<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pelantikan Joe Biden Momentum Percepatan Pengembangan EBT Indonesia</title><description>Presiden Amerika Serikat (AS), terpilih Joe Biden resmi dilantik sebagai  Presiden Amerika Serikat yang ke-46 pada tanggal 20 Januari 2021.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/20/320/2347507/pelantikan-joe-biden-momentum-percepatan-pengembangan-ebt-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/20/320/2347507/pelantikan-joe-biden-momentum-percepatan-pengembangan-ebt-indonesia"/><item><title>Pelantikan Joe Biden Momentum Percepatan Pengembangan EBT Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/20/320/2347507/pelantikan-joe-biden-momentum-percepatan-pengembangan-ebt-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/20/320/2347507/pelantikan-joe-biden-momentum-percepatan-pengembangan-ebt-indonesia</guid><pubDate>Rabu 20 Januari 2021 10:15 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/20/320/2347507/pelantikan-joe-biden-momentum-percepatan-pengembangan-ebt-indonesia-qp54SsMn8B.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Joe Biden (Foto: AP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/20/320/2347507/pelantikan-joe-biden-momentum-percepatan-pengembangan-ebt-indonesia-qp54SsMn8B.jpg</image><title>Joe Biden (Foto: AP)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS), terpilih Joe Biden akan dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat yang ke-46 pada tanggal 20 Januari 2021. Pelantikan Joe Biden membawa angin segar bagi perekonomian global karena kebijakannya dinilai akan lebih kondusif.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia ( HIPPI) DKI Jakarta Sarman Simanjorang. Menurutnya dampak terhadap perekonomian Indonesia tentu sangat besar karena Amerika menjadi salah satu negara mitra strategis Indonesia di bidang perdagangan.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik Jelang Pelantikan Biden
&quot;Di masa resesi ini ekspor Indonesia ke Amerika periode Januari-September 2020 mencapai USD13,51 miliar atau 12,14% dari total ekspor dengan berbagai komoditas andalan. Seperti minyak kelapa sawit, hasil tekstil, hasil laut, kopi, hingga alas kaki,&quot; ujar dia di Jakarta, Rabu (20/1/2021).
Peluang ekspor ini, kata dia, diharapkan semakin meningkat dengan jenis komoditi yang lebih luas dengan kualitas produk yang mumpuni sehingga memiliki daya saing yang kuat terhadap komoditi dari negara lain.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8xNi8xLzEyNDU5OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
&quot;Terlebih didukung kebijakan Pemerintah Amerika yang telah memperpanjang fasilitas bebas tarif bea masuk untuk lebih 700 produk asal Indonesia ini menjadi peluang emas yang harus dimanfaatkan oleh para eksportir Indonesia,&quot; ungkap dia.
Kemudian, lanjut Sarman, yang menarik adalah selama musim kampanye, Presiden Joe Biden kerap menyampaikan program pengurangan penggunaan energi fosil dan mendorong penggunaan energi baru terbarukan atau ramah lingkungan.
&quot;Artinya bahwa selama kepemimpinan Joe Biden penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT) menjadi terdepan terlebih dalam susunan Kabinetnya akan mengangkat seorang utusan khusus Presiden AS untuk perubahan iklim, hal ini mengindikasikan bahwa pemakaian energi ramah lingkungan akan semakin ditingkatkan,&quot; jelasnya.Kebijakan ini tentu menjadi momentum bagi Indonesia dalam mempercepat  pengembangan energi ramah lingkungan. Hal ini sejalan dengan Rencana  Umum Energi Nasional (RUEN), pemerintah yang menetapkan target  pemanfaatan EBT sebanyak 23% dalam bauran energi nasional di tahun 2025.
Data Kementerian ESDM menyebutkan total pembangkit listrik EBT di  Indonesia baru di kisaran kapasitas 10.400 megawat,masih butuh tambahan  sebesar 19.000 MW untuk memenuhi target bauran EBT tahun 2025.
&quot;Kebijakan Presiden Joe Biden di bidang Energi ramah lingkungan,  diharapkan menambah animo pengusaha AS untuk berinvestasi di sektor  Energi Baru dan Terbarukan di Indonesia ,karena kita memiliki potensi  yang sangat besar. Di bidang Energi Panas Bumi  atau geothermal misalnya  kita memiliki potensi sebesar 23,965,5 MW, kapasitas terpasang hingga  Desember 2020 baru sebesar 2.130,7 MW dari 16 Pembangkit Listrik Tenaga  Panas Bumi artinya masih besar peluangnya,&quot; tutur dia.
Dia juga menambahkan Indonesia merupakan Negara ke dua terbesar di  Dunia yang memiliki sumber panas bumi setelah AS. Di samping geothermal  juga terbuka berinvestasi di sektor energi tenaga surya, tenaga  bio-massa, bio-energi dan air.
