<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kapasitas Produksi Vaksin Covid-19 Milik Bio Farma Bertaraf Dunia, Ini Maksudnya</title><description>Kapasitas produksi vaksin Covid-19 yang dimiliki PT Bio Farma (Persero) sesuai dengan standar dunia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/20/320/2347895/kapasitas-produksi-vaksin-covid-19-milik-bio-farma-bertaraf-dunia-ini-maksudnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/20/320/2347895/kapasitas-produksi-vaksin-covid-19-milik-bio-farma-bertaraf-dunia-ini-maksudnya"/><item><title>Kapasitas Produksi Vaksin Covid-19 Milik Bio Farma Bertaraf Dunia, Ini Maksudnya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/20/320/2347895/kapasitas-produksi-vaksin-covid-19-milik-bio-farma-bertaraf-dunia-ini-maksudnya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/20/320/2347895/kapasitas-produksi-vaksin-covid-19-milik-bio-farma-bertaraf-dunia-ini-maksudnya</guid><pubDate>Rabu 20 Januari 2021 19:01 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/20/320/2347895/kapasitas-produksi-vaksin-covid-19-milik-bio-farma-bertaraf-dunia-ini-maksudnya-ETYgu7fB3d.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Vaksin Covid-19 (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/20/320/2347895/kapasitas-produksi-vaksin-covid-19-milik-bio-farma-bertaraf-dunia-ini-maksudnya-ETYgu7fB3d.jpg</image><title>Vaksin Covid-19 (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencatat, kapasitas produksi vaksin Covid-19 yang dimiliki PT Bio Farma (Persero) sesuai dengan standar dunia. Hal itu berdasarkan penilaian Global Alliance for Vaccines and Immunisation (Gavi) atau Aliansi Global untuk Vaksin.

Dengan begitu, Induk Holding BUMN Farmasi tersebut memiliki kapasitas untuk memproduksi 250 juta vaksin Covid-19. Hal itu disampaikan Menteri BUMN Erick Thohir dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR pada Kamis (20/1/2021).
 
&amp;nbsp;Baca juga: 2021, Bio Farma Kebut Produksi 125 Juta Dosis Vaksin Covid-19
&quot;Alhamdulillah keputusan pada April (2020) akhirnya di Desember dibuktikan bahwa 250 juta kapasitas ini sudah bisa jadi,&quot; ujar Erick.

Perseroan plat merah itu juga tengah meningkatkan teknologi untuk produksi vaksin. Saat ini, manajemen emiten negara sudah menggunakan teknologi seperti viral factor atau mRNA.
 
&amp;nbsp;Baca juga: 15 Juta Vaksin Bio Farma Siap Digunakan Februari 2021
Saat ini Bio Farma tengah menyelesaikan produksi 125 juta dosis vaksin Covid-19. Rencananya pada 2021 ini produksi sudah dapat dirampungkan.  Perseroan juga menargetkan vaksin merah putih segera diproduksi pada kuartal III-2021. Target itu dilakukan jika bibit vaksin Merah Putih sudah diserahkan oleh Lembaga Biologi Molekuler Eijkman.Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengatakan, upaya produksi  vaksin Merah Putih selain mengupayakan menekan infeksi Covid-19, upaya  itu juga untuk menjaga kemandirian dan ketahanan kesehatan di Indonesia.

&quot;Seperti yang disampaikan Pak Menkes (Budi Gunadi Sadikin) tadi,  rencana kalau dari Lembaga Eijkman ini bisa sampai di kita di kuartal  I-2021 ini, kita proses berupa karakterisasi, uji klinis, dan  sebagainnya, kalau semuanya berjalan lancar, kami berharap di kuartal  III-2021 kita sudah bisa memproduksi vaksin Merah Putih ini sebagai  bagian dari kemandirian kesehatan di Indonesia,&quot; ujar dia

Pemerintah tengah berupaya agar ketergantungan bahan baku vaksin dan  vaksin jadi secara perlahan akan dikurangi. Di tengah pandemi Covid-19,  ketergantungan impor bahan baku farmasi dan vaksin jadi membuat  Indonesia kesulitan melakukan supply atau menyediakan kepada masyarakat  jika stok vaksin Covid-19, hasil kerja sama dengan produsen luar negeri,  berkurang.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencatat, kapasitas produksi vaksin Covid-19 yang dimiliki PT Bio Farma (Persero) sesuai dengan standar dunia. Hal itu berdasarkan penilaian Global Alliance for Vaccines and Immunisation (Gavi) atau Aliansi Global untuk Vaksin.

Dengan begitu, Induk Holding BUMN Farmasi tersebut memiliki kapasitas untuk memproduksi 250 juta vaksin Covid-19. Hal itu disampaikan Menteri BUMN Erick Thohir dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR pada Kamis (20/1/2021).
 
&amp;nbsp;Baca juga: 2021, Bio Farma Kebut Produksi 125 Juta Dosis Vaksin Covid-19
&quot;Alhamdulillah keputusan pada April (2020) akhirnya di Desember dibuktikan bahwa 250 juta kapasitas ini sudah bisa jadi,&quot; ujar Erick.

Perseroan plat merah itu juga tengah meningkatkan teknologi untuk produksi vaksin. Saat ini, manajemen emiten negara sudah menggunakan teknologi seperti viral factor atau mRNA.
 
&amp;nbsp;Baca juga: 15 Juta Vaksin Bio Farma Siap Digunakan Februari 2021
Saat ini Bio Farma tengah menyelesaikan produksi 125 juta dosis vaksin Covid-19. Rencananya pada 2021 ini produksi sudah dapat dirampungkan.  Perseroan juga menargetkan vaksin merah putih segera diproduksi pada kuartal III-2021. Target itu dilakukan jika bibit vaksin Merah Putih sudah diserahkan oleh Lembaga Biologi Molekuler Eijkman.Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengatakan, upaya produksi  vaksin Merah Putih selain mengupayakan menekan infeksi Covid-19, upaya  itu juga untuk menjaga kemandirian dan ketahanan kesehatan di Indonesia.

&quot;Seperti yang disampaikan Pak Menkes (Budi Gunadi Sadikin) tadi,  rencana kalau dari Lembaga Eijkman ini bisa sampai di kita di kuartal  I-2021 ini, kita proses berupa karakterisasi, uji klinis, dan  sebagainnya, kalau semuanya berjalan lancar, kami berharap di kuartal  III-2021 kita sudah bisa memproduksi vaksin Merah Putih ini sebagai  bagian dari kemandirian kesehatan di Indonesia,&quot; ujar dia

Pemerintah tengah berupaya agar ketergantungan bahan baku vaksin dan  vaksin jadi secara perlahan akan dikurangi. Di tengah pandemi Covid-19,  ketergantungan impor bahan baku farmasi dan vaksin jadi membuat  Indonesia kesulitan melakukan supply atau menyediakan kepada masyarakat  jika stok vaksin Covid-19, hasil kerja sama dengan produsen luar negeri,  berkurang.</content:encoded></item></channel></rss>
