<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kabar Gembira, BLT UMKM Rp2,4 Juta Cair Lagi Tahun Ini</title><description>Program Banpres Produktif Usaha Mikro atau BLT UMKM akan dilanjutkan tahun ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/21/320/2348678/kabar-gembira-blt-umkm-rp2-4-juta-cair-lagi-tahun-ini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/21/320/2348678/kabar-gembira-blt-umkm-rp2-4-juta-cair-lagi-tahun-ini"/><item><title>Kabar Gembira, BLT UMKM Rp2,4 Juta Cair Lagi Tahun Ini</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/21/320/2348678/kabar-gembira-blt-umkm-rp2-4-juta-cair-lagi-tahun-ini</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/21/320/2348678/kabar-gembira-blt-umkm-rp2-4-juta-cair-lagi-tahun-ini</guid><pubDate>Kamis 21 Januari 2021 21:01 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/21/320/2348678/kabar-gembira-blt-umkm-rp2-4-juta-cair-lagi-tahun-ini-LHEJPUgUek.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Uang Rupiah (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/21/320/2348678/kabar-gembira-blt-umkm-rp2-4-juta-cair-lagi-tahun-ini-LHEJPUgUek.jpg</image><title>Uang Rupiah (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Program Banpres Produktif Usaha Mikro atau BLT UMKM akan dilanjutkan tahun ini. Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki membeberkan enam program kementeriannya pada 2021. Antara lain bidang perkoperasian, usaha mikro, UKM, kewirausahaan, penyaluran dana bergulir, dan penguatan pemasaran produk.
&amp;ldquo;Untuk bidang perkoperasian kami menargetkan outcome terwujudnya koperasi modern,&amp;rdquo; kata Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR RI di Senayan Jakarta, Kamis (21/1/2021).
Dia mengatakan, koperasi modern akan dikembangkan melalui perluasan model bisnis koperasi dan fasilitasi pemanfaatan teknologi melalui digitalisasi koperasi. Selain itu juga melalui pembiayaan dan penjaminan koperasi dengan skema permodalan, penerapan Good Corporate Governance koperasi Melalui Sistem Pengawasan Terpadu, dan pengembangan SDM perkoperasian dan jabatan fungsional.
Baca Juga: Efek WFH, UMKM Sektor Ini Dilirik saat Pandemi Covid-19
 
Sementara untuk usaha mikro diharapkan outcome yang tercapai berupa terwujudnya usaha mikro yang naik kelas. Untuk itu pihaknya mendorong pembiayaan usaha mikro melalui fasilitasi penguatan modal, kemudahan izin dan perlindungan di area infrastruktur publik, pengembangan rantai pasokan usaha mikro melalui standarisasi dan skema jaringan pemasaran. Kemudian pengembangan kapasitas usaha mikro melalui transformasi informal menuju formal.
Bidang UKM dengan outcome mendorong pelakunya masuk ke pasar ekspor melalui Pengembangan Investasi dan UKM Melalui Skema/Sistem Pembiayaan dan Potensi Investasi dan Pengembangan SDM UKM Melalui Fasilitasi Pelatihan dan Pendampingan Serta Pengembangan Kawasan/Kluster UKM Berbasis Ekspor. Selanjutnya Pengembangan Kawasan Dan Rantai Pasok UKM Berbasis Tematik Potensi Kewilayahan dan Kemitraan Dan Perluasan Akses Pasar Melalui Scalling Up Produk UKM.
Lalu untuk bidang Kewirausahaan dengan outcome Peningkatan Rasio Kewirausahaan yang saat ini 3,47%.
&amp;ldquo;Kami akan fokus pada Konsultasi Bisnis dan Layanan Pendampingan Usaha dan Pengembangan Teknologi Informasi dan Inkubasi Usaha Melalui Fasilitasi,&amp;rdquo; katanya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8yOS8xLzEyNjYwNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Hal itu ditunjang dengan Pengembangan Ekosistem Bisnis Melalui Kerjasama Dunia Usaha dan Dunia Industri Serta Perguruan Tinggi dan Pembiayaan Wirausaha Melalui Perluasan Akses Pembiayaan dan Fasilitasi Permodalan.
Sedangkan Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) pun akan diperkuat untuk menyalurkan Dana Bergulir bagi Koperasi Diarahkan Ke Sektor Riil di Fokuskan Kepada Sub.
Sektor Pertanian, Kehutanan (Perhutanan Sosial), Pertenakan, Perikananan, Perkebunan dan UKM Strategis.Selanjutnya Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi Usaha Mikro Kecil dan  Menengah (LLP-KUMKM) akan ditingkatkan kapasitasnya dalam melayani  pemasaran dan perdagangan lokal, regional, dan internasional. &amp;ldquo;Kami akan  mendorong pengembangan SMESCO HUB untuk Indonesia Bagian Timur didukung  dengan pelatihan dan pengembangan Program Sparc,&amp;rdquo; kata Teten.
