<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Selama Covid-19, Menteri Teten Intervensi Hulu hingga Hilir untuk Pulihkan UMKM</title><description>Kebangkitan UMKM dan koperasi merupakan kunci pemulihan ekonomi, khususnya kontribusinya terhadap penyerapan tenaga kerja.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/17/320/2345842/selama-covid-19-menteri-teten-intervensi-hulu-hingga-hilir-untuk-pulihkan-umkm</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/17/320/2345842/selama-covid-19-menteri-teten-intervensi-hulu-hingga-hilir-untuk-pulihkan-umkm"/><item><title>Selama Covid-19, Menteri Teten Intervensi Hulu hingga Hilir untuk Pulihkan UMKM</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/17/320/2345842/selama-covid-19-menteri-teten-intervensi-hulu-hingga-hilir-untuk-pulihkan-umkm</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/17/320/2345842/selama-covid-19-menteri-teten-intervensi-hulu-hingga-hilir-untuk-pulihkan-umkm</guid><pubDate>Minggu 17 Januari 2021 15:10 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/17/320/2345842/selama-covid-19-menteri-teten-intervensi-hulu-hingga-hilir-untuk-pulihkan-umkm-lL9JH93yjA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menkop UKM Teten Masduki (Foto: Setkab)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/17/320/2345842/selama-covid-19-menteri-teten-intervensi-hulu-hingga-hilir-untuk-pulihkan-umkm-lL9JH93yjA.jpg</image><title>Menkop UKM Teten Masduki (Foto: Setkab)</title></images><description>JAKARTA - Kebangkitan UMKM dan koperasi merupakan kunci pemulihan ekonomi, khususnya kontribusinya terhadap penyerapan tenaga kerja atas tantangan potensi meningkatnya angka jumlah pengangguran.

&quot;Sepanjang 2020, pemerintah melakukan intervensi kebijakan baik dari sisi hulu (supply) dan hilir (demand), dalam rangka percepatan pemulihan UMKM dan koperasi dari dampak pandemi,&quot; kata Teten di Jakarta, Minggu (17/1/2021).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Seluruh Sektor UMKM Terguncang akibat Covid-19
Di sisi hulu/supply, dalam kerangka PEN, stimulus diberikan berupa subsidi bunga KUR, KUR Super Mikro dan Non KUR; insentif pajak, tambahan modal kerja kepada koperasi melalui LPDB dan Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) berupa hibah modal kerja sebesar 2,4 juta rupiah kepada pelaku usaha mikro agar usahanya bertahan di masa pandemi.

&quot;Hingga saat ini, Banpres telah disalurkan 100% kepada 12 juta pelaku usaha mikro dengan jumlah bantuan sebesar Rp 28,8 triliun,&quot; imbuh Teten.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Berbagai Cara Pulihkan UMKM dari Covid-19, Simak di Sini
Untuk menghubungkan sisi hulu dan hilir, lanjut MenKopUKM, pemerintah memberikan pendampingan dan pelatihan UMKM serta perbaikan proses bisnis UMKM untuk terhubung dengan rantai pasok dan transformasi ke formal melalui pusat bantuan konsultasi hukum gratis, gerakan belanja di warung tetangga, korporatisasi petani, nelayan, petambak, dan sebagainya.

Di sisi hilir/demand, pemerintah membuka akses pasar produk KUMKM. Diantaranya, belanja pemerintah untuk produk UMKM melalui Laman UMKM dan Bela Pengadaan dengan potensi mencapai Rp321 triliun.

Ada juga Pasar Digital (PaDi), yang merupakan hasil kerjasama KemenKopUKM dengan Kementerian BUMN untuk menyerap produk UMKM melalui belanja barang dan jasa BUMN dengan nilai di bawah Rp14 miliar.

&quot;Begitu juga fasilitasi produksi dan sertifikasi izin edar 27 juta masker terstandadisasi WHO buatan UMKM,&quot; tukas MenKopUKM.Hasilnya, ungkap Teten, survei dampak program PEN terhadap UMKM yang  dirilis Lembaga Demografi-LPEM FEB UI menunjukan bahwa program-program  UMKM tersebut dirasakan manfaatnya oleh para pelaku UMKM.

