<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Beli Saham Pakai Utang, Analis: Belum Tentu Untung</title><description>Beredar informasi ihwal banyak investor pemula yang mencoba peruntungan di dunia saham</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/20/278/2347668/beli-saham-pakai-utang-analis-belum-tentu-untung</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/20/278/2347668/beli-saham-pakai-utang-analis-belum-tentu-untung"/><item><title>Beli Saham Pakai Utang, Analis: Belum Tentu Untung</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/20/278/2347668/beli-saham-pakai-utang-analis-belum-tentu-untung</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/20/278/2347668/beli-saham-pakai-utang-analis-belum-tentu-untung</guid><pubDate>Rabu 20 Januari 2021 13:58 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/20/278/2347668/beli-saham-pakai-utang-analis-belum-tentu-untung-3cL7hignyR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Risiko Investasi Saham dengan Utang. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/20/278/2347668/beli-saham-pakai-utang-analis-belum-tentu-untung-3cL7hignyR.jpg</image><title>Risiko Investasi Saham dengan Utang. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Beredar informasi ihwal banyak investor pemula yang mencoba peruntungan di dunia saham. Namun sayangnya, mereka kerap nekat dengan cara membeli saham dengan uang pinjaman.
Menanggapi hal itu, Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee menilai keputusan tersebut amat tidak tepat. Sebab, investasi saham itu berurusan dengan waktu. Sementara setiap menit pergerakannya tak bisa dipastikan, apakah harganya akan turun atau naik.
Baca Juga:&amp;nbsp;Investor Ngutang demi Beli Saham? Cek Dulu Risikonya
&quot;Tidak tepat, karena kita punya double risiko. Pertama, pinjaman itu harus dibayar. Investasi kan belum tentu menguntungkan,&quot; ujarnya kepada Okezone, Rabu (20/1/2021).
Apabila nanti saham yang dibeli tak menimbulkan keuntungan dalam waktu cepat, maka investor pun akan ketiban rugi berlipat. Di mana harus membayar pokok utang sekaligus beban bunganya juga.
Baca Juga:&amp;nbsp;Fenomena Beli Saham Pakai Utang, Investor Jangan Terlalu Percaya Diri Raup Cuan
&quot;Sedangkan pinjaman itu bunganya tinggi kalau waktunya lama, ini akan menyebabkan potensi kerugian,&quot; katanya.
Dia mengatakan ketika bermain dengan risiko ganda, hal ini bisa berdampak buruk bagi psikologi investor. Yang tak kalah membahayakan adalah konsentrasi investasi dan membaca peluang jadi pecah. Padahal, investasi saham butuh ketelitian serta kesabaran.
&quot;Kita investasi dengan dana yang benar-benar menganggur tidak dibutuhkan dalam jangka pendek, jangan minjam. Lebih baik investasi sesuai dengan kemampuan kita,&quot; kata dia.Sebelumnya, fenomena pembelian saham memakai uang utang ramai diperbincangkan. Bahkan banyak investor pemula yang rela menggadaikan BPKB atau surat tanah agar bisa berinvestasi di saham.
Namun menurut Direktur Riset CORE Indonesia Piter Abdullah, investor saham yang menggunakan sumber dana utang sebenarnya bukan hal yang baru.
&quot;Walaupun sangat berisiko dan seharusnya dihindari. Besar kecilnya risiko penggunaan utang dalam investasi saham akan bergantung kepada jenis utang yang digunakan,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Beredar informasi ihwal banyak investor pemula yang mencoba peruntungan di dunia saham. Namun sayangnya, mereka kerap nekat dengan cara membeli saham dengan uang pinjaman.
Menanggapi hal itu, Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee menilai keputusan tersebut amat tidak tepat. Sebab, investasi saham itu berurusan dengan waktu. Sementara setiap menit pergerakannya tak bisa dipastikan, apakah harganya akan turun atau naik.
Baca Juga:&amp;nbsp;Investor Ngutang demi Beli Saham? Cek Dulu Risikonya
&quot;Tidak tepat, karena kita punya double risiko. Pertama, pinjaman itu harus dibayar. Investasi kan belum tentu menguntungkan,&quot; ujarnya kepada Okezone, Rabu (20/1/2021).
Apabila nanti saham yang dibeli tak menimbulkan keuntungan dalam waktu cepat, maka investor pun akan ketiban rugi berlipat. Di mana harus membayar pokok utang sekaligus beban bunganya juga.
Baca Juga:&amp;nbsp;Fenomena Beli Saham Pakai Utang, Investor Jangan Terlalu Percaya Diri Raup Cuan
&quot;Sedangkan pinjaman itu bunganya tinggi kalau waktunya lama, ini akan menyebabkan potensi kerugian,&quot; katanya.
Dia mengatakan ketika bermain dengan risiko ganda, hal ini bisa berdampak buruk bagi psikologi investor. Yang tak kalah membahayakan adalah konsentrasi investasi dan membaca peluang jadi pecah. Padahal, investasi saham butuh ketelitian serta kesabaran.
&quot;Kita investasi dengan dana yang benar-benar menganggur tidak dibutuhkan dalam jangka pendek, jangan minjam. Lebih baik investasi sesuai dengan kemampuan kita,&quot; kata dia.Sebelumnya, fenomena pembelian saham memakai uang utang ramai diperbincangkan. Bahkan banyak investor pemula yang rela menggadaikan BPKB atau surat tanah agar bisa berinvestasi di saham.
Namun menurut Direktur Riset CORE Indonesia Piter Abdullah, investor saham yang menggunakan sumber dana utang sebenarnya bukan hal yang baru.
&quot;Walaupun sangat berisiko dan seharusnya dihindari. Besar kecilnya risiko penggunaan utang dalam investasi saham akan bergantung kepada jenis utang yang digunakan,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