Di lain pihak ia menambahkan Banpres Produktif untuk Pelaku Usaha  Mikro pada tahun 2020 juga telah tersalurkan kepada 12 juta usaha mikro  (100%) dengan nilai anggaran Rp28,8 triliun.
Namun hingga saat ini belum seluruhnya disalurkan oleh perbankan hal  ini disebabkan karena masih adanya pembatasan sosial. Oleh karena itu,  kami mengajukan pertimbangan kepada Kementerian Keuangan agar dapat  memberikan kelonggaran pencairan hingga 31 Januari 2021.
Berdasarkan hasil survei monitoring Tim Nasional Percepatan  Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) Sekretariat Wakil Presiden RI dan  Kementerian Koperasi dan UKM dengan jumlah responden 1.261 Orang  mayoritas sebesar 88,5% Memanfaatkan dana untuk kegiatan produktif  terutama pembelian bahan baku, dan 69% sudah mencairkan serta 31% belum  mencairkan kendala masih dalam proses aktivasi dan belum memiki waktu  pencairan.
Sumber data 12 juta pelaku usaha mikro diusulkan oleh BUMN/BLU  sebanyak 5,4 juta, Dinas yang membidangi Koperasi dan UMKM Provinsi/DI,  Kabupaten dan Kota sebanyak 5,2 juta, Perbankan sebanyak 868 ribu,  Koperasi sebanyak 294 ribu, dan Kementerian/Lembaga 132 ribu.
Survey BRI membuktikan terhadap pemanfaatan dana Banpres Produktif  Usaha Mikromenunjukan bahwa sebesar 75,4% dimanfaatkan untuk membeli  bahan baku/bibit/barang dapur, dan sebesar 44,8% responden UMKM masih  beroperasi karena meningkat usahanya setelah menerima Banpres Produktif  untuk Pelaku Usaha Mikro dan sebesar 51,5% responden UMKM yang tutup  sementara menjadi beroperasi kembali.
Rencana Program Banpres Produktif Usaha Mikro Tahun 2021, Kementerian  Koperasi dan UKM telah berikirim surat ke Kementerian Keuangan dengan  Nomor 79/M.KUKM/XII/2020, tanggal 14 Desember 2020, Hal Usulan Lanjutan  Program Banpres Produktif Pelaku Usaha Mikro TA. 2021, usulan penambahan  anggaran sebesar Rp28.800.000.000.000.
Jumlah itu ditargetkan menyasar 12 juta Usaha Mikro yang akan diberikan dana bantuan langsung sebesar Rp2,4 juta.
Penyaluran Banpres akan diprioritaskan dari aspek pemerataan antar  daerah dan yang belum menerima bantuan Banpres dan Bagi yang sudah  mendapatkan bantuan Banpres akan diarahkan untuk mengakses pembiayaan  Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro.
</description><content:encoded>JAKARTA - Program Banpres Produktif Usaha Mikro atau BLT UMKM akan dilanjutkan tahun ini. Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki membeberkan enam program kementeriannya pada 2021. Antara lain bidang perkoperasian, usaha mikro, UKM, kewirausahaan, penyaluran dana bergulir, dan penguatan pemasaran produk.
&amp;ldquo;Untuk bidang perkoperasian kami menargetkan outcome terwujudnya koperasi modern,&amp;rdquo; kata Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR RI di Senayan Jakarta, Kamis (21/1/2021).
Dia mengatakan, koperasi modern akan dikembangkan melalui perluasan model bisnis koperasi dan fasilitasi pemanfaatan teknologi melalui digitalisasi koperasi. Selain itu juga melalui pembiayaan dan penjaminan koperasi dengan skema permodalan, penerapan Good Corporate Governance koperasi Melalui Sistem Pengawasan Terpadu, dan pengembangan SDM perkoperasian dan jabatan fungsional.
Baca Juga: Efek WFH, UMKM Sektor Ini Dilirik saat Pandemi Covid-19
 
Sementara untuk usaha mikro diharapkan outcome yang tercapai berupa terwujudnya usaha mikro yang naik kelas. Untuk itu pihaknya mendorong pembiayaan usaha mikro melalui fasilitasi penguatan modal, kemudahan izin dan perlindungan di area infrastruktur publik, pengembangan rantai pasokan usaha mikro melalui standarisasi dan skema jaringan pemasaran. Kemudian pengembangan kapasitas usaha mikro melalui transformasi informal menuju formal.
