<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Proyek Apa yang Dibangun Menhub dari Surat Utang Syariah Rp5,67 Triliun?</title><description>Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendapat anggaran Surat Berharga Syariah Negara (SBSN)</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/20/320/2347652/proyek-apa-yang-dibangun-menhub-dari-surat-utang-syariah-rp5-67-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/20/320/2347652/proyek-apa-yang-dibangun-menhub-dari-surat-utang-syariah-rp5-67-triliun"/><item><title>   Proyek Apa yang Dibangun Menhub dari Surat Utang Syariah Rp5,67 Triliun?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/20/320/2347652/proyek-apa-yang-dibangun-menhub-dari-surat-utang-syariah-rp5-67-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/20/320/2347652/proyek-apa-yang-dibangun-menhub-dari-surat-utang-syariah-rp5-67-triliun</guid><pubDate>Rabu 20 Januari 2021 13:44 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/20/320/2347652/proyek-apa-yang-dibangun-menhub-dari-surat-utang-syariah-rp5-67-triliun-IVHCbLOOPn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menhub (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/20/320/2347652/proyek-apa-yang-dibangun-menhub-dari-surat-utang-syariah-rp5-67-triliun-IVHCbLOOPn.jpg</image><title>Menhub (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendapat anggaran Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara sebesar Rp5,67 triliun atau sebesar 12,41% dari total anggarannya yang mencapai Rp45,66 triliun di 2021.
Baca Juga:&amp;nbsp;Garap Proyek Pakai SBSN Rp145,8 Triliun, Sri Mulyani ke Menteri Basuki: Jangan Lelah&amp;nbsp;
Menurut Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, rincian SBSN itu seperti, Ditjen Perkeretaapian sebesar Rp167,4 miliar, Ditjen Darat Rp225,1 miliar, Ditjen Laut dan Ditjen Udara Rp1,2 triliun.

&quot;Kami menilai proyek infrastruktur yang didanai Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) memang memberikan suatu keunggulan pembiayaan berbasis utang syariah,&quot; ujar dia dalam acara Kebijakan Pembiayaan Proyek Infrastruktur melalui SBSN Tahun 2021, Rabu (20/1/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Proyek Infrastruktur Dibiayai Surat Utang, Sri Mulyani: Jangan Dikorupsi&amp;nbsp;
Kemudian, lanjut dia, Surat Berharga Syariah Negara juga bisa mendorong proyek-proyek fisik yang memang berbasis pada performance.

Akan tetapi, kata Budi, pihaknya mencatat pengerjaan proyek berbasis SBSN kerap terkendala oleh masalah pembebasan tanah.

&quot;Pada tahun 2019-2020, kami (Kemenhub), mendapatkan suatu projek SBSN yang tidak begitu meningkat. Hal ini lebih banyak karena masalah tanah,&quot; tandas dia.
</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendapat anggaran Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara sebesar Rp5,67 triliun atau sebesar 12,41% dari total anggarannya yang mencapai Rp45,66 triliun di 2021.
Baca Juga:&amp;nbsp;Garap Proyek Pakai SBSN Rp145,8 Triliun, Sri Mulyani ke Menteri Basuki: Jangan Lelah&amp;nbsp;
Menurut Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, rincian SBSN itu seperti, Ditjen Perkeretaapian sebesar Rp167,4 miliar, Ditjen Darat Rp225,1 miliar, Ditjen Laut dan Ditjen Udara Rp1,2 triliun.

&quot;Kami menilai proyek infrastruktur yang didanai Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) memang memberikan suatu keunggulan pembiayaan berbasis utang syariah,&quot; ujar dia dalam acara Kebijakan Pembiayaan Proyek Infrastruktur melalui SBSN Tahun 2021, Rabu (20/1/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Proyek Infrastruktur Dibiayai Surat Utang, Sri Mulyani: Jangan Dikorupsi&amp;nbsp;
Kemudian, lanjut dia, Surat Berharga Syariah Negara juga bisa mendorong proyek-proyek fisik yang memang berbasis pada performance.

Akan tetapi, kata Budi, pihaknya mencatat pengerjaan proyek berbasis SBSN kerap terkendala oleh masalah pembebasan tanah.

&quot;Pada tahun 2019-2020, kami (Kemenhub), mendapatkan suatu projek SBSN yang tidak begitu meningkat. Hal ini lebih banyak karena masalah tanah,&quot; tandas dia.
</content:encoded></item></channel></rss>
