<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Newbie Rela Utang demi Saham Bukti Literasi Masih Rendah</title><description>Jagat media sosial (medsos) di Tanah Air dihebohkan oleh sejumlah investor yang rela berutang.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/18/278/2346488/newbie-rela-utang-demi-saham-bukti-literasi-masih-rendah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/18/278/2346488/newbie-rela-utang-demi-saham-bukti-literasi-masih-rendah"/><item><title>Newbie Rela Utang demi Saham Bukti Literasi Masih Rendah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/18/278/2346488/newbie-rela-utang-demi-saham-bukti-literasi-masih-rendah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/18/278/2346488/newbie-rela-utang-demi-saham-bukti-literasi-masih-rendah</guid><pubDate>Senin 18 Januari 2021 16:01 WIB</pubDate><dc:creator>Kunthi Fahmar Shandy</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/18/278/2346488/newbie-rela-utang-demi-saham-bukti-literasi-masih-rendah-37vKlWKGWT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">saham (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/18/278/2346488/newbie-rela-utang-demi-saham-bukti-literasi-masih-rendah-37vKlWKGWT.jpg</image><title>saham (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Jagat media sosial (medsos) di Tanah Air dihebohkan oleh sejumlah investor yang rela berutang. Bahkan mau menggadaikan BPKB-nya untuk mencari untung di bursa saham.

Bahkan para influencer muda atau milenial justru dipercaya menjadi rujukan dalam memilih saham.
 
&amp;nbsp;Baca juga: IHSG Sesi I Menguat Lagi ke 6.407
Menanggapi hal tersebut, Peneliti Indef Nailul Huda menilai investasi saham ini menjadi trend dan sebagian menganggapnya gaya hidup masa kini. Terutama untuk generasi milenial.

&quot;Menurut saya generasi milenial ini merupakan generasi yang risk lovers dengan iming-iming pendapatan yang besar,&quot; kata Huda saat dihubungi, Jakarta, Senin (18/1/2021).
 
&amp;nbsp;Baca juga:  IHSG Melemah Tak Ada Tenaga, Kenapa Ya?
Maka saham menjadi salah satu tools bagi mereka untuk mendapatkan pendapatan. Selain itu, kemudahan dalam bertransaksi pasar saham saat ini juga ikut mempengaruhi trend dan &quot;gaya hidup&quot; investasi saham ini.Di satu sisi, lanjut dia, ingkat literasi keuangan di Indonesia cukup  rendah yang berarti pengetahuan sebagian besar masyarakat Indonesia  tentang produk layanan keuangan sperti investasi ini masih rendah.

&quot;Maka tak ayal terjadi kasus seperti kemarin dimana main saham pakai dana yang seharusnya tidak digunakan,&quot; beber dia.

&quot;Secara umum, sebelum investasi di saham, ada baiknya menyiapkan  dana-dana penting sebagai contoh dana pendidikan, dana kesehatan atau  investasi ke &amp;ldquo;fisik&amp;rdquo; dahulu seperti rumah, emas, dan usaha. &quot;Nah baru  setelah itu bermain saham,&quot; tukas dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Jagat media sosial (medsos) di Tanah Air dihebohkan oleh sejumlah investor yang rela berutang. Bahkan mau menggadaikan BPKB-nya untuk mencari untung di bursa saham.

Bahkan para influencer muda atau milenial justru dipercaya menjadi rujukan dalam memilih saham.
 
&amp;nbsp;Baca juga: IHSG Sesi I Menguat Lagi ke 6.407
Menanggapi hal tersebut, Peneliti Indef Nailul Huda menilai investasi saham ini menjadi trend dan sebagian menganggapnya gaya hidup masa kini. Terutama untuk generasi milenial.

&quot;Menurut saya generasi milenial ini merupakan generasi yang risk lovers dengan iming-iming pendapatan yang besar,&quot; kata Huda saat dihubungi, Jakarta, Senin (18/1/2021).
 
&amp;nbsp;Baca juga:  IHSG Melemah Tak Ada Tenaga, Kenapa Ya?
Maka saham menjadi salah satu tools bagi mereka untuk mendapatkan pendapatan. Selain itu, kemudahan dalam bertransaksi pasar saham saat ini juga ikut mempengaruhi trend dan &quot;gaya hidup&quot; investasi saham ini.Di satu sisi, lanjut dia, ingkat literasi keuangan di Indonesia cukup  rendah yang berarti pengetahuan sebagian besar masyarakat Indonesia  tentang produk layanan keuangan sperti investasi ini masih rendah.

&quot;Maka tak ayal terjadi kasus seperti kemarin dimana main saham pakai dana yang seharusnya tidak digunakan,&quot; beber dia.

&quot;Secara umum, sebelum investasi di saham, ada baiknya menyiapkan  dana-dana penting sebagai contoh dana pendidikan, dana kesehatan atau  investasi ke &amp;ldquo;fisik&amp;rdquo; dahulu seperti rumah, emas, dan usaha. &quot;Nah baru  setelah itu bermain saham,&quot; tukas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
