<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jelang Pelantikan, Begini Nasib Kebijakan Ekonomi AS-Indonesia di Era Biden</title><description>Kebijakan ekonomi dan perdagangan Amerika Serikat dengan Indonesia  diperkirakan tidak akan berubah pada era Presiden terpilih Joe Biden.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/20/320/2347900/jelang-pelantikan-begini-nasib-kebijakan-ekonomi-as-indonesia-di-era-biden</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/20/320/2347900/jelang-pelantikan-begini-nasib-kebijakan-ekonomi-as-indonesia-di-era-biden"/><item><title>Jelang Pelantikan, Begini Nasib Kebijakan Ekonomi AS-Indonesia di Era Biden</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/20/320/2347900/jelang-pelantikan-begini-nasib-kebijakan-ekonomi-as-indonesia-di-era-biden</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/20/320/2347900/jelang-pelantikan-begini-nasib-kebijakan-ekonomi-as-indonesia-di-era-biden</guid><pubDate>Rabu 20 Januari 2021 19:11 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/20/320/2347900/jelang-pelantikan-begini-nasib-kebijakan-ekonomi-as-indonesia-di-era-biden-Xp6ek0l1Os.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Perdagangan (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/20/320/2347900/jelang-pelantikan-begini-nasib-kebijakan-ekonomi-as-indonesia-di-era-biden-Xp6ek0l1Os.jpg</image><title>Perdagangan (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Kebijakan ekonomi dan perdagangan Amerika Serikat dengan Indonesia diperkirakan tidak akan berubah pada era Presiden terpilih Joe Biden. Apalagi menjelang pelantikannya pada Rabu (20/1/2021).

Direktur Perundingan Bilateral, Kementerian Perdagangan, Ni Made Ayu Marthini, mengatakan Indonesia tetap akan menjadi mitra strategis di kawasan bagi Amerika Serikat. Meskipun, kata dia, terjadi peralihan presiden dari Donald Trump ke Joe Biden.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Paket Stimulus Rp26.655 Triliun, Warga AS Terima BLT Rp19,6 Juta
Ia beralasan Indonesia memiliki posisi yang kuat di Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dan ekonominya tumbuh di Asia Pasifik. Sementara Amerika bagi Indonesia merupakan mitra dagang terbesar keempat setelag China, Jepang dan Singapura dengan total perdagangan USD27,1 miliar pada 2019.

&quot;Amerika adalah mitra dagang penting bagi Indonesia untuk perdagangan maupun investasi. Dan juga mitra strategis dalam berbagai forum,&quot; jelas Ni Made Ayu Marthini mengutip VoA Indonesia.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Anggaran Disahkan, BLT Rp8,5 Juta Cair
Untuk memaksimalkan hubungan dagang dengan Amerika, dalam jangka pendek, Ayu menambahkan Indonesia akan berusaha mengisi pasar Amerika yang ditinggalkan oleh China. Sedangkan dalam jangka panjang akan berupaya menjadi bagian rantai pasokan ke Amerika. Salah satu caranya dengan menciptakan iklim kondusif untuk menarik investasi ke Indonesia.

&quot;Dalam level multilateral harus terus intens mengadakan kerja sama dengan semua negara. Tentu saja Amerika sebagai aktor besar di dunia,&quot; tambah Ayu Marthini.Ayu memperkirakan pendekatan kebijakan ekonomi dan perdagangan Biden  akan berbeda dengan Trump, meski substansi kebijakannya tidak akan  berubah, termasuk dengan Indonesia. Semisal Biden akan mengedepankan  pendekatan multilateral (menguntungkan banyak negara), berbeda dengan  Trump yang lebih mengedepankan unilateral (menguntungkan sepihak).

Senada Wakil Ketua Umum Bidang Hubungan Internasional Kamar Dagang  dan Industri (KADIN) Indonesia Shinta W Kamdani mengatakan pergantian  presiden di Amerika tidak menciptakan perubahan minat investasi yang  signifikan di Indonesia. Hal tersebut terlihat dari investasi Amerika di  Indonesia yang cenderung stagnan dan tetap terkonsentrasi pada sektor  pertambangan dan jasa dalam 10 tahun terakhir.

&quot;Jadi nilai penanaman modal asing (FDI) Amerika yang masuk Indonesia  pada 2010 mencapai $10,55 miliar. Sedangkan tahun 2019 mencapai USD12,15  miliar,&quot; tutur Shinta W Kamdani, Selasa (19/1/2021).

