<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Banjir Kalsel, Menteri Basuki: Pemasangan Jembatan Bailey Selesai 3 Hari</title><description>Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengirimkan Jembatan Bailey untuk memulihkan lalu lintas.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/18/470/2346150/banjir-kalsel-menteri-basuki-pemasangan-jembatan-bailey-selesai-3-hari</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/18/470/2346150/banjir-kalsel-menteri-basuki-pemasangan-jembatan-bailey-selesai-3-hari"/><item><title>Banjir Kalsel, Menteri Basuki: Pemasangan Jembatan Bailey Selesai 3 Hari</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/18/470/2346150/banjir-kalsel-menteri-basuki-pemasangan-jembatan-bailey-selesai-3-hari</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/18/470/2346150/banjir-kalsel-menteri-basuki-pemasangan-jembatan-bailey-selesai-3-hari</guid><pubDate>Senin 18 Januari 2021 08:34 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/18/470/2346150/banjir-kalsel-menteri-basuki-pemasangan-jembatan-bailey-selesai-3-hari-Qm85iQtyIY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/18/470/2346150/banjir-kalsel-menteri-basuki-pemasangan-jembatan-bailey-selesai-3-hari-Qm85iQtyIY.jpg</image><title>Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA -  Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengirimkan Jembatan Bailey untuk memulihkan lalu lintas Jalan Nasional ruas Banjarmasin-Tanjung-Batas Kaltim. Jalan tersebut terputus akibat robohnya Jembatan  Salim/Astambul yang terletak di KM 55+500 Kota Martapura. Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah di Provinsi Kalsel sejak sepekan terakhir mengakibatkan Sungai Salim yang merupakan anak Sungai Martapura meluap dan menggerus oprit jembatan hingga berlubang dan terputus.
Baca Juga: Bantu Korban Banjir di Kalsel, Paskhas Sisir 3 Lokasi 
Kementerian PUPR melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Kalsel dan Balai Wilayah Sungai Kalimantan III telah melakukan penanganan sementara untuk fungsional jalan agar tidak terputus, yaitu dengan memasang baja sheet pile untuk penyambung jalan ke jembatan serta  pemasangan sandbag untuk proteksi oprit dan jalan di sekitar area aliran sungai.
Namun hujan deras yang terus mengguyur wilayah Kalsel selama beberapa hari terakhir  mengakibatkan kerusakan pada oprit  jembatan semakin parah. Dampaknya arus lalu lintas Trans Kalimantan, khususnya penghubung Kalsel dan Kaltim terputus.
&amp;nbsp;Baca Juga: 2 Kecamatan di Tanah Laut Kalsel &quot;Hilang&quot; Diterjang Banjir 
 
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat meninjau Jembatan Salim, Minggu (17/1/2021) meminta agar perbaikan jembatan segera dilaksanakan untuk mendukung konektivitas di Provinsi Kalsel.
&quot;Ini bukan solusi permanen, tetapi paling tidak bisa dilalui dulu. Saya meminta Hari Rabu (20/1/2021) mendatang atau paling lambat Kamis sudah dapat dilalui,&quot; kata Menteri Basuki di Jakarta, Senin (18/1/2021).


Pengiriman jembatan darurat dari besi (bailey) ke lokasi Jembatan  Salim  dilakukan dengan mobilisasi bentang pertama Jembatan Bailey ke  lokasi sepanjang 15 meter dan dilanjutkan dengan bentang lainnya.  Menteri Basuki juga berpesan untuk memproteksi oprit jembatan  menggunakan geo bag (bukan sand bag) karena akan lebih berat.
Jembatan Sungai Salim dibangun pada tahun 1987 dan memiliki panjang  bentang 14.6 meter dengan tipe GTI (Gelagar Beton Indonesia). Desa  Tungkap, Kabupaten Banjar ini selain penghubung antara Kalsel menuju  Kaltim atau sebaliknya, juga merupakan penghubung utama antara ibu kota  Kabupaten Banjar, yakni Kota Martapura dengan Kota Banjarmasin.</description><content:encoded>JAKARTA -  Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengirimkan Jembatan Bailey untuk memulihkan lalu lintas Jalan Nasional ruas Banjarmasin-Tanjung-Batas Kaltim. Jalan tersebut terputus akibat robohnya Jembatan  Salim/Astambul yang terletak di KM 55+500 Kota Martapura. Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah di Provinsi Kalsel sejak sepekan terakhir mengakibatkan Sungai Salim yang merupakan anak Sungai Martapura meluap dan menggerus oprit jembatan hingga berlubang dan terputus.
Baca Juga: Bantu Korban Banjir di Kalsel, Paskhas Sisir 3 Lokasi 
Kementerian PUPR melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Kalsel dan Balai Wilayah Sungai Kalimantan III telah melakukan penanganan sementara untuk fungsional jalan agar tidak terputus, yaitu dengan memasang baja sheet pile untuk penyambung jalan ke jembatan serta  pemasangan sandbag untuk proteksi oprit dan jalan di sekitar area aliran sungai.
Namun hujan deras yang terus mengguyur wilayah Kalsel selama beberapa hari terakhir  mengakibatkan kerusakan pada oprit  jembatan semakin parah. Dampaknya arus lalu lintas Trans Kalimantan, khususnya penghubung Kalsel dan Kaltim terputus.
&amp;nbsp;Baca Juga: 2 Kecamatan di Tanah Laut Kalsel &quot;Hilang&quot; Diterjang Banjir 
 
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat meninjau Jembatan Salim, Minggu (17/1/2021) meminta agar perbaikan jembatan segera dilaksanakan untuk mendukung konektivitas di Provinsi Kalsel.
&quot;Ini bukan solusi permanen, tetapi paling tidak bisa dilalui dulu. Saya meminta Hari Rabu (20/1/2021) mendatang atau paling lambat Kamis sudah dapat dilalui,&quot; kata Menteri Basuki di Jakarta, Senin (18/1/2021).


Pengiriman jembatan darurat dari besi (bailey) ke lokasi Jembatan  Salim  dilakukan dengan mobilisasi bentang pertama Jembatan Bailey ke  lokasi sepanjang 15 meter dan dilanjutkan dengan bentang lainnya.  Menteri Basuki juga berpesan untuk memproteksi oprit jembatan  menggunakan geo bag (bukan sand bag) karena akan lebih berat.
Jembatan Sungai Salim dibangun pada tahun 1987 dan memiliki panjang  bentang 14.6 meter dengan tipe GTI (Gelagar Beton Indonesia). Desa  Tungkap, Kabupaten Banjar ini selain penghubung antara Kalsel menuju  Kaltim atau sebaliknya, juga merupakan penghubung utama antara ibu kota  Kabupaten Banjar, yakni Kota Martapura dengan Kota Banjarmasin.</content:encoded></item></channel></rss>
