<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Daging Mahal, RI Bakal Impor Sapi dari Meksiko dan Australia</title><description>Kementerian Perdagangan bakal menerbitkan izin impor sapi. Hal ini  diungkapkan Ketua Umum Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) Asnawi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/20/320/2347669/harga-daging-mahal-ri-bakal-impor-sapi-dari-meksiko-dan-australia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/20/320/2347669/harga-daging-mahal-ri-bakal-impor-sapi-dari-meksiko-dan-australia"/><item><title>Harga Daging Mahal, RI Bakal Impor Sapi dari Meksiko dan Australia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/20/320/2347669/harga-daging-mahal-ri-bakal-impor-sapi-dari-meksiko-dan-australia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/20/320/2347669/harga-daging-mahal-ri-bakal-impor-sapi-dari-meksiko-dan-australia</guid><pubDate>Rabu 20 Januari 2021 13:58 WIB</pubDate><dc:creator>Ferdi Rantung</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/20/320/2347669/harga-daging-mahal-ri-bakal-impor-sapi-dari-meksiko-dan-australia-JRlSJ5uuP7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Daging Sapi (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/20/320/2347669/harga-daging-mahal-ri-bakal-impor-sapi-dari-meksiko-dan-australia-JRlSJ5uuP7.jpg</image><title>Daging Sapi (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kementerian Perdagangan bakal menerbitkan izin impor sapi. Hal ini diungkapkan Ketua Umum Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) Asnawi. Impor daging sapi dilakukan untuk menstabilkan harga yang mahal pada rumah pemotongan hewan.
&quot;Dalam stabilisasi harga dan kecukupan ketersediaan sapi siap potong, pemerintah dalam waktu dekat melalui Kementerian Perdagangan akan melakukan pemberian izin kepada para importir untuk melakukan impor sapi dari negara Meksiko dan sapi Slaugther dari Australia,&quot; katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (20/1/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Lapak Pedagang Daging Kosong Melompong karena Mogok Jualan, Ini Penampakannya&amp;nbsp;
Hal ini diungkapkan Asnawi setelah pihaknya melakukan rapat koordinasi bersama Direktorat Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan.
Dia menjelaskan pemerintah saat ini mengutamakan dahulu ketersediaan pasokan daging sapi kepada masyarakat, serta hanya menjaga harga daging stabil untuk periode jangka pendek walaupun dengan level harga lebih tinggi dari periode sebelumnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMS8yMC80LzEyNzYzMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
&quot;Pemerintah segera memberikan pengumuman terkait kenaikan yang bersifat anomali bahwa harga jual daging sapi di tingkat pengecer/pedagang daging Rp. 130.000,-/kg,&quot; Jelasnya
Asnawi menambahkan, Kemendag tidak , tidak bisa memaksakan pedagang mesti harus berdagang walau harus menanggung kerugian, dan juga tidak mempersalahkan jika pedagang daging sapi tidak berdagang karena itu pilihan.&quot;Namun demikian ketika pemerintah melalui Dirjen Perdagangan Dalam  Negeri telah mengumumkan hasil kesepakatan ke publik media cetak dan  elektronik melalui proses konferensi pers, pedagang di minta untuk  kembali berdagang,&quot; tutupnya.
Seperti diketahui, saat ini para pedagang daging melakukan mogok  selama tiga hari. Terhitung  mulai dari hari ini hingga jumat  (22/1/2021).  Pedagang yang  mogok jualan berada di Jakarta, Depok,  Tangerang, dan Bekasi (Jadetabek).</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kementerian Perdagangan bakal menerbitkan izin impor sapi. Hal ini diungkapkan Ketua Umum Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) Asnawi. Impor daging sapi dilakukan untuk menstabilkan harga yang mahal pada rumah pemotongan hewan.
&quot;Dalam stabilisasi harga dan kecukupan ketersediaan sapi siap potong, pemerintah dalam waktu dekat melalui Kementerian Perdagangan akan melakukan pemberian izin kepada para importir untuk melakukan impor sapi dari negara Meksiko dan sapi Slaugther dari Australia,&quot; katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (20/1/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Lapak Pedagang Daging Kosong Melompong karena Mogok Jualan, Ini Penampakannya&amp;nbsp;
Hal ini diungkapkan Asnawi setelah pihaknya melakukan rapat koordinasi bersama Direktorat Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan.
Dia menjelaskan pemerintah saat ini mengutamakan dahulu ketersediaan pasokan daging sapi kepada masyarakat, serta hanya menjaga harga daging stabil untuk periode jangka pendek walaupun dengan level harga lebih tinggi dari periode sebelumnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMS8yMC80LzEyNzYzMS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
&quot;Pemerintah segera memberikan pengumuman terkait kenaikan yang bersifat anomali bahwa harga jual daging sapi di tingkat pengecer/pedagang daging Rp. 130.000,-/kg,&quot; Jelasnya
Asnawi menambahkan, Kemendag tidak , tidak bisa memaksakan pedagang mesti harus berdagang walau harus menanggung kerugian, dan juga tidak mempersalahkan jika pedagang daging sapi tidak berdagang karena itu pilihan.&quot;Namun demikian ketika pemerintah melalui Dirjen Perdagangan Dalam  Negeri telah mengumumkan hasil kesepakatan ke publik media cetak dan  elektronik melalui proses konferensi pers, pedagang di minta untuk  kembali berdagang,&quot; tutupnya.
Seperti diketahui, saat ini para pedagang daging melakukan mogok  selama tiga hari. Terhitung  mulai dari hari ini hingga jumat  (22/1/2021).  Pedagang yang  mogok jualan berada di Jakarta, Depok,  Tangerang, dan Bekasi (Jadetabek).</content:encoded></item></channel></rss>
