<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Waspada, IHSG Bisa Terjun Bebas di Sesi II</title><description>Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan ada potensi pelemahan pada perdagangan akhir pekan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/22/278/2348912/waspada-ihsg-bisa-terjun-bebas-di-sesi-ii</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/22/278/2348912/waspada-ihsg-bisa-terjun-bebas-di-sesi-ii"/><item><title>Waspada, IHSG Bisa Terjun Bebas di Sesi II</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/22/278/2348912/waspada-ihsg-bisa-terjun-bebas-di-sesi-ii</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/22/278/2348912/waspada-ihsg-bisa-terjun-bebas-di-sesi-ii</guid><pubDate>Jum'at 22 Januari 2021 11:03 WIB</pubDate><dc:creator>Oktiani Endarwati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/22/278/2348912/waspada-ihsg-bisa-terjun-bebas-di-sesi-ii-XQgoXtL3Qy.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">saham (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/22/278/2348912/waspada-ihsg-bisa-terjun-bebas-di-sesi-ii-XQgoXtL3Qy.jpeg</image><title>saham (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pengamat Pasar Modal Riska Afriani mengatakan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan ada potensi pelemahan pada perdagangan akhir pekan, Jumat (22/1/2021). Menurut dia, tekanan akan terjadi jelang penutupan sesi I.

&quot;Saya lihat memang ada potensi pelemahan. Penguatan mungkin hanya di sesi I pembukaan. Tekanan akan terjadi pada sesi II menuju penutupan,&quot; ujarnya pada Market Opening IDX Channel, Jumat (22/1/2021).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Joe Biden Resmi Jadi Presiden AS, Coba Intip Pergerakan Saham Ini
Dia melanjutkan, IHSG sudah mengalami penguatan yang cukup signifikan dalam 3 minggu terakhir sehingga mampu membentuk tren yang positif.

&quot;Untuk hari ini saya lihat ada potensi profit taking terhadap IHSG sendiri. Jadi potensi penguatan ada, cuma rally juga terbatas dan saya lihat malah ada potensi penurunan ke profit taking,&quot; ungkapnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ketika Ustaz Yusuf Mansur Doakan Pemegang Saham MNCN dan BCAP Dapat Pahala
Riska menuturkan, investor asing cenderung masih wait and see pasca dilantiknya Presiden Joe Biden. Investor masih menunggu kebijakan awal dari Joe Biden dalam mendukung pemulihan ekonomi serta upaya untuk mendapatkan lebih banyak vaksin Covid-19.

&quot;Rilis data ketenagakerjaan Amerika di mana pengangguran awalnya 900.000 pada 16 Januari kemarin, hanya tyry 26.000 dari minggu sebelumnya. Ini tidak terlalu signifikan, sehingga optimisme investor lebih kepada pemerintahan Biden yang mungkin bisa menjadi hal yang positif buat indeks,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pengamat Pasar Modal Riska Afriani mengatakan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan ada potensi pelemahan pada perdagangan akhir pekan, Jumat (22/1/2021). Menurut dia, tekanan akan terjadi jelang penutupan sesi I.

&quot;Saya lihat memang ada potensi pelemahan. Penguatan mungkin hanya di sesi I pembukaan. Tekanan akan terjadi pada sesi II menuju penutupan,&quot; ujarnya pada Market Opening IDX Channel, Jumat (22/1/2021).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Joe Biden Resmi Jadi Presiden AS, Coba Intip Pergerakan Saham Ini
Dia melanjutkan, IHSG sudah mengalami penguatan yang cukup signifikan dalam 3 minggu terakhir sehingga mampu membentuk tren yang positif.

&quot;Untuk hari ini saya lihat ada potensi profit taking terhadap IHSG sendiri. Jadi potensi penguatan ada, cuma rally juga terbatas dan saya lihat malah ada potensi penurunan ke profit taking,&quot; ungkapnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ketika Ustaz Yusuf Mansur Doakan Pemegang Saham MNCN dan BCAP Dapat Pahala
Riska menuturkan, investor asing cenderung masih wait and see pasca dilantiknya Presiden Joe Biden. Investor masih menunggu kebijakan awal dari Joe Biden dalam mendukung pemulihan ekonomi serta upaya untuk mendapatkan lebih banyak vaksin Covid-19.

&quot;Rilis data ketenagakerjaan Amerika di mana pengangguran awalnya 900.000 pada 16 Januari kemarin, hanya tyry 26.000 dari minggu sebelumnya. Ini tidak terlalu signifikan, sehingga optimisme investor lebih kepada pemerintahan Biden yang mungkin bisa menjadi hal yang positif buat indeks,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
