<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bos Bio Farma Ungkap Mekanisme Teknologi Pengamanan Vaksin Covid-19</title><description>PT Bio Farma (Persero) memiliki sejumlah alat teknologi modern yang digunakan untuk mengontrol proses produksi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/22/320/2348976/bos-bio-farma-ungkap-mekanisme-teknologi-pengamanan-vaksin-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/22/320/2348976/bos-bio-farma-ungkap-mekanisme-teknologi-pengamanan-vaksin-covid-19"/><item><title>Bos Bio Farma Ungkap Mekanisme Teknologi Pengamanan Vaksin Covid-19</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/22/320/2348976/bos-bio-farma-ungkap-mekanisme-teknologi-pengamanan-vaksin-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/22/320/2348976/bos-bio-farma-ungkap-mekanisme-teknologi-pengamanan-vaksin-covid-19</guid><pubDate>Jum'at 22 Januari 2021 12:47 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/22/320/2348976/bos-bio-farma-ungkap-mekanisme-teknologi-pengamanan-vaksin-covid-19-TeX7wYsWBD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Vaksin Covid-19 (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/22/320/2348976/bos-bio-farma-ungkap-mekanisme-teknologi-pengamanan-vaksin-covid-19-TeX7wYsWBD.jpg</image><title>Vaksin Covid-19 (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT Bio Farma (Persero) memiliki sejumlah alat teknologi modern yang digunakan untuk mengontrol proses produksi hingga distribusi vaksin Covid-19. Salah satunya adalah cold room (ruang pengaman) vaksin Covid-19.


Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir menyebut, pihaknya memiliki sepuluh cold room yang bisa menyimpan semua jenis vaksin. &quot;Kita menyiapkan ada 10 cold room di Bio Farma dan kapasitasnya sangat cukup untuk simpan semua vaksin, ini sebelum dikirimkan ke Provinsi,&quot; ujarnya Jumat (22/1/2021).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ternyata Vaksin Covid-19 Pfizer Lebih Berbahaya dibanding Sinovac Loh 
Dia mengatakan, sepuluh cold room dilengkapi teknologi yang secara otomatis monitoring stabilitas suhu. Ruang pengaman itu juga bisa menyimpan vaksin hingga 1,5 tahun lamanya sebelum didistribusi atau digunakan secara umum.


&quot;Kalau dalam suhu yang benar 2-8 celcius itu setahun lebih atau 1-1,5 tahun, bisa kita simpan sebelum digunakan. Kemudian juga kita monitoring stabilitas dari suhu yang ada di itu secara teknologi,&quot; kata dia.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ini Daftar Vaksin untuk Program Vaksinasi Mandiri, Menko Airlangga: Aturan Disiapkan
Tak hanya itu, anggota Holding BUMN Farmasi, PT Kimia Farma Tbk (KAEF) dan PT Indofarma (Persero) Tbk atau INAF juga memiliki 48 cabang gudang vaksin yang tersebar di seluruh daerah di Indonesia. Gudang itu juga nantinya digunakan bagi keamanan vaksin.Induk Holding BUMN Farmasi juga sudah menyiapkan perangkat teknologi  secara end to end digunakan untuk produksi hingga distribusi vaksin  kepada pemerintah daerah. Salah satu fungsi teknologi adalah mengontrol  vaksin Covid-19 pada saat pengiriman.


Pada saat pengiriman, alat akan bekerja secara tepat waktu (real  time). Artinya alat mampu mendeteksi lokasi vaksin didistribusikan,  berapa celcius suhu yang digunakan selama pengiriman, siapa penerima,  hal-hal lain yang menyangkut keamanan vaksin.


&quot;Itu bisa dimonitor secara real time, kemana vaksin dikirimkan,  jumlah vial berapa, siapa yang menerima, suhu selama penyimpanan dan  segala macamnya untuk memastikan semua vaksin ini disimpan dan  didistribusikan dalam suhu sesuai standar dan diterima di lokasi yang  sudah disepakati pemerintah,&quot; tutur dia.


Dengan begitu, vaksin dipastikan aman hingga dilakukan vaksinasi  kepada masyarakat. &quot;Teknologi kita memang sudah siapkan digital solution  yang memang sudah end to end, mulai dari  pabrik kami proses produksi,  distribusi dan sampai nanti diserahkan kalau nanti dengan pemerintah itu  ada di provinsi,&quot; ujar Honesti.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bio Farma (Persero) memiliki sejumlah alat teknologi modern yang digunakan untuk mengontrol proses produksi hingga distribusi vaksin Covid-19. Salah satunya adalah cold room (ruang pengaman) vaksin Covid-19.


Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir menyebut, pihaknya memiliki sepuluh cold room yang bisa menyimpan semua jenis vaksin. &quot;Kita menyiapkan ada 10 cold room di Bio Farma dan kapasitasnya sangat cukup untuk simpan semua vaksin, ini sebelum dikirimkan ke Provinsi,&quot; ujarnya Jumat (22/1/2021).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ternyata Vaksin Covid-19 Pfizer Lebih Berbahaya dibanding Sinovac Loh 
Dia mengatakan, sepuluh cold room dilengkapi teknologi yang secara otomatis monitoring stabilitas suhu. Ruang pengaman itu juga bisa menyimpan vaksin hingga 1,5 tahun lamanya sebelum didistribusi atau digunakan secara umum.


&quot;Kalau dalam suhu yang benar 2-8 celcius itu setahun lebih atau 1-1,5 tahun, bisa kita simpan sebelum digunakan. Kemudian juga kita monitoring stabilitas dari suhu yang ada di itu secara teknologi,&quot; kata dia.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ini Daftar Vaksin untuk Program Vaksinasi Mandiri, Menko Airlangga: Aturan Disiapkan
Tak hanya itu, anggota Holding BUMN Farmasi, PT Kimia Farma Tbk (KAEF) dan PT Indofarma (Persero) Tbk atau INAF juga memiliki 48 cabang gudang vaksin yang tersebar di seluruh daerah di Indonesia. Gudang itu juga nantinya digunakan bagi keamanan vaksin.Induk Holding BUMN Farmasi juga sudah menyiapkan perangkat teknologi  secara end to end digunakan untuk produksi hingga distribusi vaksin  kepada pemerintah daerah. Salah satu fungsi teknologi adalah mengontrol  vaksin Covid-19 pada saat pengiriman.


Pada saat pengiriman, alat akan bekerja secara tepat waktu (real  time). Artinya alat mampu mendeteksi lokasi vaksin didistribusikan,  berapa celcius suhu yang digunakan selama pengiriman, siapa penerima,  hal-hal lain yang menyangkut keamanan vaksin.


&quot;Itu bisa dimonitor secara real time, kemana vaksin dikirimkan,  jumlah vial berapa, siapa yang menerima, suhu selama penyimpanan dan  segala macamnya untuk memastikan semua vaksin ini disimpan dan  didistribusikan dalam suhu sesuai standar dan diterima di lokasi yang  sudah disepakati pemerintah,&quot; tutur dia.


Dengan begitu, vaksin dipastikan aman hingga dilakukan vaksinasi  kepada masyarakat. &quot;Teknologi kita memang sudah siapkan digital solution  yang memang sudah end to end, mulai dari  pabrik kami proses produksi,  distribusi dan sampai nanti diserahkan kalau nanti dengan pemerintah itu  ada di provinsi,&quot; ujar Honesti.</content:encoded></item></channel></rss>
