<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Minyak Bervariasi, Brent Dibanderol USD56,1/Barel</title><description>Data industri menunjukkan peningkatan tak terduga dalam persediaan minyak mentah di Amerika Serikat</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/22/320/2348807/harga-minyak-bervariasi-brent-dibanderol-usd56-1-barel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/22/320/2348807/harga-minyak-bervariasi-brent-dibanderol-usd56-1-barel"/><item><title>Harga Minyak Bervariasi, Brent Dibanderol USD56,1/Barel</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/22/320/2348807/harga-minyak-bervariasi-brent-dibanderol-usd56-1-barel</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/22/320/2348807/harga-minyak-bervariasi-brent-dibanderol-usd56-1-barel</guid><pubDate>Jum'at 22 Januari 2021 07:51 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/22/320/2348807/harga-minyak-bervariasi-brent-dibanderol-usd56-1-barel-WwOsv6lhbZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga Minyak Mentah Naik. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/22/320/2348807/harga-minyak-bervariasi-brent-dibanderol-usd56-1-barel-WwOsv6lhbZ.jpg</image><title>Harga Minyak Mentah Naik. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>NEW YORK - Harga minyak bervariasi pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), setelah data industri menunjukkan peningkatan tak terduga dalam persediaan minyak mentah di Amerika Serikat (AS). Hal ini pun membuat kekhawatiran terhadap permintaan bahan bakar terkait pandemi.
Meski demikian, harapan paket stimulus AS dalam rangka penanganan Covid-19 mendukung harga minyak.  Minyak mentah Brent pengiriman Maret, naik tipis dua sen menjadi USD56,10 per barel.
Baca Juga:&amp;nbsp;Harga Minyak Naik Tipis Ditopang Stimulus Jumbo dari Biden
Sedangkan harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Maret melemah 18 sen menjadi USD53,13 per barel.
Sebenarnya, kedua kontrak minyak tersebut telah menguat selama dua hari perdagangan karena ekspektasi pengeluaran bantuan Covid-19 di bawah Presiden AS yang baru Joe Biden. Demikian dikutip dari Antara, Jumat (22/1/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Harga Minyak Dunia Naik Jelang Pelantikan Biden
Sementara itu, data industri menunjukkan persediaan minyak mentah AS naik 2,6 juta barel selama pekan lalu. Jumlah tersebut di atas perkiraan analis sebesar 1,2 juta barel.
Di tempat lain, kepatuhan atas kesepakatan untuk memangkas produksi dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya atau OPEC+ turun pada Desember dari November. Kepatuhan mencapai 99% bulan lalu.
</description><content:encoded>NEW YORK - Harga minyak bervariasi pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), setelah data industri menunjukkan peningkatan tak terduga dalam persediaan minyak mentah di Amerika Serikat (AS). Hal ini pun membuat kekhawatiran terhadap permintaan bahan bakar terkait pandemi.
Meski demikian, harapan paket stimulus AS dalam rangka penanganan Covid-19 mendukung harga minyak.  Minyak mentah Brent pengiriman Maret, naik tipis dua sen menjadi USD56,10 per barel.
Baca Juga:&amp;nbsp;Harga Minyak Naik Tipis Ditopang Stimulus Jumbo dari Biden
Sedangkan harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Maret melemah 18 sen menjadi USD53,13 per barel.
Sebenarnya, kedua kontrak minyak tersebut telah menguat selama dua hari perdagangan karena ekspektasi pengeluaran bantuan Covid-19 di bawah Presiden AS yang baru Joe Biden. Demikian dikutip dari Antara, Jumat (22/1/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Harga Minyak Dunia Naik Jelang Pelantikan Biden
Sementara itu, data industri menunjukkan persediaan minyak mentah AS naik 2,6 juta barel selama pekan lalu. Jumlah tersebut di atas perkiraan analis sebesar 1,2 juta barel.
Di tempat lain, kepatuhan atas kesepakatan untuk memangkas produksi dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya atau OPEC+ turun pada Desember dari November. Kepatuhan mencapai 99% bulan lalu.
</content:encoded></item></channel></rss>
