<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>3 Faktor Ini Bisa Pulihkan Ekonomi RI meski PPKM</title><description>faktor pemulihan ekonomi sekarang kalau dilihat tergantung dari penurunan kasus harian covid19.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/22/320/2349015/3-faktor-ini-bisa-pulihkan-ekonomi-ri-meski-ppkm</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/01/22/320/2349015/3-faktor-ini-bisa-pulihkan-ekonomi-ri-meski-ppkm"/><item><title>3 Faktor Ini Bisa Pulihkan Ekonomi RI meski PPKM</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/01/22/320/2349015/3-faktor-ini-bisa-pulihkan-ekonomi-ri-meski-ppkm</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/01/22/320/2349015/3-faktor-ini-bisa-pulihkan-ekonomi-ri-meski-ppkm</guid><pubDate>Jum'at 22 Januari 2021 13:59 WIB</pubDate><dc:creator>Kunthi Fahmar Shandy</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/01/22/320/2349015/3-faktor-ini-bisa-pulihkan-ekonomi-ri-meski-ppkm-mqr7fLDi4P.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rupiah (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/01/22/320/2349015/3-faktor-ini-bisa-pulihkan-ekonomi-ri-meski-ppkm-mqr7fLDi4P.jpg</image><title>Rupiah (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pengamat Ekonomi Bhima Yudhistira mengatakan faktor pemulihan ekonomi sekarang kalau dilihat tergantung dari penurunan kasus harian covid19.  Meskipun ada PPKM, namun kasus harian corona masih 12 ribuan.

&quot;Jadi ya percuma juga mau ada vaksin juga karena masyarakat masih takut melakukan mobilitas apalagi belanja. Kelas menengah juga masih menahan belanja dalam jangka waktu yag tidak tahu sampai kapan,&quot; katanya saat dihubungi di Jakarta, Jumat (22/1/2021).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Begini Nasib Perekonomian jika Covid-19 3 Tahun Tak Selesai
Jadi faktor untuk mendorong pemulihan ekonomi yang pertama menurut Bhima adalah berasal dari ekspor.

Ketika terjadi pemulihan ekonomi di AS atau dibawah kepemiminan Joe Biden maka seharusnya bisa dimanfaatkan untuk mendorong kinerja ekspor beberapa produk seperti pakaian jadi, alas kaki.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Regulasi Vaksinasi Mandiri, Airlangga: Vaksin Covid-19 Diberikan Gratis ke Karyawan
&quot;Dan ini harus dibelikan insentif. Penetrasi ke pasar ekspor harus lebih besar karena ada beberapa negara yang sudah melakukan pelonggaran, ada juga beberapa negera yang mengetat lagi. Jadi harus pilih pilih pasar ekspor yang potensial,&quot; jelas dia.Kedua, pemulihan ekonomi tergantung dari ketahanan pangan atau sektor  pertanian. Menurut Bhima, justru hal ini yang jarang diperhatikan  padahal sktor pertanian pertumbuhanya meski sedikit menurun namun masih  positif.

&quot;Sementara sektor lain mengalami kontraksi sampai negatif. Kita lihat  deh sekarang ada kenaikan harga kedelai dan daging sapi, juga cabai,&quot;  katanya.

Bhima menuturkan, persoalan seperti ini juga seharusnya di urus  pemerintah untuk mengendalikan tingkat infasi yang tidak terlalu tinggi  sebab inflasi yang tinggi bisa menjadi hambatan utama dalam pemulihan  daya beli.

Ketiga, efektifitas dari belanja. &quot;Jadi disini setiap hutang yang  diambil pemerintah seharusnya bisa mendorong sektor ekonomi kususnya  belanja kesehatan, perlindungan sosial dan yang lebih besar insentif  usaha UMKM,&quot; imbuhnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pengamat Ekonomi Bhima Yudhistira mengatakan faktor pemulihan ekonomi sekarang kalau dilihat tergantung dari penurunan kasus harian covid19.  Meskipun ada PPKM, namun kasus harian corona masih 12 ribuan.

&quot;Jadi ya percuma juga mau ada vaksin juga karena masyarakat masih takut melakukan mobilitas apalagi belanja. Kelas menengah juga masih menahan belanja dalam jangka waktu yag tidak tahu sampai kapan,&quot; katanya saat dihubungi di Jakarta, Jumat (22/1/2021).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Begini Nasib Perekonomian jika Covid-19 3 Tahun Tak Selesai
Jadi faktor untuk mendorong pemulihan ekonomi yang pertama menurut Bhima adalah berasal dari ekspor.

Ketika terjadi pemulihan ekonomi di AS atau dibawah kepemiminan Joe Biden maka seharusnya bisa dimanfaatkan untuk mendorong kinerja ekspor beberapa produk seperti pakaian jadi, alas kaki.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Regulasi Vaksinasi Mandiri, Airlangga: Vaksin Covid-19 Diberikan Gratis ke Karyawan
&quot;Dan ini harus dibelikan insentif. Penetrasi ke pasar ekspor harus lebih besar karena ada beberapa negara yang sudah melakukan pelonggaran, ada juga beberapa negera yang mengetat lagi. Jadi harus pilih pilih pasar ekspor yang potensial,&quot; jelas dia.Kedua, pemulihan ekonomi tergantung dari ketahanan pangan atau sektor  pertanian. Menurut Bhima, justru hal ini yang jarang diperhatikan  padahal sktor pertanian pertumbuhanya meski sedikit menurun namun masih  positif.

&quot;Sementara sektor lain mengalami kontraksi sampai negatif. Kita lihat  deh sekarang ada kenaikan harga kedelai dan daging sapi, juga cabai,&quot;  katanya.

Bhima menuturkan, persoalan seperti ini juga seharusnya di urus  pemerintah untuk mengendalikan tingkat infasi yang tidak terlalu tinggi  sebab inflasi yang tinggi bisa menjadi hambatan utama dalam pemulihan  daya beli.

Ketiga, efektifitas dari belanja. &quot;Jadi disini setiap hutang yang  diambil pemerintah seharusnya bisa mendorong sektor ekonomi kususnya  belanja kesehatan, perlindungan sosial dan yang lebih besar insentif  usaha UMKM,&quot; imbuhnya.</content:encoded></item></channel></rss>