&quot;Mayoritas responden menggunakan dana program bantuan pemerintah  untuk pembelian bahan baku (34%), pembelian barang modal (33%), dan  pemenuhan kebutuhan pribadi (13%),&quot; jelas Teten.

Khusus untuk Banpres Produktif Usaha Mikro, hasil survei KemenKop UKM  dan TNP2K, menunjukkan bahwa hal yang baik pula. Sebanyak 97,15%  penerima BPUM usahanya masih berjalan per November 2020 ini sesuai  dengan tujuan program BPUM.

&quot;Diperkuat dengan hasil survei Bank BRI, dimana 44,8% usaha mikro  yang masih beroperasi, kapasitas dan kinerja usahanya dapat meningkat.  &quot;Sedangkan 51,5% usaha mikro yang usahanya tutup sementara, usahanya  dapat kembali beroperasi,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kebangkitan UMKM dan koperasi merupakan kunci pemulihan ekonomi, khususnya kontribusinya terhadap penyerapan tenaga kerja atas tantangan potensi meningkatnya angka jumlah pengangguran.

&quot;Sepanjang 2020, pemerintah melakukan intervensi kebijakan baik dari sisi hulu (supply) dan hilir (demand), dalam rangka percepatan pemulihan UMKM dan koperasi dari dampak pandemi,&quot; kata Teten di Jakarta, Minggu (17/1/2021).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Seluruh Sektor UMKM Terguncang akibat Covid-19
Di sisi hulu/supply, dalam kerangka PEN, stimulus diberikan berupa subsidi bunga KUR, KUR Super Mikro dan Non KUR; insentif pajak, tambahan modal kerja kepada koperasi melalui LPDB dan Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) berupa hibah modal kerja sebesar 2,4 juta rupiah kepada pelaku usaha mikro agar usahanya bertahan di masa pandemi.

&quot;Hingga saat ini, Banpres telah disalurkan 100% kepada 12 juta pelaku usaha mikro dengan jumlah bantuan sebesar Rp 28,8 triliun,&quot; imbuh Teten.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Berbagai Cara Pulihkan UMKM dari Covid-19, Simak di Sini
Untuk menghubungkan sisi hulu dan hilir, lanjut MenKopUKM, pemerintah memberikan pendampingan dan pelatihan UMKM serta perbaikan proses bisnis UMKM untuk terhubung dengan rantai pasok dan transformasi ke formal melalui pusat bantuan konsultasi hukum gratis, gerakan belanja di warung tetangga, korporatisasi petani, nelayan, petambak, dan sebagainya.

Di sisi hilir/demand, pemerintah membuka akses pasar produk KUMKM. Diantaranya, belanja pemerintah untuk produk UMKM melalui Laman UMKM dan Bela Pengadaan dengan potensi mencapai Rp321 triliun.

Ada juga Pasar Digital (PaDi), yang merupakan hasil kerjasama KemenKopUKM dengan Kementerian BUMN untuk menyerap produk UMKM melalui belanja barang dan jasa BUMN dengan nilai di bawah Rp14 miliar.

&quot;Begitu juga fasilitasi produksi dan sertifikasi izin edar 27 juta masker terstandadisasi WHO buatan UMKM,&quot; tukas MenKopUKM.Hasilnya, ungkap Teten, survei dampak program PEN terhadap UMKM yang  dirilis Lembaga Demografi-LPEM FEB UI menunjukan bahwa program-program  UMKM tersebut dirasakan manfaatnya oleh para pelaku UMKM.

&quot;Mayoritas responden menggunakan dana program bantuan pemerintah  untuk pembelian bahan baku (34%), pembelian barang modal (33%), dan  pemenuhan kebutuhan pribadi (13%),&quot; jelas Teten.

Khusus untuk Banpres Produktif Usaha Mikro, hasil survei KemenKop UKM  dan TNP2K, menunjukkan bahwa hal yang baik pula. Sebanyak 97,15%  penerima BPUM usahanya masih berjalan per November 2020 ini sesuai  dengan tujuan program BPUM.

&quot;Diperkuat dengan hasil survei Bank BRI, dimana 44,8% usaha mikro  yang masih beroperasi, kapasitas dan kinerja usahanya dapat meningkat.  &quot;Sedangkan 51,5% usaha mikro yang usahanya tutup sementara, usahanya  dapat kembali beroperasi,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