Bidang UKM dengan outcome mendorong pelakunya masuk ke pasar ekspor melalui Pengembangan Investasi dan UKM Melalui Skema/Sistem Pembiayaan dan Potensi Investasi dan Pengembangan SDM UKM Melalui Fasilitasi Pelatihan dan Pendampingan Serta Pengembangan Kawasan/Kluster UKM Berbasis Ekspor. Selanjutnya Pengembangan Kawasan Dan Rantai Pasok UKM Berbasis Tematik Potensi Kewilayahan dan Kemitraan Dan Perluasan Akses Pasar Melalui Scalling Up Produk UKM.
Lalu untuk bidang Kewirausahaan dengan outcome Peningkatan Rasio Kewirausahaan yang saat ini 3,47%.
&amp;ldquo;Kami akan fokus pada Konsultasi Bisnis dan Layanan Pendampingan Usaha dan Pengembangan Teknologi Informasi dan Inkubasi Usaha Melalui Fasilitasi,&amp;rdquo; katanya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8yOS8xLzEyNjYwNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Hal itu ditunjang dengan Pengembangan Ekosistem Bisnis Melalui Kerjasama Dunia Usaha dan Dunia Industri Serta Perguruan Tinggi dan Pembiayaan Wirausaha Melalui Perluasan Akses Pembiayaan dan Fasilitasi Permodalan.
Sedangkan Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) pun akan diperkuat untuk menyalurkan Dana Bergulir bagi Koperasi Diarahkan Ke Sektor Riil di Fokuskan Kepada Sub.
Sektor Pertanian, Kehutanan (Perhutanan Sosial), Pertenakan, Perikananan, Perkebunan dan UKM Strategis.Selanjutnya Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi Usaha Mikro Kecil dan  Menengah (LLP-KUMKM) akan ditingkatkan kapasitasnya dalam melayani  pemasaran dan perdagangan lokal, regional, dan internasional. &amp;ldquo;Kami akan  mendorong pengembangan SMESCO HUB untuk Indonesia Bagian Timur didukung  dengan pelatihan dan pengembangan Program Sparc,&amp;rdquo; kata Teten.
Di lain pihak ia menambahkan Banpres Produktif untuk Pelaku Usaha  Mikro pada tahun 2020 juga telah tersalurkan kepada 12 juta usaha mikro  (100%) dengan nilai anggaran Rp28,8 triliun.
Namun hingga saat ini belum seluruhnya disalurkan oleh perbankan hal  ini disebabkan karena masih adanya pembatasan sosial. Oleh karena itu,  kami mengajukan pertimbangan kepada Kementerian Keuangan agar dapat  memberikan kelonggaran pencairan hingga 31 Januari 2021.
Berdasarkan hasil survei monitoring Tim Nasional Percepatan  Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) Sekretariat Wakil Presiden RI dan  Kementerian Koperasi dan UKM dengan jumlah responden 1.261 Orang  mayoritas sebesar 88,5% Memanfaatkan dana untuk kegiatan produktif  terutama pembelian bahan baku, dan 69% sudah mencairkan serta 31% belum  mencairkan kendala masih dalam proses aktivasi dan belum memiki waktu  pencairan.
Sumber data 12 juta pelaku usaha mikro diusulkan oleh BUMN/BLU  sebanyak 5,4 juta, Dinas yang membidangi Koperasi dan UMKM Provinsi/DI,  Kabupaten dan Kota sebanyak 5,2 juta, Perbankan sebanyak 868 ribu,  Koperasi sebanyak 294 ribu, dan Kementerian/Lembaga 132 ribu.
Survey BRI membuktikan terhadap pemanfaatan dana Banpres Produktif  Usaha Mikromenunjukan bahwa sebesar 75,4% dimanfaatkan untuk membeli  bahan baku/bibit/barang dapur, dan sebesar 44,8% responden UMKM masih  beroperasi karena meningkat usahanya setelah menerima Banpres Produktif  untuk Pelaku Usaha Mikro dan sebesar 51,5% responden UMKM yang tutup  sementara menjadi beroperasi kembali.
Rencana Program Banpres Produktif Usaha Mikro Tahun 2021, Kementerian  Koperasi dan UKM telah berikirim surat ke Kementerian Keuangan dengan  Nomor 79/M.KUKM/XII/2020, tanggal 14 Desember 2020, Hal Usulan Lanjutan  Program Banpres Produktif Pelaku Usaha Mikro TA. 2021, usulan penambahan  anggaran sebesar Rp28.800.000.000.000.
Jumlah itu ditargetkan menyasar 12 juta Usaha Mikro yang akan diberikan dana bantuan langsung sebesar Rp2,4 juta.
Penyaluran Banpres akan diprioritaskan dari aspek pemerataan antar  daerah dan yang belum menerima bantuan Banpres dan Bagi yang sudah  mendapatkan bantuan Banpres akan diarahkan untuk mengakses pembiayaan  Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro.
</content:encoded></item></channel></rss>
