<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penumpang KRL Anjlok 70% Imbas Covid-19</title><description>Jumlah penumpang PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mengalami penurunan drastis.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/20/320/2347545/penumpang-krl-anjlok-70-imbas-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/20/320/2347545/penumpang-krl-anjlok-70-imbas-covid-19"/><item><title>Penumpang KRL Anjlok 70% Imbas Covid-19</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/20/320/2347545/penumpang-krl-anjlok-70-imbas-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/20/320/2347545/penumpang-krl-anjlok-70-imbas-covid-19</guid><pubDate>Rabu 20 Januari 2021 11:15 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/20/320/2347545/penumpang-krl-anjlok-70-imbas-covid-19-qHqw3omVVI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kereta (Foto: Ilustrasi Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/20/320/2347545/penumpang-krl-anjlok-70-imbas-covid-19-qHqw3omVVI.jpg</image><title>Kereta (Foto: Ilustrasi Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Jumlah penumpang PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mengalami penurunan drastis. Penurunan jumlah penumpang terjadi imbas dari pandemi Covid-19 dan Pembatasan massa guna menghindari penularan virus, khususnya di angkutan umum.
Direktur Utama KAI Didiek Prasetyo menyebut, penurunan volume penumpang mencapai 60% hingga 70%. Penurunan signifikan terjadi saat pemerintah menetapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Baca Juga:&amp;nbsp;Syarat Naik KA Jarak Jauh, Wajib Tunjukkan Hasil Tes PCR
Adapun rinciannya saat masa PSBB ketat diberlakukan yakni awal April 2020 penurunan volume penumpang terjadi sangat signifikan. Sementara pada bulan Mei-Juni di tahun lalu, KAI mencatat volume penumpang hanya 200.000- 400.000.
Menurut Didiek, PSBB membuat kereta hanya boleh diisi dengan kapasitas 35 hingga 40% dari keadaan normal. Padahal, sebelum pandemi Covid-19, di periode Januari-Maret tercatat volume penumpang KRL sebanyak 1 juta hingga 1,1 juta.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMS8xMS8xLzEyNzIyNS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Sementara pemberlakuan PSBB transisi sejak Juni 2020 lalu, KAI juga mencatat rata-rata volume penumpang hanya 200.000-400.000 per bulannya.
&quot;Sekarang ini agak mengalami penurunan sedikit tetapi masih dikisaran 300 ribu sampai 400 di awal 2021,&quot; katanya dalam webinar bertajuk 'Hadirnya KRL Yogya-Solo', dikutip Rabu (20/1/2021).Tak hanya terjadi di Jabodetabek, penurunan volume penumpang juga  terjadi pada Kereta Api Prambanan Ekspres (Prameks) jurusan  Yogyakarta-Solo. Kata Didiek, sejak Januari tahun lalu atau sebelum  pandemi melanda, KCI mengantar sebanyak 315.484 penumpang. Lalu, terjadi  penurunan pada awal pandemi yakni Maret menjadi 202.910.
Kemudian, pada saat kebijakan belajar dan bekerja dari rumah  diterapkan, pihaknya mencatat penurunan tajam menjadi 33.168 penumpang  saja. Pada titik terendahnya yakni Mei, KCI hanya mampu menjual 22.549  karcis saja.
Saat ini, manajemen sudah berangsur mengalami pemulihan, namun angka  masih jauh dari normal. Misalnya periode Juni-September 2020, penumpang  per bulan hanya sebanyak 54.000-120. 000.
Sementara pada akhir tahun lalu atau periode Oktober-Desember,  okupansi hanya sekitar 40% dari normal yakni sebesar 140.000 penumpang  per bulan. Padahal, Prameks dalam kondisi normal bisa mengangkut 5 juta  orang dalam satu tahun.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Jumlah penumpang PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mengalami penurunan drastis. Penurunan jumlah penumpang terjadi imbas dari pandemi Covid-19 dan Pembatasan massa guna menghindari penularan virus, khususnya di angkutan umum.
Direktur Utama KAI Didiek Prasetyo menyebut, penurunan volume penumpang mencapai 60% hingga 70%. Penurunan signifikan terjadi saat pemerintah menetapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Baca Juga:&amp;nbsp;Syarat Naik KA Jarak Jauh, Wajib Tunjukkan Hasil Tes PCR
Adapun rinciannya saat masa PSBB ketat diberlakukan yakni awal April 2020 penurunan volume penumpang terjadi sangat signifikan. Sementara pada bulan Mei-Juni di tahun lalu, KAI mencatat volume penumpang hanya 200.000- 400.000.
Menurut Didiek, PSBB membuat kereta hanya boleh diisi dengan kapasitas 35 hingga 40% dari keadaan normal. Padahal, sebelum pandemi Covid-19, di periode Januari-Maret tercatat volume penumpang KRL sebanyak 1 juta hingga 1,1 juta.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMS8xMS8xLzEyNzIyNS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Sementara pemberlakuan PSBB transisi sejak Juni 2020 lalu, KAI juga mencatat rata-rata volume penumpang hanya 200.000-400.000 per bulannya.
&quot;Sekarang ini agak mengalami penurunan sedikit tetapi masih dikisaran 300 ribu sampai 400 di awal 2021,&quot; katanya dalam webinar bertajuk 'Hadirnya KRL Yogya-Solo', dikutip Rabu (20/1/2021).Tak hanya terjadi di Jabodetabek, penurunan volume penumpang juga  terjadi pada Kereta Api Prambanan Ekspres (Prameks) jurusan  Yogyakarta-Solo. Kata Didiek, sejak Januari tahun lalu atau sebelum  pandemi melanda, KCI mengantar sebanyak 315.484 penumpang. Lalu, terjadi  penurunan pada awal pandemi yakni Maret menjadi 202.910.
Kemudian, pada saat kebijakan belajar dan bekerja dari rumah  diterapkan, pihaknya mencatat penurunan tajam menjadi 33.168 penumpang  saja. Pada titik terendahnya yakni Mei, KCI hanya mampu menjual 22.549  karcis saja.
Saat ini, manajemen sudah berangsur mengalami pemulihan, namun angka  masih jauh dari normal. Misalnya periode Juni-September 2020, penumpang  per bulan hanya sebanyak 54.000-120. 000.
Sementara pada akhir tahun lalu atau periode Oktober-Desember,  okupansi hanya sekitar 40% dari normal yakni sebesar 140.000 penumpang  per bulan. Padahal, Prameks dalam kondisi normal bisa mengangkut 5 juta  orang dalam satu tahun.</content:encoded></item></channel></rss>