Kendati, dari sisi perdagangan, Shinta berpandangan arah kebijakan  perdagangan global presiden Amerika dan ekonomi domestik turut  mempengaruhi kinerja ekonomi bilateral. Hal tersebut terindikasi dari  kinerja perdagangan pada era Trump yang stagnan dibandingkan pada era  Obama dan Bush yang tumbuh sehat.

Menurut Sinta, pelaku usaha di Indonesia juga menilai era Biden lebih  menjanjikan dibandingkan era Trump dalam peningkatan hubungan ekonomi  Amerika-Indonesia. Setidaknya, kata dia, dalam kepastian berusaha dan  permintaan pasar Amerika dan global.</description><content:encoded>JAKARTA - Kebijakan ekonomi dan perdagangan Amerika Serikat dengan Indonesia diperkirakan tidak akan berubah pada era Presiden terpilih Joe Biden. Apalagi menjelang pelantikannya pada Rabu (20/1/2021).

Direktur Perundingan Bilateral, Kementerian Perdagangan, Ni Made Ayu Marthini, mengatakan Indonesia tetap akan menjadi mitra strategis di kawasan bagi Amerika Serikat. Meskipun, kata dia, terjadi peralihan presiden dari Donald Trump ke Joe Biden.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Paket Stimulus Rp26.655 Triliun, Warga AS Terima BLT Rp19,6 Juta
Ia beralasan Indonesia memiliki posisi yang kuat di Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dan ekonominya tumbuh di Asia Pasifik. Sementara Amerika bagi Indonesia merupakan mitra dagang terbesar keempat setelag China, Jepang dan Singapura dengan total perdagangan USD27,1 miliar pada 2019.

&quot;Amerika adalah mitra dagang penting bagi Indonesia untuk perdagangan maupun investasi. Dan juga mitra strategis dalam berbagai forum,&quot; jelas Ni Made Ayu Marthini mengutip VoA Indonesia.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Anggaran Disahkan, BLT Rp8,5 Juta Cair
Untuk memaksimalkan hubungan dagang dengan Amerika, dalam jangka pendek, Ayu menambahkan Indonesia akan berusaha mengisi pasar Amerika yang ditinggalkan oleh China. Sedangkan dalam jangka panjang akan berupaya menjadi bagian rantai pasokan ke Amerika. Salah satu caranya dengan menciptakan iklim kondusif untuk menarik investasi ke Indonesia.

&quot;Dalam level multilateral harus terus intens mengadakan kerja sama dengan semua negara. Tentu saja Amerika sebagai aktor besar di dunia,&quot; tambah Ayu Marthini.Ayu memperkirakan pendekatan kebijakan ekonomi dan perdagangan Biden  akan berbeda dengan Trump, meski substansi kebijakannya tidak akan  berubah, termasuk dengan Indonesia. Semisal Biden akan mengedepankan  pendekatan multilateral (menguntungkan banyak negara), berbeda dengan  Trump yang lebih mengedepankan unilateral (menguntungkan sepihak).

Senada Wakil Ketua Umum Bidang Hubungan Internasional Kamar Dagang  dan Industri (KADIN) Indonesia Shinta W Kamdani mengatakan pergantian  presiden di Amerika tidak menciptakan perubahan minat investasi yang  signifikan di Indonesia. Hal tersebut terlihat dari investasi Amerika di  Indonesia yang cenderung stagnan dan tetap terkonsentrasi pada sektor  pertambangan dan jasa dalam 10 tahun terakhir.

&quot;Jadi nilai penanaman modal asing (FDI) Amerika yang masuk Indonesia  pada 2010 mencapai $10,55 miliar. Sedangkan tahun 2019 mencapai USD12,15  miliar,&quot; tutur Shinta W Kamdani, Selasa (19/1/2021).

Kendati, dari sisi perdagangan, Shinta berpandangan arah kebijakan  perdagangan global presiden Amerika dan ekonomi domestik turut  mempengaruhi kinerja ekonomi bilateral. Hal tersebut terindikasi dari  kinerja perdagangan pada era Trump yang stagnan dibandingkan pada era  Obama dan Bush yang tumbuh sehat.

Menurut Sinta, pelaku usaha di Indonesia juga menilai era Biden lebih  menjanjikan dibandingkan era Trump dalam peningkatan hubungan ekonomi  Amerika-Indonesia. Setidaknya, kata dia, dalam kepastian berusaha dan  permintaan pasar Amerika dan global.</content:encoded></item></channel></rss>
