkan oleh peningkatan penarikan neto ULN Pemerintah.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Lelang Surat Utang (Lagi), Sri Mulyani Bidik Rp52 Triliun
&quot;Selain itu, penguatan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS juga berkontribusi pada peningkatan nilai ULN berdenominasi Rupiah,&quot; kata Erwin di Jakarta, Jumat (15/1/2021).

ULN Pemerintah tumbuh meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Posisi ULN Pemerintah pada akhir November 2020 tumbuh 2,5% (yoy) menjadi sebesar USD203,7 miliar, lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan bulan Oktober 2020 sebesar 0,3% (yoy).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Sri Mulyani Tarik Utang Rp1.226,8 Trliun, Buat Apa Saja?
&quot;Perkembangan ini dipengaruhi oleh kepercayaan investor yang terjaga sehingga mendorong aliran masuk modal asing di pasar Surat Berharga Negara (SBN), serta penarikan sebagian komitmen pinjaman luar negeri untuk mendukung penanganan pandemi Covid-19 dan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN),&quot; katanya.ULN Pemerintah tetap dikelola secara hati-hati, kredibel, dan  akuntabel untuk mendukung belanja prioritas, yang diantaranya mencakup  sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (23,8% dari total ULN  Pemerintah), sektor konstruksi (16,6%), sektor jasa pendidikan (16,6%),  dan sektor administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib  (11,8%), serta sektor jasa keuangan dan asuransi (11,2%).

ULN swasta tumbuh melambat dibandingkan bulan sebelumnya. Pertumbuhan  ULN swasta pada akhir bulan November 2020 tercatat 5,2% (yoy), lebih  rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar  6,4% (yoy). Perkembangan ini disebabkan oleh perlambatan pertumbuhan ULN  perusahaan bukan lembaga keuangan (PBLK) dari 8,3% (yoy) pada Oktober  2020 menjadi sebesar 7,2% (yoy).

Selain itu, ULN lembaga keuangan (LK) mencatat kontraksi 1,4% (yoy).  Berdasarkan sektornya, ULN terbesar dengan pangsa mencapai 77,0% dari  total ULN swasta bersumber dari sektor jasa keuangan dan asuransi,  sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas dan udara dingin (LGA),  sektor industri pengolahan, dan sektor pertambangan dan penggalian.</description><content:encoded>JAKARTA - Posisi ULN Indonesia pada akhir November 2020 tercatat sebesar USD416,6 Miliar setara Rp5.853 T (kurs Rp14.050 per USD). Hal ini terdiri dari ULN sektor publik (Pemerintah dan Bank Sentral) sebesar USD206,5 miliar dan ULN sektor swasta (termasuk BUMN) sebesar USD210,1 miliar.

Direktur Eksekutif Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan  perkembangan tersebut, pertumbuhan ULN Indonesia pada akhir November 2020 tercatat sebesar 3,9% (yoy), meningkat dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 3,3% (yoy), terutama disebabkan oleh peningkatan penarikan neto ULN Pemerintah.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Lelang Surat Utang (Lagi), Sri Mulyani Bidik Rp52 Triliun
&quot;Selain itu, penguatan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS juga berkontribusi pada peningkatan nilai ULN berdenominasi Rupiah,&quot; kata Erwin di Jakarta, Jumat (15/1/2021).

ULN Pemerintah tumbuh meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Posisi ULN Pemerintah pada akhir November 2020 tumbuh 2,5% (yoy) menjadi sebesar USD203,7 miliar, lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan bulan Oktober 2020 sebesar 0,3% (yoy).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Sri Mulyani Tarik Utang Rp1.226,8 Trliun, Buat Apa Saja?
&quot;Perkembangan ini dipengaruhi oleh kepercayaan investor yang terjaga sehingga mendorong aliran masuk modal asing di pasar Surat Berharga Negara (SBN), serta penarikan sebagian komitmen pinjaman luar negeri untuk mendukung penanganan pandemi Covid-19 dan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN),&quot; katanya.ULN Pemerintah tetap dikelola secara hati-hati, kredibel, dan  akuntabel untuk mendukung belanja prioritas, yang diantaranya mencakup  sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (23,8% dari total ULN  Pemerintah), sektor konstruksi (16,6%), sektor jasa pendidikan (16,6%),  dan sektor administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib  (11,8%), serta sektor jasa keuangan dan asuransi (11,2%).

ULN swasta tumbuh melambat dibandingkan bulan sebelumnya. Pertumbuhan  ULN swasta pada akhir bulan November 2020 tercatat 5,2% (yoy), lebih  rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar  6,4% (yoy). Perkembangan ini disebabkan oleh perlambatan pertumbuhan ULN  perusahaan bukan lembaga keuangan (PBLK) dari 8,3% (yoy) pada Oktober  2020 menjadi sebesar 7,2% (yoy).

Selain itu, ULN lembaga keuangan (LK) mencatat kontraksi 1,4% (yoy).  Berdasarkan sektornya, ULN terbesar dengan pangsa mencapai 77,0% dari  total ULN swasta bersumber dari sektor jasa keuangan dan asuransi,  sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas dan udara dingin (LGA),  sektor industri pengolahan, dan sektor pertambangan dan penggalian.</content:encoded></item></channel></rss>
