<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Utang Luar Negeri Kian Membengkak, BI Sebut Masih Sehat</title><description>Bank Indonesia (BI) mencatat Posisi ULN Indonesia pada akhir November 2020 tercatat sebesar USD416,6 miliar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/15/320/2344881/utang-luar-negeri-kian-membengkak-bi-sebut-masih-sehat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/15/320/2344881/utang-luar-negeri-kian-membengkak-bi-sebut-masih-sehat"/><item><title>Utang Luar Negeri Kian Membengkak, BI Sebut Masih Sehat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/15/320/2344881/utang-luar-negeri-kian-membengkak-bi-sebut-masih-sehat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/15/320/2344881/utang-luar-negeri-kian-membengkak-bi-sebut-masih-sehat</guid><pubDate>Jum'at 15 Januari 2021 11:28 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/15/320/2344881/utang-luar-negeri-kian-membengkak-bi-sebut-masih-sehat-6B0k4gn7et.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rupiah (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/15/320/2344881/utang-luar-negeri-kian-membengkak-bi-sebut-masih-sehat-6B0k4gn7et.jpg</image><title>Rupiah (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat Posisi ULN Indonesia pada akhir November 2020 tercatat sebesar USD416,6 miliar terdiri dari ULN sektor publik (Pemerintah dan Bank Sentral) sebesar USD 206,5 miliar  dan ULN sektor swasta (termasuk BUMN) sebesar USD 210,1 miliar.

Direktur Eksekutif Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Utang Luar Negeri RI Naik Hampir 4% Jadi Rp5.853 Triliun
&quot;Rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada akhir November 2020 sebesar 39,1%, relatif stabil dibandingkan dengan rasio pada bulan sebelumnya sebesar 38,8%,&quot; kata Erwin di Jakarta, Jumat (15/1/2021)

Sementara itu, struktur ULN Indonesia yang tetap sehat tercermin dari besarnya pangsa ULN berjangka panjang yang mencapai 89,3% dari total ULN.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Sri Mulyani Tarik Utang Rp1.226,8 Trliun, Buat Apa Saja?
&quot;Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan Pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam memantau perkembangan ULN, didukung dengan penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. Peran ULN juga akan terus dioptimalkan dalam menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pemulihan ekonomi nasional, dengan meminimalisasi risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian,&quot; bebernya.

Saat ini, ULN Pemerintah tumbuh meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Posisi ULN Pemerintah pada akhir November 2020 tumbuh 2,5% (yoy) menjadi sebesar USD203,7 miliar  lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan bulan Oktober 2020 sebesar 0,3% (yoy).Perkembangan ini dipengaruhi oleh kepercayaan investor yang terjaga  sehingga mendorong aliran masuk modal asing di pasar Surat Berharga  Negara (SBN), serta penarikan sebagian komitmen pinjaman luar negeri  untuk mendukung penanganan pandemi Covid-19 dan program Pemulihan  Ekonomi Nasional (PEN).

ULN Pemerintah tetap dikelola secara hati-hati, kredibel, dan  akuntabel untuk mendukung belanja prioritas, yang diantaranya mencakup  sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (23,8% dari total ULN  Pemerintah), sektor konstruksi (16,6%), sektor jasa pendidikan (16,6%),  dan sektor administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib  (11,8%), serta sektor jasa keuangan dan asuransi (11,2%).

Sedangkan, ULN swasta tumbuh melambat dibandingkan bulan sebelumnya.  Pertumbuhan ULN swasta pada akhir bulan November 2020 tercatat 5,2%  (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan  sebelumnya sebesar 6,4% (yoy). Perkembangan ini disebabkan oleh  perlambatan pertumbuhan ULN perusahaan bukan lembaga keuangan (PBLK)  dari 8,3% (yoy) pada Oktober 2020 menjadi sebesar 7,2% (yoy).

Selain itu, ULN lembaga keuangan (LK) mencatat kontraksi 1,4% (yoy).  Berdasarkan sektornya, ULN terbesar dengan pangsa mencapai 77,0% dari  total ULN swasta bersumber dari sektor jasa keuangan dan asuransi,  sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas dan udara dingin (LGA),  sektor industri pengolahan, dan sektor pertambangan dan penggalian.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat Posisi ULN Indonesia pada akhir November 2020 tercatat sebesar USD416,6 miliar terdiri dari ULN sektor publik (Pemerintah dan Bank Sentral) sebesar USD 206,5 miliar  dan ULN sektor swasta (termasuk BUMN) sebesar USD 210,1 miliar.

Direktur Eksekutif Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Utang Luar Negeri RI Naik Hampir 4% Jadi Rp5.853 Triliun
&quot;Rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada akhir November 2020 sebesar 39,1%, relatif stabil dibandingkan dengan rasio pada bulan sebelumnya sebesar 38,8%,&quot; kata Erwin di Jakarta, Jumat (15/1/2021)

Sementara itu, struktur ULN Indonesia yang tetap sehat tercermin dari besarnya pangsa ULN berjangka panjang yang mencapai 89,3% dari total ULN.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Sri Mulyani Tarik Utang Rp1.226,8 Trliun, Buat Apa Saja?
&quot;Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan Pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam memantau perkembangan ULN, didukung dengan penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. Peran ULN juga akan terus dioptimalkan dalam menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pemulihan ekonomi nasional, dengan meminimalisasi risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian,&quot; bebernya.

Saat ini, ULN Pemerintah tumbuh meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Posisi ULN Pemerintah pada akhir November 2020 tumbuh 2,5% (yoy) menjadi sebesar USD203,7 miliar  lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan bulan Oktober 2020 sebesar 0,3% (yoy).Perkembangan ini dipengaruhi oleh kepercayaan investor yang terjaga  sehingga mendorong aliran masuk modal asing di pasar Surat Berharga  Negara (SBN), serta penarikan sebagian komitmen pinjaman luar negeri  untuk mendukung penanganan pandemi Covid-19 dan program Pemulihan  Ekonomi Nasional (PEN).

ULN Pemerintah tetap dikelola secara hati-hati, kredibel, dan  akuntabel untuk mendukung belanja prioritas, yang diantaranya mencakup  sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (23,8% dari total ULN  Pemerintah), sektor konstruksi (16,6%), sektor jasa pendidikan (16,6%),  dan sektor administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib  (11,8%), serta sektor jasa keuangan dan asuransi (11,2%).

Sedangkan, ULN swasta tumbuh melambat dibandingkan bulan sebelumnya.  Pertumbuhan ULN swasta pada akhir bulan November 2020 tercatat 5,2%  (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan  sebelumnya sebesar 6,4% (yoy). Perkembangan ini disebabkan oleh  perlambatan pertumbuhan ULN perusahaan bukan lembaga keuangan (PBLK)  dari 8,3% (yoy) pada Oktober 2020 menjadi sebesar 7,2% (yoy).

Selain itu, ULN lembaga keuangan (LK) mencatat kontraksi 1,4% (yoy).  Berdasarkan sektornya, ULN terbesar dengan pangsa mencapai 77,0% dari  total ULN swasta bersumber dari sektor jasa keuangan dan asuransi,  sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas dan udara dingin (LGA),  sektor industri pengolahan, dan sektor pertambangan dan penggalian.</content:encoded></item></channel></rss>
