<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menteri Trenggono: Bukan Sebatas Hasilkan Benih Lobster tapi Industri Jadi Besar</title><description>Wahyu Trenggono mengatakan keberadaan balai riset perikanan diharapkan tidak hanya menjadi pusat penelitian.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/21/320/2348685/menteri-trenggono-bukan-sebatas-hasilkan-benih-lobster-tapi-industri-jadi-besar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/21/320/2348685/menteri-trenggono-bukan-sebatas-hasilkan-benih-lobster-tapi-industri-jadi-besar"/><item><title>Menteri Trenggono: Bukan Sebatas Hasilkan Benih Lobster tapi Industri Jadi Besar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/21/320/2348685/menteri-trenggono-bukan-sebatas-hasilkan-benih-lobster-tapi-industri-jadi-besar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/21/320/2348685/menteri-trenggono-bukan-sebatas-hasilkan-benih-lobster-tapi-industri-jadi-besar</guid><pubDate>Kamis 21 Januari 2021 21:37 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/21/320/2348685/menteri-trenggono-bukan-sebatas-hasilkan-benih-lobster-tapi-industri-jadi-besar-YbNLNRKl9L.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/21/320/2348685/menteri-trenggono-bukan-sebatas-hasilkan-benih-lobster-tapi-industri-jadi-besar-YbNLNRKl9L.jpg</image><title>Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan keberadaan balai riset perikanan diharapkan tidak hanya menjadi pusat penelitian, tapi juga mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat, daerah dan negara.
&quot;Sebenarnya ukuran keberhasilannya bukan sebatas pada kita mampu menghasilkan benih lobster, benih ikan kerapu, tuna dan sebagainya, tetapi sebetulnya seberapa besar industri turunan dari hasil riset ini menjadi besar,&quot; ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Kamis (21/1/2021).
Baca Juga: Menteri KKP Tantang Insinyur Indonesia Majukan Kelautan dan Perikanan Indonesia
 
Pihaknya menaruh harapan besar pada balai riset di Buleleng Provinsi Bali untuk membangun industri perikanan dari penelitian yang mereka hasilkan. Baik itu industri budidaya ikan, benih, maupun usaha turunan lain, seperti abalone kaleng, pakan dan jenis garam-garaman.
Namun dari semua opsi tersebut, dia menekankan untuk membangun industri perikanan budidaya. Selain karena balai sudah mampu menghasilkan beragam jenis benih ikan laut, seperti tuna dan kerapu, juga sejalan dengan kultur masyarakat Pulau Dewata yang menyukai kelestarian.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8yMy80LzEyNjM2NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Budaya di Bali itu selalu berkesinambungan, sedangkan tujuan dari budidaya itu sendiri untuk menjaga kebersinambungan ekosistem,&quot; ungkap dia.Untuk mendukung industri perikanan budidaya dari hasil riset, dia  mempersilahkan pihak balai membeli peralatan-peralatan yang dibutuhkan  untuk berinovasi. Dia juga meminta mereka menjalin kerjasama dengan  beragam perguruan tinggi yang ada di Bali maupun di Pulau Jawa serta  pemerintah daerah.
Pentingnya mengindustrialisasikan hasil riset menurutnya adalah demi  pengembangan kegiatan-kegiatan riset itu sendiri. &quot;Hasilnya kembali ke  pengembangan riset. Dan dalam prosesnya ini tidak bisa sendiri, bisa  kerjasama dengan Udayana, ITS, Unair, Brawijaya, ini harapan saya,&quot;  jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan keberadaan balai riset perikanan diharapkan tidak hanya menjadi pusat penelitian, tapi juga mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat, daerah dan negara.
&quot;Sebenarnya ukuran keberhasilannya bukan sebatas pada kita mampu menghasilkan benih lobster, benih ikan kerapu, tuna dan sebagainya, tetapi sebetulnya seberapa besar industri turunan dari hasil riset ini menjadi besar,&quot; ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Kamis (21/1/2021).
Baca Juga: Menteri KKP Tantang Insinyur Indonesia Majukan Kelautan dan Perikanan Indonesia
 
Pihaknya menaruh harapan besar pada balai riset di Buleleng Provinsi Bali untuk membangun industri perikanan dari penelitian yang mereka hasilkan. Baik itu industri budidaya ikan, benih, maupun usaha turunan lain, seperti abalone kaleng, pakan dan jenis garam-garaman.
Namun dari semua opsi tersebut, dia menekankan untuk membangun industri perikanan budidaya. Selain karena balai sudah mampu menghasilkan beragam jenis benih ikan laut, seperti tuna dan kerapu, juga sejalan dengan kultur masyarakat Pulau Dewata yang menyukai kelestarian.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8yMy80LzEyNjM2NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Budaya di Bali itu selalu berkesinambungan, sedangkan tujuan dari budidaya itu sendiri untuk menjaga kebersinambungan ekosistem,&quot; ungkap dia.Untuk mendukung industri perikanan budidaya dari hasil riset, dia  mempersilahkan pihak balai membeli peralatan-peralatan yang dibutuhkan  untuk berinovasi. Dia juga meminta mereka menjalin kerjasama dengan  beragam perguruan tinggi yang ada di Bali maupun di Pulau Jawa serta  pemerintah daerah.
Pentingnya mengindustrialisasikan hasil riset menurutnya adalah demi  pengembangan kegiatan-kegiatan riset itu sendiri. &quot;Hasilnya kembali ke  pengembangan riset. Dan dalam prosesnya ini tidak bisa sendiri, bisa  kerjasama dengan Udayana, ITS, Unair, Brawijaya, ini harapan saya,&quot;  jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