&quot;Jadi untuk menarik investor AS tersebut pemerintah harus dapat  membuat kebijakan yang menarik baik dari sisi perizinan, stimulus maupun  tarif tenaga listrik pembangkit EBT yang memiliki nilai keekonomian  yang menarik bagi calon investor. Dengan hubungan bilateral yang sangat  terjalin baik selama ini, peluang menarik investor di bidang energi EBT  diera Presiden Joe Biden terbuka lebar dan harus di manfaatkan  maksimal,&quot; tandas dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS), terpilih Joe Biden akan dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat yang ke-46 pada tanggal 20 Januari 2021. Pelantikan Joe Biden membawa angin segar bagi perekonomian global karena kebijakannya dinilai akan lebih kondusif.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia ( HIPPI) DKI Jakarta Sarman Simanjorang. Menurutnya dampak terhadap perekonomian Indonesia tentu sangat besar karena Amerika menjadi salah satu negara mitra strategis Indonesia di bidang perdagangan.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik Jelang Pelantikan Biden
&quot;Di masa resesi ini ekspor Indonesia ke Amerika periode Januari-September 2020 mencapai USD13,51 miliar atau 12,14% dari total ekspor dengan berbagai komoditas andalan. Seperti minyak kelapa sawit, hasil tekstil, hasil laut, kopi, hingga alas kaki,&quot; ujar dia di Jakarta, Rabu (20/1/2021).
Peluang ekspor ini, kata dia, diharapkan semakin meningkat dengan jenis komoditi yang lebih luas dengan kualitas produk yang mumpuni sehingga memiliki daya saing yang kuat terhadap komoditi dari negara lain.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8xNi8xLzEyNDU5OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
&quot;Terlebih didukung kebijakan Pemerintah Amerika yang telah memperpanjang fasilitas bebas tarif bea masuk untuk lebih 700 produk asal Indonesia ini menjadi peluang emas yang harus dimanfaatkan oleh para eksportir Indonesia,&quot; ungkap dia.
Kemudian, lanjut Sarman, yang menarik adalah selama musim kampanye, Presiden Joe Biden kerap menyampaikan program pengurangan penggunaan energi fosil dan mendorong penggunaan energi baru terbarukan atau ramah lingkungan.
&quot;Artinya bahwa selama kepemimpinan Joe Biden penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT) menjadi terdepan terlebih dalam susunan Kabinetnya akan mengangkat seorang utusan khusus Presiden AS untuk perubahan iklim, hal ini mengindikasikan bahwa pemakaian energi ramah lingkungan akan semakin ditingkatkan,&quot; jelasnya.Kebijakan ini tentu menjadi momentum bagi Indonesia dalam mempercepat  pengembangan energi ramah lingkungan. Hal ini sejalan dengan Rencana  Umum Energi Nasional (RUEN), pemerintah yang menetapkan target  pemanfaatan EBT sebanyak 23% dalam bauran energi nasional di tahun 2025.
Data Kementerian ESDM menyebutkan total pembangkit listrik EBT di  Indonesia baru di kisaran kapasitas 10.400 megawat,masih butuh tambahan  sebesar 19.000 MW untuk memenuhi target bauran EBT tahun 2025.
&quot;Kebijakan Presiden Joe Biden di bidang Energi ramah lingkungan,  diharapkan menambah animo pengusaha AS untuk berinvestasi di sektor  Energi Baru dan Terbarukan di Indonesia ,karena kita memiliki potensi  yang sangat besar. Di bidang Energi Panas Bumi  atau geothermal misalnya  kita memiliki potensi sebesar 23,965,5 MW, kapasitas terpasang hingga  Desember 2020 baru sebesar 2.130,7 MW dari 16 Pembangkit Listrik Tenaga  Panas Bumi artinya masih besar peluangnya,&quot; tutur dia.
Dia juga menambahkan Indonesia merupakan Negara ke dua terbesar di  Dunia yang memiliki sumber panas bumi setelah AS. Di samping geothermal  juga terbuka berinvestasi di sektor energi tenaga surya, tenaga  bio-massa, bio-energi dan air.
&quot;Jadi untuk menarik investor AS tersebut pemerintah harus dapat  membuat kebijakan yang menarik baik dari sisi perizinan, stimulus maupun  tarif tenaga listrik pembangkit EBT yang memiliki nilai keekonomian  yang menarik bagi calon investor. Dengan hubungan bilateral yang sangat  terjalin baik selama ini, peluang menarik investor di bidang energi EBT  diera Presiden Joe Biden terbuka lebar dan harus di manfaatkan  maksimal,&quot; tandas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
