<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Sri Mulyani Ingatkan Hati-Hati Pakai Surat Utang Syariah</title><description>Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat jumlah Kementerian atau Lembaga (K/L) yang ikut dalam pembiayaan proyek.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/20/320/2347685/sri-mulyani-ingatkan-hati-hati-pakai-surat-utang-syariah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/20/320/2347685/sri-mulyani-ingatkan-hati-hati-pakai-surat-utang-syariah"/><item><title>   Sri Mulyani Ingatkan Hati-Hati Pakai Surat Utang Syariah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/20/320/2347685/sri-mulyani-ingatkan-hati-hati-pakai-surat-utang-syariah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/20/320/2347685/sri-mulyani-ingatkan-hati-hati-pakai-surat-utang-syariah</guid><pubDate>Rabu 20 Januari 2021 14:16 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/20/320/2347685/sri-mulyani-ingatkan-hati-hati-pakai-surat-utang-syariah-UfYo2JT26P.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani (Foto: Dok Kemenkeu)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/20/320/2347685/sri-mulyani-ingatkan-hati-hati-pakai-surat-utang-syariah-UfYo2JT26P.jpg</image><title>Sri Mulyani (Foto: Dok Kemenkeu)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat jumlah Kementerian atau Lembaga (K/L) yang ikut dalam pembiayaan proyek menggunakan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) semakin meningkat. Di mana dari hanya satu K/L di 2013, menjadi delapan di 2020.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani meminta agar para menteri maupun pimpinan lembaga mengenai pemanfaatan surat berharga syariah negara (SBSN) untuk pendanaan proyek infrastruktur.

&quot;Terus menjaga kehati-hatian karena SBSN surat utang sebetulnya, artinya proyek dibiayai dengan utang, namun utang yang bisa terus kita jaga,&quot; kata Sri Mulyani dalam video virtual, Rabu (20/1/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Proyek Infrastruktur Dibiayai Surat Utang, Sri Mulyani: Jangan Dikorupsi&amp;nbsp;
Lanjutnya untuk tahun ini atau 2021 jumlah K/L yang ikut kembali bertambah menjadi 11, sehingga nilai pembiayaanya secara akumulatif ditaksir mencapai Rp145,84 triliun.

&quot;Volume ini tentu menyebabkan Indonesia makin memiliki posisi di dalam global syariah financing karena nilainya makin signifikan,&quot; bebernya.

Mantan anggota Bank Dunia ingin seluruh K/L tetap menjaga kualitas daripada proyek itu sendiri. &quot;Mungkin sedikit tertunda karena pandemi, tapi tidak berarti kualitas dan disiplin untuk menyelesaikannya juga ikut tertunda,&quot;bebernya

Dia pun berterimakasih kepada delapan K/L yang telah bekerjasama di 2020, serta mengapresiasi kepada para pimpinan yang sudah mengawasi proyek dengan optimal. Sebab, 2020 bukan hal mudah, di mana terjadi pandemi Covid-19.

&quot;Jadi kami melihat ada proyek-proyek yang mengalami penyelesaian tertunda. Maka kami berikan perpanjangan yang tadi 3 bulan jadi 12 bulan,&quot; tandasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat jumlah Kementerian atau Lembaga (K/L) yang ikut dalam pembiayaan proyek menggunakan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) semakin meningkat. Di mana dari hanya satu K/L di 2013, menjadi delapan di 2020.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani meminta agar para menteri maupun pimpinan lembaga mengenai pemanfaatan surat berharga syariah negara (SBSN) untuk pendanaan proyek infrastruktur.

&quot;Terus menjaga kehati-hatian karena SBSN surat utang sebetulnya, artinya proyek dibiayai dengan utang, namun utang yang bisa terus kita jaga,&quot; kata Sri Mulyani dalam video virtual, Rabu (20/1/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Proyek Infrastruktur Dibiayai Surat Utang, Sri Mulyani: Jangan Dikorupsi&amp;nbsp;
Lanjutnya untuk tahun ini atau 2021 jumlah K/L yang ikut kembali bertambah menjadi 11, sehingga nilai pembiayaanya secara akumulatif ditaksir mencapai Rp145,84 triliun.

&quot;Volume ini tentu menyebabkan Indonesia makin memiliki posisi di dalam global syariah financing karena nilainya makin signifikan,&quot; bebernya.

Mantan anggota Bank Dunia ingin seluruh K/L tetap menjaga kualitas daripada proyek itu sendiri. &quot;Mungkin sedikit tertunda karena pandemi, tapi tidak berarti kualitas dan disiplin untuk menyelesaikannya juga ikut tertunda,&quot;bebernya

Dia pun berterimakasih kepada delapan K/L yang telah bekerjasama di 2020, serta mengapresiasi kepada para pimpinan yang sudah mengawasi proyek dengan optimal. Sebab, 2020 bukan hal mudah, di mana terjadi pandemi Covid-19.

&quot;Jadi kami melihat ada proyek-proyek yang mengalami penyelesaian tertunda. Maka kami berikan perpanjangan yang tadi 3 bulan jadi 12 bulan,&quot; tandasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
